Senin, 31 Oktober 2016

JAGA HATI


155.Renungan Pagi !!!
*BERSIHNYA HATI MUKMIN*

1.Gemetar hatinya mendengat ayat alquran.
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺫُﻛِﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺟِﻠَﺖْ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺗُﻠِﻴَﺖْ
ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁَﻳَﺎﺗُﻪُ ﺯَﺍﺩَﺗْﻬُﻢْ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah
mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati
mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya
bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya
kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal” .
(QS Al Anfal 2)
2.Bersujud/taat/patuh/bertasbih/bertahmid
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺂَﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻬَﺎ ﺧَﺮُّﻭﺍ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻭَﺳَﺒَّﺤُﻮﺍ
ﺑِﺤَﻤْﺪِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ
“Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya
kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera
bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan
lagi pula mereka tidaklah sombong”.
(QS As Sajdah 15)
3.Mendengar alquran/bermajlis dzikir/ilmu/berkhalwat (munajat)
*Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah*
berkata :
ﺍﻃﻠﺐ ﻗﻠﺒﻚ ﻓﻲ ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻮﺍﻃﻦ ﻋﻨﺪ ﺳﻤﺎﻉ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻓﻲ ﻣﺠﺎﻟﺲ
ﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭﻓﻲ ﺃﻭﻗﺎﺕ ﺍﻟﺨﻠﻮﺓ ﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﺠﺪﻩ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻮﺍﻃﻦ
ﻓﺴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻤﻦ ﻋﻠﻴﻚ ﺑﻘﻠﺐ ﻓﺎﻧﻪ ﻻ ﻗﻠﺐ ﻟﻚ
“Carilah hatimu di tiga tempat ini ; di saat engkau
mendengarkan Al Qur’an, di saat engkau berada di
majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau
menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar Memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi” (Al Fawaid 1/148)
4.Amalan hati
*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan:*
ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮﺓ ﻻﺗﻜﻮﻥ ﺻﺎﻟﺤﺔ ﻣﻘﺒﻮﻟﺔ ﺇﻻ ﺑﻮﺍﺳﻂ ﺃﻋﻤﺎﻝ
ﺍﻟﻘﻠﺐ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻣﻠﻚ ﻭﺍﻷﻋﻀﺎﺀ ﺟﻨﻮﺩﻩ، ﻓﺈﺫﺍ ﺧﺒﺚ ﺍﻟﻤﻠﻚ
ﺧﺒﺜﺖ ﺟﻨﻮﺩﻩ
“Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara
amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan
anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja
buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya.

( Majmu’ AlFatawa,11/208).
Para ulama juga menjelaskan, bahwa besar kecilnya pahala, berkaitan erat dengan keadaan niat dalam hati seseorang. Ini juga bukti bahwa amalan hati memiliki
kedudukan yang tinggi. Bisa jadi amalan kecil menjadi besar nilai pahalanya disebabkan oleh niat. Bisa jadi
pula amalan besar menjdi kecil pahalanya disebabkan oleh niat. Sebagaimana dijelaskan oleh Abdullah bin Mubaarak:
ﺭﺏ ﻋﻤﻞ ﺻﻐﻴﺮ ﺗﻌﻈﻤﻪ ﺍﻟﻨﻴﺔ، ﻭﺭﺏ ﻋﻤﻞ ﻛﺒﻴﺮ ﺗﺼﻐﺮﻩ ﺍﻟﻨﻴﺔ
“Boleh jadi amalan kecil, namun pahalanya menjadi
besar karena faktor niat (keikhlasan). Dan bisa jadi
amalan besar menjadi kecil nilai pahalanya
disebabkan oleh niat.”
*Hati Hati !*
Di kisahkan bahwa Umar bin Khatthab Radhiyallahu anhu pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang takwa. Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu anhu menjawab, ”Pernahkan Anda melewati jalan yang penuh dengan duri ?” Umar Radhiyallahu anhu menjawab, “Pernah.” Ubay bertanya, “Lalu apa yang Anda lakukan ?” Umar menjawab, “Aku singsingkan lengan bajuku dan berhati-hati dalam melewatinya.”
Disini terlihat jelas, bahwa kata “hati-hati” bahkan dipakai sahabat untuk menerjemahkan apa itu takwa.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
Ingatlah, sesungguhnya dalam jasad manusia itu ada segumpal daging, jika ia baik, baiklah seluruh jasad, dan jika ia rusak, rusaklah seluruh jasad, segumpal daging itu adalah hati( jantung/hati (nurani). [Bukhari no. 52, Muslim no.1599].
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَىُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَىُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلاَ تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ وَالآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ
Fitnah-fitnah itu akan dihadapkan kepada hati, seperti tikar, satu serat satu serat. Hati mana saja yang menyerap fitnah itu, maka satu noda hitam tertempel dalam hatinya. Dan hati mana saja yang tidak menerimanya, akan tertitiklah pada hati itu satu titik putih, sehingga, jadilah hati itu dua macam; putih seperti batu pualam, sehingga fitnah apapun tidak akan membahayakannya selama ada langit dan bumi, sementara hati lainnya berwarna hitam legam, seperti teko atau ceret terbalik, tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemunkaran selain hawa nafsu yang diserapnya. [HR.Muslim no.144]
Maka perhatikanlah hati kita, karena ialah sumber keimanan dan cahaya yang menerangi jalan kehidupan kita sehingga tidak mudah terperosok dan terantuk. Menjadi hati yang selamat, qolbun salim, yang tidak ada manfaat disisi Allâh Azza wa Jalla pada kiamat kecuali datang menghadap Allâh Azza wa Jalla dengan hati yang selamat. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ﴿٨٨﴾ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allâh dengan hati yang bersih,hati yang selamat.
Bagaimana jika hati terlanjur menerimanya dan menyerap keburukan tersebut ? apakah ia bisa dibersihkan lagi seperti membersihkan pualam dari noda ? Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيْئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإْنَ عَادَ زِيْدَ فِيْهَا حَتَّى تَعْلُوْ قَلْبَهُ
Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan perbuatan dosa maka akan tertitik dalam hatinya noda hitam jika ia menghilangkannya dan memohon ampun, dan di ampuni, maka hatinya itu dibersihkan. Jika ia melakukan kelasahan lagi, maka bintik hitam itu akan ditambah sehingga bisa menutupi hatinya. [Tirmidzi no,3334 , Ibnu Majjah no.4244, Hadits ini dihasankan oleh syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan Tirmidzi.]
Para Ulama banyak memperhatikan masalah ini, membahasnya panjang lebar, dan mencari formula yang tepat untuk menjaga dan mengobati hati, kemudian mendakwahkannya menuju hati yang selamat. Berikut beberapa kiat untuk mengobati hati dan menjaganya tetap sehat.
1. Membaca al-Qur’an dan mentaddaburi maknanya
Al-Qur’ân adalah penyejuk hati, obat bagi jiwa, dan cahaya bagi mata hati kita yang menerangi kita dari kegelapan syahwat dan syubhat. Al-Qur’an adalah kalamullâh Azza wa Jalla. Allâh Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. [Yunus/10:57]
2. Melaksanakan shalat malam
3. Selalu berteman dan bergaul dengan orang-orang shaleh
4. Puasa
5. Dzikir
Dzikir adalah makanan hati, penenang jiwa dan pelembutnya, serta penerangnya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allâh . Ingatlah, hanya dengan mengingati Allâh -lah hati menjadi tenteram” [Ar-Rad/13 : 28]
Dan diatas semua itu tentunya menuntut ilmu syar’i, ikuti kajian, ta’lim juga merupakan makanan hati yang paling utama karean illmu adalah cahaya, menerangi hati kita, menerangi jalan kita,menerangi tempat kita berpijak.Tentunya Ilmu yang disertai dengan amal.
Karena ketahuilah bahwa semua penyakit yang menimpa hati sebab utamanya adalah kebodohan atas ilmu Din dan obatnya adalah ilmu.
Jadi bisa kita beri pengertian lebih dalam jika orang tua kita berpesan kepada anaknya :” hati- hati nak!”, maka artinya adalah jagalah hatimu nak, jagalah dari yang membuat hatimu rusak, jauhilah fitnah syubhat, jauhilah fitnah syahwat, laksanakanlah perintah Allâh nak!, jauhilah segala larangannya! Hati-hati.
*Semoga berguna... Aamiin.*
READ MORE - JAGA HATI

AGUNGNYA AL-QURAN


154.Renungan Sore !!!
*BACALAH ALQURAN !*

ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺘْﻠُﻮﻥَ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺃَﻗَﺎﻣُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻫُﻢْ
ﺳِﺮًّﺍ ﻭَﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﺗِﺠَﺎﺭَﺓً ﻟَﻦْ ﺗَﺒُﻮﺭَ ‏( 29 ‏) ﻟِﻴُﻮَﻓِّﻴَﻬُﻢْ ﺃُﺟُﻮﺭَﻫُﻢْ
ﻭَﻳَﺰِﻳﺪَﻫُﻢْ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺷَﻜُﻮﺭٌ ‏( 30 )}
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan
sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan
merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. ”
(QS. Fathir: 29-30).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
ﻗﺎﻝ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻛﺎﻥ ﻣُﻄَﺮﻑ، ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﺇﺫﺍ ﻗﺮﺃ ﻫﺬﻩ
ﺍﻵﻳﺔ ﻳﻘﻮﻝ: ﻫﺬﻩ ﺁﻳﺔ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀ .
“Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata,
“Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika
membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat
orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat
kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).
Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah berkata,
ﺃﻱ : ﻳﺴﺘﻤﺮّﻭﻥ ﻋﻠﻰ ﺗﻼﻭﺗﻪ ، ﻭﻳﺪﺍﻭﻣﻮﻧﻬﺎ .
“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan
menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir ).
*Fadhilah membacanya diantaranya:*
1.Membaca Al Quran bagaimanapun akan
mendatangkan kebaikan
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ‏« ﺍﻟْﻤَﺎﻫِﺮُ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮَﺓِ ﺍﻟْﻜِﺮَﺍﻡِ ﺍﻟْﺒَﺮَﺭَﺓِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻯ
ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻳَﺘَﺘَﻌْﺘَﻊُ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺷَﺎﻕٌّ ﻟَﻪُ ﺃَﺟْﺮَﺍﻥِ ».
“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan
bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa
selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al
Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya
bacaan tersebut maka baginya dua pahala ”
(HR. Muslim).
2.Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at
ﻋَﻦْ ﺃَﺑﻲ ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺎﻫِﻠِﻰُّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻳَﻘُﻮﻝُ ‏« ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺄْﺗِﻰ ﻳَﻮْﻡَ
ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺷَﻔِﻴﻌًﺎ ﻷَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ …
“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena
sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat
sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang
membacanya ”
(HR. Muslim).
🌹Keutamaan AL QURAN🌹
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rasulullah bersabda, " Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca alquran."
"Barang siapa membaca 10 ayat alquran tiap hari, maka dia tidak dicatat sebagai  golongan orang-orang yang lalai dari Allah SWT."
Imam Ahmad bin Hambal berkata dalam mimpinya, "Ya Allah ibadah apakah yang bisa mendekatkanku pada-Mu?" Allah menjawab, "Dengan kalam-Ku (yaitu alquran)." Aku bertanya lagi, "Membaca alquran dengan memahami maknanya atau tidak?" Allah menjawab,"Dengan memahami maknanya ataupun tidak!!" Subhanallah....Allah kariim....
Habib Ali Alhabsyi berkata, "Aku heran dengan orang-orang yg mengadu tentang kesusahan hidup mereka sedangkan di sisi mereka terdapat alquran."
💞Abu Hanifah mengkhatamkan alquran 7000 kali di tempat beliau dimakamkan
💞Sy Utsman bin Affan mengkhatamkan alquran dalam 1 rakaat
💞Pertama kali yang diajarkan salaf kita kepada anak-anaknya adalah ayat alquran. Sedangkan kita sibuk mengajarkan anak-anak kita dengan hal- hal yg tidak bermanfaat
Betapa banyak keutamaan  alquran yg telah kita lalaikan selama ini.... Betapa jauhnya perbedaan kita dengan salaf kita
Semoga Allah menjadikan kita ahli alquran dan memberi kita istiqomah membacanya. Amin ya rabbal alamin.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
📚Sumber: fawaidul mukhtarah
*Semoga berguna... Aamiin.*
READ MORE - AGUNGNYA AL-QURAN

BERCANDA


151.Renungan Pagi !!!
*SALING BERTUTUR DAN CANDA*

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ ﻣَﺎ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﻣِﻨْﻬُﻢ ﻣِّﻦ
ﺭِّﺯْﻕٍ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺃَﻥ ﻳُﻄْﻌِﻤُﻮﻥِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓِ
ﺍﻟْﻤَﺘِﻴﻦُ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari
mereka dan Aku tidak menghendaki supaya
mereka memberi makan kepada-Ku.
Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki
Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
[Adz-Dzaariyaat: 56-58]
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ
ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ
“Hai manusia, sembahlah (beribadahlah kepada)
Rabbmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”
(QS Al- Baqarah 21)
1.Larangan mempersukutukan Allah dalam beribadah
ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﻟِﻘَﺎﺀَ ﺭَﺑِّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻌْﻤَﻞْ ﻋَﻤَﻠًﺎ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺸْﺮِﻙْ
ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ
“Maka barangsiapa mengharap perjumpaan
dengan Rabb-nya maka hendaknya ia
mengerjakan amal shalih dan janganlah ia
mempersekutukan sesuatu pun dalam beribadah
kepada Rabb-nya.”
[Al-Kahfi: 110]
2.Perintah ikhlas dalam beribadah
ﻓَﺎﻋْﺒُﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼًﺎ ﻟَّﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ
“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas
beragama kepada-Nya.” [Az-Zumar: 2]
3.Perintah berdoa
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺭَﺑُّﻜُﻢُ ﺍﺩْﻋُﻮﻧِﻲ ﺃَﺳْﺘَﺠِﺐْ ﻟَﻜُﻢْ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ
ﻋَﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻲ ﺳَﻴَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺩَﺍﺧِﺮِﻳﻦَ
“Dan Rabb-mu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-
Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak
mau beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka
Jahannam dalam keadaan hina dina.’”
[Al- Mu’min: 60]
4.Balasan beramal shalih
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕُ
ﺍﻟْﻔِﺮْﺩَﻭْﺱِ ﻧُﺰُﻻ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻻ ﻳَﺒْﻐُﻮﻥَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺣِﻮَﻻ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya,mereka tidak ingin berpindah daripadanya.”
(QS Al- Kahfi 106-107)
5.Perintah bertqwa
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻ ﺗَﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ
ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran 102)
Ahli tafsir di kalangan para sahabat, yakni Ibnu
Abbas mengartikannya sebagai berikut:
ﺃﻥ ﻳﻄﺎﻉ ﻓﻼ ﻳﻌﺼﻰ ﻭﺃﻥ ﻳﺸﻜﺮ ﻓﻼ ﻳﻜﻔﺮ ﻭﺃﻥ ﻳﺬﻛﺮ ﻓﻼ ﻳﻨﺴﻰ
ﻭﻳﻘﺎﻝ ﺃﻃﻴﻌﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ
“Mematuhi Allah sehingga tidak bermaksiat,
bersyukur kepada Allah sehingga tidak kufur nikmat
dan mengingat Allah sehingga tidak melupakan-Nya. Sebagian juga mengartikannya sebagai mentaati Allah sebagaimana mestinya.”
6.Saling bercerita/bercanda/berpesan tentang kebenaran dan kesabaran...
*```APA MANFAAT KEBERADAAN KITA DI GROUP INI . . .???```*
ALLAH Ta'ala  mempertemukan kita untuk satu alasan...
Entah untuk memberi atau untuk menerima...
Entah untuk belajar atau untuk menyampaikan...
Entah untuk bercerita atau untuk mendengarkan...
Entah untuk sesaat atau untuk selamanya...
Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya untuk sekedarnya...
Semua tidak akan ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan.
Hidup kita saling mengisi.
Jikalau ada perbedaan, itu adalah hal yg biasa...
Tak perlu diperbesar dan jangan jadi perpecahan sehingga memutuskan tali silaturrahim yg sudah terjalin.
Bisa jadi kehadiran kita adalah jawaban atas do'a-do'a saudara kita sebagaimana mereka pun adalah jawaban atas do'a-do'a kita.
Jika sudah menjadi takdir Allah, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya, kita tetap akan dipertemukan, dalam satu ikatan "Ukhuwah"...
Semoga Group ini semakin kuat & solid seiring dgn doa-doa kita bersama.
*```Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:```*
"Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada.
Tetapi para Nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka"
Seorang Sahabat bertanya :
"Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka yg di maksud itu?
Agar kami bisa turut mencintai mereka" ... ujar para sahabat. 
Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam  menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, mengasihi dan menyayangi karena Allah Ta'ala *Tanpa adanya hubungan darah, keluarga dan Nasab di antara mereka*
Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu BERSINAR bagaikan CAHAYA di atas mimbar-mimbar dari cahaya.
*Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih*
(HR. Abu Dawud)
Sedikit pencerahan tentang persatuan, persahabatan dan persaudaraan.
Semoga tali Silaturrahim, persahabatan dan persaudaraan kita dalam Grup ini, termasuk ke dalam golongan yg di Ridhoi serta diberkahi oleh Allah Ta'ala...
```Aamiin Ya Robbal Alamiin.```
*Terlepas dari apapun status sosialmu, betapa pun tinggi kedudukanmu dalam karier dan kehidupanmu, niscaya kau tetaplah manusia biasa yg tak luput dari khilaf, salah dan dosa di hadapan Robbmu dan juga manusia-manusia lain.. yg kelak akan dimandikan, di kafankan, disholatkan dan dikuburkan oleh orang lain*
*```"Jagalah selalu tali silaturrahim dan hubungan baik pada sesamamu"```*
*Semoga berkenan... Aamiin.*
READ MORE - BERCANDA

Jumat, 28 Oktober 2016

PERSATUAN BANGSA


153.Renungan Pagi !!!
*RAHMATNYA PERSATUAN*

ﻭَﺍﻋْﺘَﺼِﻤُﻮﺍ ﺑِﺤَﺒْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺇِﺫْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺃَﻋْﺪَﺍﺀً ﻓَﺄَﻟَّﻒَ ﺑَﻴْﻦَ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺻْﺒَﺤْﺘُﻢْ ﺑِﻨِﻌْﻤَﺘِﻪِ
ﺇِﺧْﻮَﺍﻧًﺎ ﻭَﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﻔَﺎ ﺣُﻔْﺮَﺓٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﺄَﻧْﻘَﺬَﻛُﻢْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻛَﺬَﻟِﻚَ
ﻳُﺒَﻴِّﻦُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﺁَﻳَﺎﺗِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu  ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah
kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang
bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang
neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Qs.3:103)
*Makna bihablillah...*
Ibn al-Jauzi (508-597H) menerangkan bahwa ﺑِﺤَﺒْﻞِ
ﺍﻟﻠَّﻪِ memiliki beberapa pengertian antara lain:
(1) kitab Allah, al-Qur`an sebagaimana diriwayat Syaqiq dari Ibn Mas’ud, yang disepekati Qatadah, al-Dlahak
dan al-Suddi.
(2) Jamaah semua muslimin sebagaimana dikemukakan oleh al-Sya’bi masih dari Ibn Mas’ud.
(3) Agama Allah sebagaimana dikemukakan Ibn Abbas, Ibn Zaid yang menegaskan al-Islam, Muqatil, dan Ibn Qutaibah. (4) Janji dengan
Allah, sebagaimana dikemukakan Mujahid, Atha.
(5) al-Ikhlash, sebagaiman dikemukakan Abu al-Aliyah.
(6) Perintah Allah dan kemestaian menaatinya,
sebagaimana dikemuakan oleh Muqatil bin Hayan.
Adapun pengertian jamaah adalah berpegang pada
kebenaran.
ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ : ﺇﻥ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻋَﺔَ ﻣَﺎ ﻭَﺍﻓَﻖَ ﻃَﺎﻋَﺔ ﺍﻟﻠﻪ
Kata Ibn Mas’ud (w.32H) sesungguhnya jamaah itu
adalah kesesuaian dengan taat pada Allah SWT . Al-
Thabarani (w.360H)
Dalam hadits lain ditandaskan:
ﺗَﻔْﺘَﺮِﻕُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻷﻣَّﺔ ﻋَﻠَﻰ ﺛَﻼَﺙِ ﻭَﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﻓِﺮْﻗَﺔ ﻛُﻠُّﻬُﻢ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ
ﺇﻻ ﻭَﺍﺣِﺪﺓ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻭَﻣَﺎ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﻔِﺮْﻗَﺔ ﻗﺎﻝ ﻣَﺎ ﺍَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪ ﺍﻟﻴَﻮْﻡ
ﻭَﺃﺻْﺤَﺎﺑِﻲ
Umatku ini terdiri atas tujuh puluh tiga firqah yang
semuanya masuk neraka kecuali satu saja. Shabat
bertanya siapakah yang selamat itu? Rasul bersabda:
yang sesuai dengan aku hari ini dan para shabatku .
Al-Thabrani (w.360)
1.Larangan saling benci dan hasud
ﻻ ﺗَﺒَﺎﻏَﻀُﻮﺍ ﻭَﻻ ﺗَﺤَﺎﺳَﺪُﻭﺍ ﻭَﻻ ﺗَﺪَﺍﺑَﺮُﻭﺍ ﻭَﻛُﻮْﻧُﻮْﺍ ﻋِﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﺧْﻮَﺍﻧًﺎ
ﻭَﻻَ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟِﻤُﺴْﻠﻢ ﺃﻥْ ﻳﻬْﺠﺮَ ﺃﺧَﺎﻩُ ﻓَﻮْﻕَ ﺛَﻼﺛَﺔ ﺃﻳَّﺎﻡ
Jangan saling benci, jangan iri hati, jangan salin membelakangi. Jadilah kalian yang bersaudara.
Tidak halal seorang muslim menghindari sesamanya
karena marah melebihgi tiga hari . (HR. al-Bukhari dan Muslim)
2.Sesama mukmin bagaikan bangunan
ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻛَﺎﻟْﺒُﻨْﻴَﺎﻥِ ﻳَﺸُﺪُّ ﺑَﻌْﻀُﻪُ ﺑَﻌْﻀًﺎ ﺛُﻢَّ ﺷَﺒَّﻚَ ﺑَﻴْﻦَ
ﺃَﺻَﺎﺑِﻌِﻪِ
Sesama mu’min itu bagaikan satu bangunan yang setiap komponen menguatkan komponen lainnya.
Rasul mencontohkan dengan mengepalkan jari-
jemarinya. (Hr. al-Bukhari, Muslim, al-Turmudzi)
3.Sesama mukmin bagaikan satu tubuh
ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﺇِﺫَﺍ ﺍﺷْﺘَﻜَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺭَﺃْﺳَﻪُ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﻟَﻪُ
ﺳَﺎﺋِﺮُ ﺟَﺴَﺪِﻩِ
Perumpamaan orang mu`min seperti satu tubuh, jika seseorang terkena penyakit di kepala maka anggota tubuh lainnya ikut merasakan. (Hr. Ahmad)
*Ukhuwah dalam Islam*
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺇِﺧْﻮَﺓٌ ﻓَﺄَﺻْﻠِﺤُﻮﺍ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﺧَﻮَﻳْﻜُﻢْ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ
ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.
(Q.S. Al-hujurat:10)
Empat macam persaudaraan:
1) Ukhuwah ‘ubudiyah atau saudara kesemahlukan
dan kesetundukan kepada Allah.
2) Ukhuwah Insaniyah (basyariyah) dalam arti
seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena
mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu.
Rasulullah Saw. juga menekankan lewat sabda
beliau,
ﻛﻮﻧﻮ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺧﻮﺍﻧﺎ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﺨﺎﺭﻱ ﻋﻦ ﺍﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ )
Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.
ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻛﻠﻬﻢ ﺍﺧﻮﺓ
Hamba-hamba Allah semuanya bersaudara
3) Ukhuwah wathaniyah wa an-nasab, yaitu
persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.
4) Ukhuwah fi din Al-Islam, persaudaraan
antarsesama Muslim. Rasulullah Saw. bersabda,
ﺍﻧﺘﻢ ﺍﺻﺤﺎﺑﻲ ﺍﺧﻮﺍﻧﻨﺎﺍﻟﺪﻳﻦ ﻳﺎﺗﻮﻥ ﺑﻌﺪﻯ
Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara saudara kita adalah yang datang sesudah (wafat)-ku.
Keutamaan Ukhuwah Islamiah
Dari ukhuwah Islamiah lahir banyak keutamaan,
pahala, berpengaruh positif pada masyarakat dalam
menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan
barisan. Orang-orang yang terikat dengan ukhuwah
Islamiah memiliki banyak keutamaan, diantaranya:
1. Mereka merasakan manisnya iman. Sedangkan
selain mereka, tidak merasakannya. Rasulullah Saw. bersabda,
" ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻦ ﻛﻦ ﻓﻴﻪ ﻭﺟﺪ ﺑﻬﻦ ﺣﻼﻭﺓ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ: ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻤﺎ ﺳﻮﺍﻫﻤﺎ، ﻭﺃﻥ ﻳﺤﺐ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻻ ﻳﺤﺒﻪ ﺇﻻ
ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺃﻥ ﻳﻜﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻌﻮﺩ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﺃﻧﻘﺬﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﻪ ﻛﻤﺎ
ﻳﻜﺮﻩ ﺃﻥ ﻳُﻘﺬﻑ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ "
"Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya
iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai
seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada
kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan
ke dalam api neraka."
(HR. Imam Bukhari).
2. Bersaudara karena Allah adalah amal mulia dan
mendekatkan hamba dengan Allah.
ﻭﻗﺪ ﺳُﺌﻞ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ ﺃﻓﻀﻞ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ،
ﻓﻘﺎﻝ : "ﺃﻥ ﺗﺤﺐ ﻟﻠﻪ ﻭﺗﺒﻐﺾ ﻟﻠﻪ ."… ﻗﻴﻞ: ﻭﻣﺎﺫﺍ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ
ﺍﻟﻠﻪ؟ ﻓﻘﺎﻝ : " ﻭﺃﻥ ﺗﺤﺐ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻣﺎ ﺗﺤﺐ ﻟﻨﻔﺴﻚ، ﻭﺗﻜﺮﻩ ﻟﻬﻢ
ﻣﺎ ﺗﻜﺮﻩ ﻟﻨﻔﺴﻚ "
Rasul pernah ditanya tentang derajat iman yang
paling tinggi, beliau bersabda, "…Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah…" Kemudian
Rasul ditanya lagi, "Selain itu apa wahai
Rasulullah?" Rasul menjawab, "Hendaklah kamu mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan hendaklah kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu
sendiri."
(HR. Imam Al-Munziri).
3. Mereka berada di bawah naungan cinta Allah,
dilindungi Arasy Al-Rahman. Di akhirat Allah
berfirman,
" ﺃﻳﻦ ﺍﻟﻤُﺘﺤﺎﺑُّﻮﻥ ﺑﺠﻼﻟﻲ، ﺍﻟﻴﻮﻡُ ﺃُﻇِﻠُّﻬﻢ ﻓﻲ ﻇﻠﻲ ﻳﻮﻡ ﻻ ﻇﻞَّ
ﺇﻻ ﻇِﻠﻲ "
"Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-
Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan
naungan yang tidak ada naungan kecuali
naunganku." (HR. Imam Muslim).
*Semoga bermanfaat... Aamiin.*
READ MORE - PERSATUAN BANGSA

PENINGKATAN IBADAH


152.Renungan Pagi !!!
*SEJATINYA IBADAH: PENINGKATAN KETAQWAAN*

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ ﻣَﺎ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﻣِﻨْﻬُﻢ ﻣِّﻦ
ﺭِّﺯْﻕٍ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺃَﻥ ﻳُﻄْﻌِﻤُﻮﻥِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓِ
ﺍﻟْﻤَﺘِﻴﻦُ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari
mereka dan Aku tidak menghendaki supaya
mereka memberi makan kepada-Ku.
Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki
Yang mempunyai kekuatan lagi sangat
kokoh.” [Adz-Dzaariyaat: 56-58]
1.Tidak syirik dalam berobadah
ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﻟِﻘَﺎﺀَ ﺭَﺑِّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻌْﻤَﻞْ ﻋَﻤَﻠًﺎ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺸْﺮِﻙْ
ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ
“Maka barangsiapa mengharap perjumpaan
dengan Rabb-nya maka hendaknya ia
mengerjakan amal shalih dan janganlah ia
mempersekutukan sesuatu pun dalam beribadah
kepada Rabb-nya.” [Al-Kahfi: 110]
2.Mengikuti petunjuk Rasuluullah saw.
ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﻋَﻤَﻼً ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﻣْﺮُﻧَﺎ ﻓَﻬُﻮَ ﺭَﺩٌّ .
“Barangsiapa yang beramal tanpa adanya
tuntunan dari kami, maka amalan tersebut
tertolak.” [HR Muslim]
3.Ikhlas beribadah
ﻓَﺎﻋْﺒُﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼًﺎ ﻟَّﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ
“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas
beragama kepada-Nya.” [Az-Zumar: 2]
*Menjadi Hamba Bertaqwa*
1.Saling mengenal bukan bermusuhan
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﻭَﺃُﻧْﺜَﻰ
ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻛُﻢْ ﺷُﻌُﻮﺑًﺎ ﻭَﻗَﺒَﺎﺋِﻞَ ﻟِﺘَﻌَﺎﺭَﻓُﻮﺍ ﺇِﻥَّ
ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ
“ Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di
antara kamu di sisi Allah ialah orang yang
paling taqwa di antara kamu . Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi MahaMengenal.”
(QS. Al Hujurat: 13)
*Kata Al Alusi,* ayat ini berisi larangan untuk
saling berbangga dengan keturunan. Al Alusi
rahimahulah berkata, “Sesungguhnya yang
paling mulia dan paling tinggi derajatnya di
antara kalian di sisi Allah di dunia maupun
di akhirat adalah yang paling bertakwa. Jika
kalian ingin saling berbangga, saling
berbanggalah dengan takwa (kalian).”
(Ruhul Ma’ani, 19: 290)
2.Hati ikhlas dan beramal shalih
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ‏« ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻَ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺇِﻟَﻰ
ﺻُﻮَﺭِﻛُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ
ﻭَﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻜُﻢْ ‏» .
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya Allah tidak melihat pada
rupa dan harta kalian. Namun yang Allah
lihat adalah hati dan amalan kalian .”
(HR. Muslim no. 2564)
3.Beribadah endingnya bertambah taqwa
4.Berdoa/berusaha dan tawakal kepada Allah swt

💎☀💎 *RESEP DITOLONG ALLAH*
Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_,
Apa yang kita lakukan ketika:
_Kita mendengar berita yang mengejutkan, kita mendapatkan telepon bahwa pasangan kita (istri/suami) kita mengalami kecelakaan?_
_Atau kita mendapatkan kabar bahwa anak kita terjatuh disekolahnya?_
_Apa yang kita lakukan ketika kita menerima kenyataan bahwa perusahaan tempat kita bekerja akan melakukan PHK massal?_
_Atau kita mendapatkan berita yang tidak mengenakan dan menyesakan dada?_
Panik ! Bingung ! Atau kita langsung mengambil telepon kita dan menghubungi orang yang berkaitan dengan masalah tersebut.
Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_,
Masalah ini telah dijelaskan oleh Nabi kita _shallallāhu ‘alayhi wa sallam_.
Mari kita simak sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang hasan.
*كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى*
*_“Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam apabila berhadapan dengan masalah (yang tidak mengenakan, yang menyedihkan, masalah besar) maka beliau segera mengerjakan shalat.”_*
_Bukan menghubungi relasi,_
_Bukan panik,_
_Bukan galau,_
*Namun tuntunan Nabi kita _shallallāhu ‘alayhi wa sallam_ shalat.*
Mengapa shalat ?
Karena Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_ berfirman dalam surat Al Baqarah: 45,
*وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ*
*_“Dan mintalah pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat. Sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”_*
Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_,
Inilah resep Nabi kita _Shallallāhu ‘alayhi wa sallam_, beliau mengerjakan shalat karena Allāh akan menolong kita, ketika kita mendekat kepada-Nya.
Kita akan ditolong oleh Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_ ketika kita mengingatnya, kita akan dijaga oleh Allāh pada saat kita menjaga hak-hak-Nya.
*اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ*
*_“Jagalah hak Allāh maka Allāh akan jaga dirimu.”_*
(HR Tirmidzi)
Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_,
Oleh karena itu, ketika kita mendapatkan berita duka, berita yang mengagetkan, berita yang tidak menyenangkan maka segeralah ambil air wudhu lalu bertakbiratul ihramlah dan shalatlah kepada Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_.
Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_,
Ibnu Abbas pernah berjalan disebuah jalan, lalu ada orang yang menghampirinya dan memberitahukan bahwa saudaranya telah meninggal dunia.
Apa yang dilakukan beliau?
Beliau langsung menepi dan beliau langsung shalat dua raka’at lalu beliau memanjangkan shalat nya berdoa kepada Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_, bersimpuh kepada Allāh lalu beliau mengucapkan salam beliau kembali ke tunggangannya dan beliau berjalan sambil membaca Al Baqarah ayat 45.
*وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة*
*_“Mintalah pertolongan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan kesabaran dan dengan mengerjakan shalat.”_*
Ini juga yang dilakukan oleh ummu Kultsum ketika melihat suami tercintanya Abdurahman bin ‘Auf itu pingsan dan beliau khawatir luar biasa.
Apa yang beliau lakukan ?
Allāhu Akbar, beliau langsung pergi ke masjid dan mengerjakan dua raka’at mengingat firman Allāh,
*وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة*
*_“Minta pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat.”_*
Dan inipun yang dilakukan oleh Nabi Ibrāhim ‘alayhissalām ketika harus menerima kenyataan bahwa istri tercintanya Sarah diambil oleh orang-orang penguasa Mesir dipisahkan darinya.
Apa yang dilakukan Nabi Ibrāhim _‘alayhissalām_? Apakah beliau menghubungi manusia?
Dalam hadits Bukhari beliau _‘alayhissalām_ langsung mengerjakan shalat dua raka’at salam, dua raka’at salam, dua raka’at salam, sehingga Sarah tidak bisa dijamah oleh penguasa Mesir tersebut.
Ini adalah resep Nabawi, resep untuk orang-orang beriman, yakin tidak bahwa Allāh mampu menolong kita.
Kerjakanlah shalat dekatkan diri kepada Allāh, bukan justru menjauh dan justru kita lebih dekat kepada manusia ketika kita sedang mendapatkan masalah.
Mendekatlah kepada Allāh _Jalla wa ‘Ala_ dengan mengerjakan shalat.
*وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة*
*_“Mintalah pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat.”_*
*_َإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَـعِنْ بِاللهِ*
*_“Jika anda meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allāh, dan Allāh minta kita untuk mengerjakan shalat.”_*
(HR Tirmidzi)
Yakinlah bahwa Allāh akan menolong kita dengan shalat kita tersebut jika sesuai dengan sunnah Nabi _shallallāhu ‘alayhi wa sallam_ dan dilakukan dengan penuh kekhusyukan penuh kerendahan dan penuh pengharapan kepada Allah
🌐Sumber : BBG Al-ilmuCom
*Semoga berguna... Aamiin.*
READ MORE - PENINGKATAN IBADAH

BERNILAI IBADAH


151.Renungan Pagi !!!
*SALING BERTUTUR DAN CANDA*

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ ﻣَﺎ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﻣِﻨْﻬُﻢ ﻣِّﻦ
ﺭِّﺯْﻕٍ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺃَﻥ ﻳُﻄْﻌِﻤُﻮﻥِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓِ
ﺍﻟْﻤَﺘِﻴﻦُ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari
mereka dan Aku tidak menghendaki supaya
mereka memberi makan kepada-Ku.
Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki
Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
[Adz-Dzaariyaat: 56-58]
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ
ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ
“Hai manusia, sembahlah (beribadahlah kepada)
Rabbmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”
(QS Al- Baqarah 21)
1.Larangan mempersukutukan Allah dalam beribadah
ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﻟِﻘَﺎﺀَ ﺭَﺑِّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻌْﻤَﻞْ ﻋَﻤَﻠًﺎ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺸْﺮِﻙْ
ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ
“Maka barangsiapa mengharap perjumpaan
dengan Rabb-nya maka hendaknya ia
mengerjakan amal shalih dan janganlah ia
mempersekutukan sesuatu pun dalam beribadah
kepada Rabb-nya.”
[Al-Kahfi: 110]
2.Perintah ikhlas dalam beribadah
ﻓَﺎﻋْﺒُﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼًﺎ ﻟَّﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ
“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas
beragama kepada-Nya.” [Az-Zumar: 2]
3.Perintah berdoa
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺭَﺑُّﻜُﻢُ ﺍﺩْﻋُﻮﻧِﻲ ﺃَﺳْﺘَﺠِﺐْ ﻟَﻜُﻢْ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ
ﻋَﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻲ ﺳَﻴَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺩَﺍﺧِﺮِﻳﻦَ
“Dan Rabb-mu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-
Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak
mau beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka
Jahannam dalam keadaan hina dina.’”
[Al- Mu’min: 60]
4.Balasan beramal shalih
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕُ
ﺍﻟْﻔِﺮْﺩَﻭْﺱِ ﻧُﺰُﻻ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻻ ﻳَﺒْﻐُﻮﻥَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺣِﻮَﻻ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya,mereka tidak ingin berpindah daripadanya.”
(QS Al- Kahfi 106-107)
5.Perintah bertqwa
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻ ﺗَﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ
ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran 102)
Ahli tafsir di kalangan para sahabat, yakni Ibnu
Abbas mengartikannya sebagai berikut:
ﺃﻥ ﻳﻄﺎﻉ ﻓﻼ ﻳﻌﺼﻰ ﻭﺃﻥ ﻳﺸﻜﺮ ﻓﻼ ﻳﻜﻔﺮ ﻭﺃﻥ ﻳﺬﻛﺮ ﻓﻼ ﻳﻨﺴﻰ
ﻭﻳﻘﺎﻝ ﺃﻃﻴﻌﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ
“Mematuhi Allah sehingga tidak bermaksiat,
bersyukur kepada Allah sehingga tidak kufur nikmat
dan mengingat Allah sehingga tidak melupakan-Nya. Sebagian juga mengartikannya sebagai mentaati Allah sebagaimana mestinya.”
6.Saling bercerita/bercanda/berpesan tentang kebenaran dan kesabaran...
*```APA MANFAAT KEBERADAAN KITA DI GROUP INI . . .???```*
ALLAH Ta'ala  mempertemukan kita untuk satu alasan...
Entah untuk memberi atau untuk menerima...
Entah untuk belajar atau untuk menyampaikan...
Entah untuk bercerita atau untuk mendengarkan...
Entah untuk sesaat atau untuk selamanya...
Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya untuk sekedarnya...
Semua tidak akan ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan.
Hidup kita saling mengisi.
Jikalau ada perbedaan, itu adalah hal yg biasa...
Tak perlu diperbesar dan jangan jadi perpecahan sehingga memutuskan tali silaturrahim yg sudah terjalin.
Bisa jadi kehadiran kita adalah jawaban atas do'a-do'a saudara kita sebagaimana mereka pun adalah jawaban atas do'a-do'a kita.
Jika sudah menjadi takdir Allah, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya, kita tetap akan dipertemukan, dalam satu ikatan "Ukhuwah"...
Semoga Group ini semakin kuat & solid seiring dgn doa-doa kita bersama.
*```Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:```*
"Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada.
Tetapi para Nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka"
Seorang Sahabat bertanya :
"Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka yg di maksud itu?
Agar kami bisa turut mencintai mereka" ... ujar para sahabat. 
Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam  menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, mengasihi dan menyayangi karena Allah Ta'ala *Tanpa adanya hubungan darah, keluarga dan Nasab di antara mereka*
Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu BERSINAR bagaikan CAHAYA di atas mimbar-mimbar dari cahaya.
*Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih*
(HR. Abu Dawud)
Sedikit pencerahan tentang persatuan, persahabatan dan persaudaraan.
Semoga tali Silaturrahim, persahabatan dan persaudaraan kita dalam Grup ini, termasuk ke dalam golongan yg di Ridhoi serta diberkahi oleh Allah Ta'ala...
```Aamiin Ya Robbal Alamiin.```
*Terlepas dari apapun status sosialmu, betapa pun tinggi kedudukanmu dalam karier dan kehidupanmu, niscaya kau tetaplah manusia biasa yg tak luput dari khilaf, salah dan dosa di hadapan Robbmu dan juga manusia-manusia lain.. yg kelak akan dimandikan, di kafankan, disholatkan dan dikuburkan oleh orang lain*
*```"Jagalah selalu tali silaturrahim dan hubungan baik pada sesamamu"```*
*Semoga berkenan... Aamiin.*
READ MORE - BERNILAI IBADAH

KEBAHAGIAAN PENGHUNI SURGA


*Kajian Surat Yaasiin*
Ayat ke 55 sd 59

ﺇِﻥَّ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻓِﻲ ﺷُﻐُﻞٍ
ﻓَﺎﻛِﻬُﻮﻥَ ‏( ٥٥ ‏) ﻫُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻬُﻢْ ﻓِﻲ
ﻇِﻼﻝٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻷﺭَﺍﺋِﻚِ ﻣُﺘَّﻜِﺌُﻮﻥَ ‏( ٥٦ ‏)
ﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺎﻛِﻬَﺔٌ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻣَﺎ ﻳَﺪَّﻋُﻮﻥَ
‏( ٥٧ ‏) ﺳَﻼﻡٌ ﻗَﻮْﻻ ﻣِﻦْ ﺭَﺏٍّ ﺭَﺣِﻴﻢٍ ‏( ٥٨ ‏)
ﻭَﺍﻣْﺘَﺎﺯُﻭﺍ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻤُﺠْﺮِﻣُﻮﻥَ ‏( ٥٩
*Terjemah Surat Yasin Ayat 55-59*
55. [13] Sesungguhnya penghuni surga pada
hari itu bersenang-senang dalam kesibukan
(mereka) [14] .
56. Mereka dan pasangan-pasangannya [15]
berada dalam tempat yang teduh[16] ,
bersandar di atas dipan-dipan.
57. Di surga itu mereka memperoleh buah-
buahan dan memperoleh apa saja yang
mereka inginkan[17] .
58. (Kepada mereka dikatakan), "Salam,”
sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang
Maha Penyayang[18] .
59. [19] Dan (dikatakan kepada orang-orang
kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang
mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang
yang berdosa [20] .
*Keterangan*
[13] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala
menyebutkan bahwa setiap orang tidaklah
dibalas kecuali sesuai amal yang dia kerjakan,
maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala
menyebutkan balasan untuk kedua golongan
(golongan penghuni surga dan golongan
penghuni neraka). Allah memulai dengan
balasan kepada penghuni surga, bahwa ketika
mereka pindah dari beberapa area di hari
Kiamat lalu mereka menempati taman-taman
surga, mereka berada dalam kesibukan
sehingga tidak memperhatikan yang lain
karena kenikmatan yang kekal di dalamnya
dan keberuntungan yang besar. Al Hasan Al
Bashri berkata, “(Mereka) berada dalam
kesibukan (sehingga tidak mempedulikan)
penduduk neraka yang sedang merasakan
azab.” Menurut Mujahid tentang firman Allah
Ta’ala, “ Bersenang-senang dalam kesibukan
(mereka). ” Yakni mereka berada dalam
kesenangan dan berbangga dengannya.
Sedangkan menurut Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas,
Al Hasan, dan Qatadah tentang firman Allah
tersebut, “Yakni mereka disibukkan dengan
memecahkan keperawanan (istri mereka yang
cantik).”
[14] Meskipun mereka sibuk, namun mereka
tidak pernah lelah.
[15] Berupa bidadari yang bermata jeli yang
cantik parasnya, indah tubuhnya dan baik
akhlaknya.
[16] Di balik pepohonan.
[17] Apa yang mereka inginkan dan mereka
cita-citakan ada di hadapan.
[18] Dalam ayat ini terdapat firman Allah
kepada penghuni surga dan salam-Nya
kepada mereka. Apabila Allah Subhaanahu
wa Ta'aala telah mengucapkan salam kepada
mereka, maka mereka mendapatkan
keselamatan secara sempurna dari berbagai
sisi dan mereka memperoleh penghormatan,
di mana tidak ada penghormatan yang lebih
tinggi daripada itu, dan tidak ada kenikmatan
yang serupa dengannya. Coba bayangkan
penghormatan dari Penguasa raja-raja, Tuhan
Yang Maha Agung, Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang kepada penghuni surga, di
mana Dia telah melimpahkan keridhaan-Nya
kepada mereka, dan tidak akan murka kepada
mereka untuk selama-lamanya. Oleh karena
itu, kami berharap kepada Engkau wahai
Tuhan kami agar tidak menghalangi kami dari
kenikmatan itu dan memberikan kesenangan
kepada kami dengan melihat Wajah-Mu yang
mulia.
[19] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala
menyebutkan balasan untuk orang-orang
yang bertakwa, Dia menyebutkan balasan-
Nya kepada orang-orang yang berdosa.
[20] Maka mereka berpisah dari orang-orang
mukmin agar Dia menegur mereka dengan
keras di hadapan semua manusia sebelum
mereka masuk ke dalam neraka.
*Tafsir*
Surah Yaa siin 54
ﻓَﺎﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﺗُﻈْﻠَﻢُ ﻧَﻔْﺲٌ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺠْﺰَﻭْﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ
ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ‏( 54 )
Kemudian Allah SWT menerangkan bahwa
pada Hari Kiamat itu, setiap manusia akan
menerima balasan semua perbuatan yang
telah dilakukannya selama hidup di dunia,
perbuatan baik dibalas dengan pahala yang
berlipat ganda dan perbuatan buruk dan
jahat akan dibalas dengan siksa yang
seimbang dengan perbuatan itu.
Sebagaimana sifat Allah SWT yang
memberikan keputusan dengan adil maka
pada hari itu pun Dia memberi keputusan
dengan adil, karena itu seseorang tidak akan
menerima pahala kebaikan yang dikerjakan
orang lain, sebaliknya seseorang tidak akan
menerima azab karena perbuatan jahat yang
dilakukan orang lain.
Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu
bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
(QS. 36:55)
Surah Yaa siin 55
ﺇِﻥَّ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻓِﻲ ﺷُﻐُﻞٍ ﻓَﺎﻛِﻬُﻮﻥَ ‏( 55 )
Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang
yang. beriman dibalas Allah dengan pahala
yang berlipat ganda, berupa surga yang
penuh kenikmatan, di dalamnya mereka
merasakan kesenangan dan kenikmatan yang
belum pernah mereka rasakan, keindahan
yang belum pernah mereka lihat dan suara
yang menyejukkan kalbu yang belum pernah
mereka dengar. Waktu itu tidak terpikir
olehnya azab yang sedang diderita orang-
orang kafir yang terbenam dalam neraka.
Yang dirasakan dan diingatnya hanyalah
kegembiraan, kepuasan hati, bersama teman-
temannya di dalam surga.
Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam
tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-
dipan. (QS. 36:56)
Surah Yaa siin 56
ﻫُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﻇِﻠَﺎﻝٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺄَﺭَﺍﺋِﻚِ ﻣُﺘَّﻜِﺌُﻮﻥَ ‏( 56 )
Di dalam surga orang-orang yang beriman
dan istri-istri mereka berada dalam taman-
taman dengan pohon yang rindang, duduk di
atas sofa dan tempat-tempat tidur,
berbincang-bincang sambil menikmati
berbagai macam rezeki yang mereka peroleh
dari Tuhan mereka.
Dari perkataan "mereka dan istri-istri
mereka" dipahami bahwa orang-orang yang
beriman dalam surga memperoleh nikmat
yang tiada taranya dan kenikmatan itu
diperolehnya dalam berbagai macam bentuk.
Ada yang dalam bentuk langsung mereka
nikmati, seperti memperoleh tempat yang
nyaman dan indah, merasakan makanan-
makanan yang lezat dan sebagainya. Ada
pula dalam bentuk pemenuhan keinginan
dan cita-cita mereka sebagai anggota atau
kepala keluarga. Selama hidup di dunia
mereka mencita-citakan keluarga yang
berbahagia, mempunyai istri yang cantik
dart setia. Keinginan-keinginan mereka yang
seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti.
Bahkan dalam ayat yang lain diterangkan
bahwa anak cucu mereka yang beriman
ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat
bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, dan
mereka dikumpulkan dengan orang-orang tua
mereka di dalam surga, tanpa membeda-
bedakan pemberian nikmat kepada masing-
masing anggota keluarga itu. Allah SWT
berfirman:
ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺀﺍﻣﻨﻮﺍ ﻭﺍﺗﺒﻌﺘﻬﻢ ﺫﺭﻳﺘﻬﻢ ﺑﺈﻳﻤﺎﻥ ﺃﻟﺤﻘﻨﺎ ﺑﻬﻢ
ﺫﺭﻳﺘﻬﻢ ﻭﻣﺎ ﺃﻟﺘﻨﺎﻫﻢ ﻣﻦ ﻋﻤﻠﻬﻢ ﻣﻦ ﺷﻲﺀ ﻛﻞ ﺍﻣﺮﺉ ﺑﻤﺎ
ﻛﺴﺐ ﺭﻫﻴﻦ
Artinya:
Dan orang-orang yang beriman, dan yang
anak cucu mereka mengikuti mereka dalam
keimanan, Kami hubungkan anak cucu
mereka dengan mereka dan Kami tiada
mengurangi sedikitpun dari pahala amal
mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan
apa yang dikerjakannya. (Q.S. At Tur: 21)
Dari ayat ini dipahami pula agar setiap
mukmin selalu berusaha untuk menjadikan
suami, istri, anak-anak mereka dan keluarga
mereka, menjadi orang-orang yang beriman
yang baik agar cita-cita mereka yang
berhubungan dengan keluarga mereka
disampaikan Allah di akhirat nanti.
Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan
dan memperoleh apa yang mereka minta. (QS.
36:57)
Surah Yaa siin 57
ﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺎﻛِﻬَﺔٌ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻣَﺎ ﻳَﺪَّﻋُﻮﻥَ ‏( 57 )
Orang-orang yang beriman akan memakan
bermacam-macam buah-buahan yang lezat di
dalam surga, dan mereka akan memperoleh
semua yang mereka inginkan.
(Kepada mereka dikatakan): `Salam`, sebagai
ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha
Penyayang. (QS. 36:58)
Surah Yaa siin 58
ﺳَﻠَﺎﻡٌ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻣِﻦْ ﺭَﺏٍّ ﺭَﺣِﻴﻢٍ ‏( 58 )
Yang mereka inginkan itu ialah salam dan
Allah yang disampaikan kepada mereka
untuk memuliakan mereka.
Salam ini langsung disampaikan Allah atau
mungkin dengan perantaraan malaikat,
seperti firman Allah SWT:
ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺗﺘﻮﻓﺎﻫﻢ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻃﻴﺒﻴﻦ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ
ﺍﺩﺧﻠﻮﺍ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺑﻤﺎ ﻛﻨﺘﻢ ﺗﻌﻤﻠﻮﻥ
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam
keadaan baik oleh para malaikat dengan
mengatakan (kepada mereka): "Salamun
alaikum", masuklah kamu ke dalam surga itu
disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.
(Q.S. An Nahl: 32)
Salam berarti selamat dan sejahtera,
terpelihara dari segala yang tidak disenangi
memperoleh semua yang diingini sehingga
orang itu memperoleh kenikmatan jasmani
dan rohani yang tiada bandingannya.
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir):
`Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin)
pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat
jahat. (QS. 36:59)
Surah Yaa siin 59
ﻭَﺍﻣْﺘَﺎﺯُﻭﺍ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻤُﺠْﺮِﻣُﻮﻥَ ‏( 59 )
Dalam ayat ini Allah SWT, memerintahkan
kepada orang-orang kafir agar segera
berpisah dari orang-orang yang beriman dan
masuk ke dalam neraka sebagai tempat yang
telah disediakan bagi mereka.
Perintah ini disampaikan Allah SWT, sewaktu
seluruh manusia telah selesai berhisab di
padang mahsyar. Orang-orang yang beriman
diperintahkan masuk ke dalam surga dan
orang-orang kafir diperintahkan masuk ke
dalam neraka.
Ayat lain yang searti dengan ayat ini, ialah
firman Allah SWT:
ﺍﺣﺸﺮﻭﺍ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻇﻠﻤﻮﺍ ﻭﺃﺯﻭﺍﺟﻬﻢ ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﺒﺪﻭﻥ ﻣﻦ
ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺎﻫﺪﻭﻫﻢ ﺇﻟﻰ ﺻﺮﺍﻁ ﺍﻟﺠﺤﻴﻢ
Artinya:
(Kepada malaikat diperintahkan):
"Kumpulkanlah orang-orang yang zalim
beserta teman sejawat mereka dan
sembahan-sembahan yang selalu mereka
sembah selain Allah; maka tunjukkanlah
kepada mereka jalan ke neraka". (Q.S. As
Saffat: 22-23)
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu
hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah
syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh
yang nyata bagi kamu`, (QS. 36:60)
Surah Yaa siin 60
ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻬَﺪْ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﺇِﻧَّﻪُ
ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُﺒِﻴﻦٌ ‏( 60 )
Keadaan mereka, (orang-orang kafir) digiring
masuk neraka itu, Allah SWT menghardik
dan mengingatkan mereka kepada
perbuatan-perbuatan dosa yang pernah
mereka kerjakan di dunia dengan
mengatakan: "Bukankah dahulu pernah Aku
wasiatkan kepadamu agar kamu jangan
sekali-kali menyembah setan". Di samping itu
telah Aka kemukakan kepadamu bukti-bukti
yang kuat, akal pikiran, Aku utus Rasul
kepadamu dengan membawa kitab yang
berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia
dan akhirat. Sebenarnya dengan hidayah dan
pengutusan Rasul itu telah cukup sebagai
alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan
setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu
hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti
keadaan sekarang ini".
Kemudian Allah SWT menerangkan sebab Dia
melarang manusia mengikuti setan, yaitu
karena Setan itu merupakan musuh yang
nyata bagi manusia, permusuhan manusia
dengan setan telah berlangsung sejak dahulu
kala, yaitu sejak setan menyesatkan Adam
dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan
Allah SWT dari Surga. Sejak itu setan selalu
berusaha dan berdaya upaya menyesatkan
manusia.
*Faidah dari ayat tsb:*
1. Jangan berbuat zhalim terhadap diri sendiri dan kepada orang lain.
2. Allah swt tidak pernah berbuat zhalim kepada makhluk di dunia dan akhirat. Semua makhluk pada hari pembalasan akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya dengan seadil adilnya, kebaikan dibalas dengan nikmat surga dan kejahatan dibalas dengan siksa neraka.
3. Surga tempat kembali orang orang beriman dan beramal shalih sedangkan orang orang kafir tempat kembalinya neraka.
4. Pada waktu sakaratul maut orang orang beriman dan jiwanya muthmainnah yakin dan membenarkan keberadaan Allah swt dalam hati serta lisan dan perbuatannya maka mereka mendapat panggilan kembali kepada Tuhannya dengan mendapatkan ucapan Salam Qaulam mirrabir Rahiim.
5. Nasib orang orang kafir yang selalu berbuat dosa dan dosa sehingga mati tidak sempat bertaubat maka penyesalan tidak berguna dan neraka tempat kembalinya. Naudzu billah min dzalik.
*Semoga bermanfaat... Aamiin.*
Ciledug 15/10/2016
Bersambung...
READ MORE - KEBAHAGIAAN PENGHUNI SURGA

Kamis, 27 Oktober 2016

JANGAN MENYEMBAH SETAN


Kajian Tafsir Yaasiin
*JANGAN MENJADI PENGHAMBA SETAN !*

Tafsir Yasin Ayat 60-70
Ayat 60-70: Penjelasan tentang permusuhan setan,
kehinaan yang akan diperoleh orang-orang kafir
pada saat mereka dihisab, dan penafian keadaan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai
penyair.
ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻬَﺪْ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﺃَﻥْ ﻻ
ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ
ﻣُﺒِﻴﻦٌ ‏(٦٠ ‏)ﻭَﺃَﻥِ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﻧِﻲ ﻫَﺬَﺍ
ﺻِﺮَﺍﻁٌ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻢٌ ‏( ٦١ ‏) ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺿَﻞَّ
ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺟِﺒِﻼ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﺃَﻓَﻠَﻢْ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ
ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ‏( ٦٢ ‏) ﻫَﺬِﻩِ ﺟَﻬَﻨَّﻢُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻛُﻨْﺘُﻢْ
ﺗُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ ‏(٦٣ ‏) ﺍﺻْﻠَﻮْﻫَﺎ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺑِﻤَﺎ
ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻜْﻔُﺮُﻭﻥَ ‏( ٦٤ ‏) ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻧَﺨْﺘِﻢُ
ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻓْﻮَﺍﻫِﻬِﻢْ ﻭَﺗُﻜَﻠِّﻤُﻨَﺎ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ
ﻭَﺗَﺸْﻬَﺪُ ﺃَﺭْﺟُﻠُﻬُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻜْﺴِﺒُﻮﻥَ
‏( ٦٥ ‏) ﻭَﻟَﻮْ ﻧَﺸَﺎﺀُ ﻟَﻄَﻤَﺴْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰ
ﺃَﻋْﻴُﻨِﻬِﻢْ ﻓَﺎﺳْﺘَﺒَﻘُﻮﺍ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁَ ﻓَﺄَﻧَّﻰ
ﻳُﺒْﺼِﺮُﻭﻥَ ‏(٦٦ ‏) ﻭَﻟَﻮْ ﻧَﺸَﺎﺀُ
ﻟَﻤَﺴَﺨْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻜَﺎﻧَﺘِﻬِﻢْ ﻓَﻤَﺎ
ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻋُﻮﺍ ﻣُﻀِﻴًّﺎ ﻭَﻻ ﻳَﺮْﺟِﻌُﻮﻥَ ‏(٦٧ ‏)
ﻭَﻣَﻦْ ﻧُﻌَﻤِّﺮْﻩُ ﻧُﻨَﻜِّﺴْﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ ﺃَﻓَﻼ
ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ‏(٦٨ ‏) ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﻨَﺎﻩُ ﺍﻟﺸِّﻌْﺮَ ﻭَﻣَﺎ
ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﻟَﻪُ ﺇِﻥْ ﻫُﻮَ ﺇِﻻ ﺫِﻛْﺮٌ ﻭَﻗُﺮْﺁﻥٌ
ﻣُﺒِﻴﻦٌ ‏(٦٩ ‏) ﻟِﻴُﻨْﺬِﺭَ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻴًّﺎ
ﻭَﻳَﺤِﻖَّ ﺍﻟْﻘَﻮْﻝُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ‏( ٧٠ )
Terjemah Surat Yasin Ayat 60-70
60. Bukankah Aku telah memerintahkan kamu
[1] wahai anak cucu Adam agar kamu tidak
menyembah setan [2] ? Sungguh, setan itu
musuh yang nyata bagi kamu [3] ,
61. dan hendaklah kamu menyembah-Ku [4] .
Inilah jalan yang lurus[5] ,”
62. Dan sungguh, ia (setan itu) telah
menyesatkan sebagian besar di antara kamu.
Maka apakah kamu tidak mengerti[6] ?
63. [7] Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu
telah diperingatkan kepadamu [8] .
64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini
karena dahulu kamu mengingkarinya.
65. [9] Pada hari ini Kami tutup mulut mereka
[10] ; tangan mereka akan berkata kepada
Kami dan kaki mereka akan memberi
kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka
kerjakan [11] .
66. Dan jika Kami menghendaki, pastilah
Kami hapuskan penglihatan mata mereka;
sehingga mereka berlomba-lomba (mencari)
jalan [12] . Maka bagaimana mungkin mereka
dapat melihat?.
67. Dan jika Kami menghendaki, pastilah
Kami ubah bentuk mereka [13] di tempat
mereka berada; sehingga mereka tidak
sanggup berjalan lagi[14] dan juga tidak
sanggup kembali[15] .
68. Dan barang siapa Kami panjangkan
umurnya niscaya Kami kembalikan dia
kepada awal kejadian(nya) [16] . Maka
mengapa mereka tidak mengerti [17] ?
69. [18] Dan Kami tidak mengajarkan syair
kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu
tidaklah pantas baginya[19] . Al Quran itu
tidak lain hanyalah peringatan[20] dan kitab
yang jelas [21] ,
70. Agar dia (Muhammad) memberi
peringatan kepada orang-orang yang hidup
(hatinya) [22] dan agar pasti ketetapan (azab)
terhadap orang-orang kafir [23] .
*BAYAN*
[1] Yakni melalui lisan para rasul-Ku.
[2] Yakni menaati setan. Teguran keras ini
mencakup teguran keras terhadap semua
kekuran dan kemaksiatan, karena sikap
demikian disebabkan karena menaati setan
dan menyembahnya.
[3] Oleh karena itu, kamu diperingatkan
untuk menjauhinya dan tidak menaatinya.
[4] Yakni beribadah hanya kepada-Ku dan
menaati-Ku, serta memanfaatkan waktu
luangmu untuk beribadah, minimal yang
wajib.
[5] Yakni namun kamu tidak menjaga
perintah-Ku dan tidak mengamalkan wasiat-
Ku, dan kamu malah taat kepada setan,
sehingga dia menyesatkan sebagian besar di
antara kamu.
[6] Yakni tidakkah kamu berpikir, sehingga
memilih taat kepada Tuhanmu dan tidak
mengikuti setan. Seandainya kamu memiliki
akal yang sehat, tentu kamu tidak akan
mengikuti setan, karena akibatnya membuat
kamu masuk ke dalam neraka.
[7] Dikatakan kepada mereka di akhirat.
[8] Yakni yang kamu malah mendustakannya,
maka sekarang lihatlah dengan mata
kepalamu. Ketika itu hati mereka pun gelisah,
penuh rasa takut dan pandangannya terpana.
Kemudian ditambah lagi dengan
diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam
neraka.
[9] Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman
menerangkan keadaan mereka di tempat
yang penuh kesengsaraan itu.
[10] Dengan menjadikan mereka bisu tidak
bisa bicara, sehingga mereka tidak sanggup
mengingkari apa yang telah mereka kerjakan
berupa kekafiran dan sikap mendustakan.
[11] Anggota badan mereka akan memberikan
kesaksian terhadap apa yang mereka kerjakan
dan akan dijadikannya dapat berbicara oleh
Allah yang mampu menjadikan segala sesuatu
dapat berbicara.
[12] Mencari keselamatan atau mencari jalan
ke surga.
[13] Menurut Ibnu Abbas, “(Yakni) Kami
binasakan mereka.” Menurut As Suddiy,
“Yakni Kami ubah bentuk mereka.” Menurut
Abu Shalih, “Kami jadikan mereka batu.”
Sedangkan menurut Al Hasan Al Bashri dan
Qatadah, “Tentu Aku jadikan mereka duduk
di atas kakinya.”Menurut Syaikh As Sa’diy,
“Kami hilangkan gerakan mereka.”
[14] Ke depan.
[15] Ke belakang. Maksud ayat ini adalah,
bahwa orang-orang kafir telah mendapatkan
ketetapan azab, dan mereka harus disiksa. Di
hadapan mereka ada neraka, di mana ia
(neraka) telah ditunjukkan kepada orang-
orang kafir, dan seseorang tidak ada yang
dapat selamat kecuali dengan melintasi
jembatan yang dibentangkan di atas neraka,
sedangkan yang dapat melintasinya hanyalah
orang-orang mukmin, di mana mereka
berjalan dengan cahaya mereka. Adapun
mereka (orang-orang kafir), tidak memiliki
jaminan selamat dari neraka di sisi Allah.
Jika Allah menghendaki, Dia menghapuskan
penglihatan mereka dan membiarkan
gerakan mereka sehingga mereka hanya
dapat berjalan tetapi tidak tahu jalan, dan
jika Dia menghendaki, maka Dia hilangkan
juga gerakan mereka, sehingga mereka tidak
dapat maju dan tidak dapat mundur. Dengan
demikian, mereka tidak bisa melintasi
jembatan dan tidak akan selamat. Wal ‘iyaadz
billah .
[16] Maksudnya, kembali menjadi lemah dan
kurang akal.
[17] Bahwa yang berkuasa seperti itu
berkuasa pula membangkitkan yang telah
mati, sehingga mereka pun mau beriman.
Atau maksudnya, maka mengapa mereka
tidak mengerti bahwa manusia memiliki
kekurangan dari berbagai sisi, oleh karena itu
seharusnya mereka gunakan kekuatan dan
akal mereka untuk ketaatan kepada Allah
Subhaanahu wa Ta'aala.
[18] Allah Subhaanahu wa Ta'aala
membersihkan Nabi-Nya Muhamma
shallallahu 'alaihi wa sallam dari tuduhan
yang disampaikan orang-orang kafir, yaitu
bahwa Beliau adalah penyair dan bahwa
yang Beliau bawa adalah syair.
[19] Maksudnya tidak mungkin Beliau penyair
karena Beliau adalah seorang yang cerdas
dan memperoleh petunjuk, sedangkan para
penyair rata-rata orang yang sesat dan
diikuti oleh orang-orang yang sesat, dan
karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah
menyingkirkan semua syubhat yang dipakai
orang-orang yang tersesat untuk mengingkari
kerasulan Beliau, Beliau seorang yang tidak
mampu baca-tulis sehingga apa yang Beliau
bawa adalah betul-betul wahyu dari Allah
‘Azza wa Jalla. Allah juga memberitahukan
bahwa Dia tidak mengajarkan syair
kepadanya, dan hal itu tidak pantas baginya.
Atau bisa juga maksudnya, tidak mudah
baginya membuat syair, yakni Beliau tidak
mampu membuatnya, sehingga apa yang
Beliau bawa bukanlah syair.
[20] Yakni peringatan untuk mengingatkan
orang-orang yang berakal terhadap semua
tuntutan agama, Al Qur’an mengandung
semua tuntutan itu, serta mengingatkan akal
apa yang Allah tanamkan dalam fitrahnya
berupa perintah mengerjakan semua yang
baik dan melarang semua yang buruk.
[21] Menjelaskan hukum-hukum dan hal lain
yang dibutuhkan. Tidak disebutkan ma’mul
(objeknya) untuk menerangkan bahwa Al
Qur’an menerangkan semua yang hak dengan
dalil-dalilnya yang tafshil (rinci) maupun
ijmal (garis besar), demikian pula
menerangkan yang batil dan dalil-dalil
kebatilannya.
[22] Yakni yang hidup hatinya. Oleh karena
itu, dengan siraman Al Qur’an, hatinya akan
tumbuh, ilmu dan amalnya akan bertambah
olehnya, dan Al Qur’an bagi hati orang
mukmin ibarat air hujan yang disiramkan
kepada tanah yang baik.
[23] Karena hujjah Allah telah tegak kepada
mereka, dan alasan mereka telah terputus,
sehingga tidak ada sedikit pun uzur dan
syubhat yang dapat diterima dari mereka.
Dan orang-orang yang kafir itu seperti orang-
orang yang mati dan tanah keras yang tidak
menumbuhkan tanaman, sehingga pembacaan
Al Qur’an tidak bermanfaat bagi mereka dan
tidak membuat hatinya tumbuh sebagaimana
tumbuhnya tanah yang baik.
*TAFSIR*
Surah Yaa siin 60
ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻬَﺪْ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﺇِﻧَّﻪُ
ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُﺒِﻴﻦٌ ‏( 60 )
Keadaan mereka, (orang-orang kafir) digiring
masuk neraka itu, Allah SWT menghardik
dan mengingatkan mereka kepada
perbuatan-perbuatan dosa yang pernah
mereka kerjakan di dunia dengan
mengatakan: "Bukankah dahulu pernah Aku
wasiatkan kepadamu agar kamu jangan
sekali-kali menyembah setan". Di samping itu
telah Aka kemukakan kepadamu bukti-bukti
yang kuat, akal pikiran, Aku utus Rasul
kepadamu dengan membawa kitab yang
berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia
dan akhirat. Sebenarnya dengan hidayah dan
pengutusan Rasul itu telah cukup sebagai
alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan
setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu
hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti
keadaan sekarang ini".
Kemudian Allah SWT menerangkan sebab Dia
melarang manusia mengikuti setan, yaitu
karena Setan itu merupakan musuh yang
nyata bagi manusia, permusuhan manusia
dengan setan telah berlangsung sejak dahulu
kala, yaitu sejak setan menyesatkan Adam
dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan
Allah SWT dari Surga. Sejak itu setan selalu
berusaha dan berdaya upaya menyesatkan
manusia.
Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan
sebahagian besar di antaramu. Maka apakah
kamu tidak memikirkan? (QS. 36:62)
Surah Yaa siin 62
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺿَﻞَّ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺟِﺒِﻠًّﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﺃَﻓَﻠَﻢْ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ‏( 62 )
Ayat ini menerangkan pengaruh dan akibat
godaan setan kepada manusia, yaitu mereka
ingkar dan tidak menaati Allah, bahkan
banyak di antara mereka yang
mempersekutukan Nya.
Alangkah lemahnya hati manusia, sehingga
mereka dapat tergoda oleh setan. Padahal
mereka telah dianugerahi akal, pikiran,
perasaan, kemampuan jasmani dan rohani,
demikian pula taufik dan hidayah berupa
agama yang disampaikan Rasul kepada
mereka. Sebenarnya dengan semua anugerah
yang diberikan itu manusia dapat
membedakan mana yang benar dan mana
yang salah, mana jalan yang lurus dan mana
jalan yang Sesat, mana perbuatan dosa dan
mana amal yang saleh. Tetapi mereka lalai
dan selalu memperturutkan hawa nafsunya.
Inilah Jahannam yang dahulu kamu di ancam
(dengannya). (QS. 36:63)
Surah Yaa siin 63
ﻫَﺬِﻩِ ﺟَﻬَﻨَّﻢُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ ‏( 63 )
Allah SWT menyatakan kepada orang-orang
kafir itu : "Hai orang-orang kafir, inilah
neraka Jahanam yang pernah Aku janjikan
kepadamu dan janji itu telah disampaikan
oleh Rasul yang telah diutus kepadamu
semasa hidup di dunia dahulu. Tetapi kamu
tidak mempercayainya, bahkan kamu ingkar
dan durhaka kepada Ku dart menyembah
Tuhan selain Ku.
Masuklah ke dalamnya pada hari ini
disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. (QS.
36:64)
Surah Yaa siin 64
ﺍﺻْﻠَﻮْﻫَﺎ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻜْﻔُﺮُﻭﻥَ ‏( 64 )
Hal orang-orang kafir masukan dan
rasakanlah pada hari ini kepanasan api
neraka itu. Tetaplah di dalamnya sebagai
balasan dari keingkaran dan perbuatan dosa
yang telah kamu kerjakan dahulu.
Dari ayat-ayat ini dipahami, seakan-akan
Allah memperingatkan kepada orang-orang
kafir yang sedang diazab itu bahwa mereka
tidak perlu lagi menyesal, putus asa dart
bersedih hati karena azab yang sedang
mereka alami. Azab itu diberikan kepada
mereka, merupakan ketetapan Tuhan yang
tidak mungkin dirubah lagi. Karena kepada
mereka sewakatu hidup di dunia telah
disampaikan bermacam-macam peringatan
dan bermacam-macam cobaan, tetapi mereka
tetap ingkar. Karena itu dan terimalah azab
yang sedang ditimpakan itu.
*Faedah Ayat tsb:*
1. Larangan menyembah setan, mengikuti langkah langkah setan seperti kesombongan dengan menolak kebenaran dari Tuhan.
2. Jadikan setan sebagai musuh yang nyata dengan berlindung dan memohon pertolongan kepada Alkah swt.!
3.Rajin beribadah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya serta istiqamah beragama.
4. Ikuti jalan yang lurus yaitu alquran dan sunnah Rasul serta penjelasan para alim ulama khususnya imam Abu Hanifah/Malik/Syafii/Ahmad bin Hanball dan ulama lainnya.
Ciledug 21/10/2916
Bersambung...
READ MORE - JANGAN MENYEMBAH SETAN

KESEHATAN MATA


150.Renungan Malam !!!
*KESEHATAN MATA ALA RASULULLAH SAW.*

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻗُﺮْﺁﻧًﺎ ﻋَﺮَﺑِﻴًّﺎ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮْﻥَ .
Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya Al-
Qur'an dalam berbahasa Arab, agar kamu
mengerti (memikirkannya)
( QS. Yusuf 12; 2)
ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴْﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ .
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di
dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan- penjelasan mengenai petunjuk itu dan
pembeda (antara yang benar dan yang
salah)”.
(QS. Al-Baqarah 2:185)
ﻧِﻌْﻤَﺘَﺎﻥِ ﻣَﻐْﺒُﻮْﻥٌ ﻓِﻴْﻬِﻤَﺎ ﻛَﺜِﻴْﺮٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺍﻟﺼِّﺤَّﺔُ
ﻭَﺍﻟْﻔَﺮَﺍﻍُ . ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ‏)
“Dua kenikmatan yang banyak
manusia menjadi rugi (karena tidak
diperhatikan), yaitu kesehatan dan
waktu luang”.
(HR. Al-Bukhari)
· Do’a yang dibaca ketika duduk diantara dua sujud, yang berbunyi:
ﻭَﻋَﺎﻓِﻨِﻲ
“Dan anugerahkan kesehatan padaku”
· Kalimat yang terdapat dalam do’a qunut:
ﻭَﻋَﺎﻓِﻨِﻲ ﻓِﻴْﻤَﻦْ ﻋَﺎﻓَﻴْﺖَ
“Dan anugerahkan kesehatan padaku
sebagaimana oran yang kau beri kesehatan
_*MEMBUKA MATA KETIKA SUJUD DALAM SHOLAT*_

Pengobatan meningkatkan kekuatan penglihatan mata Anda. Hal ini sangat penting untuk orang-orang yang mata mereka yang lemah dan juga untuk semua orang.
Otot mata yang lemah, akan menyebabkan ketidakmampuan dalam melihat secara akurat.
Untuk memulihkan mata dan menjaga kekuatan ototnya, maka sebaiknya mengikuti sunnah selama sholat.
Kita harus selalu membuka mata kita selama sujuud, dan ketika berdiri pandangan mata melihat tempat sujuud. Jaga mata Anda tetap fokus pada satu titik tempat sujuud.
Hikmah di balik pandangan mata tetap fokus pada satu titik tempat sujuud adalah:
Saat rukuu’, otot mata akan menekan lensa mata untuk meningkatkan visi dan saat Anda bangun mata otot mata akan melonggarkan.
Sementara saat sujuud, lensa mata akan menyusut karena jarak antara mata dengan tempat sujud memendek, dan ketika Anda bangun lagi itu akan mengendurkan otot-otot mata.
Bila kita praktikkan setiap hari, maka akan melatih otot-otot mata kita, sehingga mata kita akan sehat.
Kita dapat melakukan hal ini setiap hari 17 kali atau sebanyak yang kita inginkan.
Nabi kita (SAW) selalu memerintahkan untuk membuka mata kita, selama sujuud. Dan sekarang para ilmuwan telah membuktikan bahwa praktek ini bekerja dalam meningkatkan kekuatan penglihatan mata.
Subhanallah……
Silahkan dibagi dan jangan berhenti dari mendapatkan pahala Allah…..
(Sumber : WE LOVE PROPHET MUHAMMAD)
*Semoga berguna...Aamiin.*
READ MORE - KESEHATAN MATA

ALQURAN MENJAWAB


149.Renungan Malam !!!
*PENAWAR SEGALA URUSAN : ALQURAN*

ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳْﺪُ
ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴْﻦَ ﺇِﻻَّﺧَﺴَﺎﺭًﺍ
“Dan Kami turunkan dari al Quran suatu yang
menjadi obat (penawar) dan rahmat bagi orang-
orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah
menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian.”
(QS al-Isrâ’/17: 82)
*Ibnu Katsir* dalam kitab
tafsirnya menyatakanbahwa
sesungguhnya al-Quran itu
merupakan obat (penawar) dan rahmat bagi kaum yang beriman. Bila
seseorang mengalami keraguan,
penyimpangan dan kegundahan yang
terdapat dalam hati, maka al-Quran-lah yang menjadi obat (penawar)
semua itu.
Di samping itu al-Quran
merupakan rahmat yang
membuahkan kebaikan dan
mendorong untuk melakukannya.
Kegunanaan itu tidak akan
didapatkan kecuali bagi orang yang mengimani (membenarkan) serta
mengikutinya. Bagi orang yang seperti ini (beriman), al-Quran akan
berfungsi menjadi obat (penawar) dan – sekaligus – rahmat baginya...
ﻗُﻞْ ﻫُﻮَﻟِﻠَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻫُﺪًﻯ ﻭَﺷِﻔَﺎﺀٌ
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻻَ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮْﻥَ ﻓِﻲﺁﺫَﺍﻧِﻬِﻢْ
ﻭَﻗْﺮٌ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻋَﻤًﻰ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ
ﻳُﻨَﺎﺩَﻭْﻥَ ﻣِﻦْﻣَﻜَﺎﻥٍ ﺑَﻌِﻴْﺪٍ
“Katakanlah: Al-Quran itu adalah petunjuk dan obat (penawar) bagi
orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada
telinga mereka ada sumbatan sedang
al-Quran itu suatu kegelapan bagi
mereka. Mereka itu adalah orang- orang yang dipanggil dari tempat yang
jauh.”
(QS Fushshilat/41: 44)
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮِﺿْﺖُ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺸْﻔِﻴﻦِ
“Dan apabila aku (Ibrahim) sakit, Dia (Allah)-lah yang menyembuhkan
diriku.”
(QS asy-Syu’arâ’/26: 80).
Inilah – yang oleh para pakar tafsir – disebut sebagai sikap tawakkal
dari seorang hamba (yang
direpresentasikan oleh Nabi Ibrahim a.s.).
Ketika – suatu saat — dirinya sakit, dia yakin bahwa Allahlah yang
berkuasa untuk memberikan
kesembuhan. Sehingga, semua obat (penawar) – termasuk al-Quran —
tidak akan bermakna apa pun tanpa ridha Allah.

*"SEPELE, TAPI MARI BUKTIKAN KEBENARANNYA"*

_1)- Ketika kita mengeluh :_
*“Ah mana mungkin” ??*j
_✅Allah menjawab :_
*"Jika AKU menghendaki, cukup Aku berkata “Jadi”, maka jadilah"*
(QS. Yasin ; 82)
_2)- Ketika kita mengeluh :_
*“Wah, letih sekali….!!"*
_✅Allah menjawab :_
*“…dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.”*
(QS.An- Naba :9)
_3)- Ketika kita mengeluh :_
*“Berat sekali ya, gak sanggup rasanya....”*
_✅Allah menjawab :_
*“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupan.”*
(QS. Al-Baqarah : 286)
_4)- Ketika kita mengeluh :_
*“Stress nich, bingung ?!”*
_✅Allah menjawab :_
*“Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang”.*
(QS. Ar-Ra’d :28)
_5)- Ketika kita mengeluh :_
*“Yah, ini mah bakal sia-sia..deh !”*
_✅Allah menjawab :_
*”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarahpun, niscaya ia akan melihat balasannya”.*
(QS. Al- Zalzalah :7)
_6)- Ketika kita mengeluh :_
*“Saya sendirian, gak ada seorangpun yang mau membantu”*
_✅ Allah menjawab :_   
*“Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”.*
(QS. Al-Mukmin :60)
_7)- Ketika kita mengeluh :_
*“Sedih sekali rasanya”*
_✅Allah menjawab :_
*“La Tahzan,..Innallaha Ma’ana... Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.*
(QS. At-Taubah :40)
_8)- Ketika kita mengeluh :_
*“Ampun..susah banget ini kerjaan”*
_✅Allah menjawab :_
*“sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”*
(QS. Al-Insyirah:6-7).
*Semoga,..........*
_Semua yang kita lakukan pada hari ini *bernilai ibadah...*_
*Semoga,.........*
_Hari-hari ini adalah hari yang penuh barokah buat kita..._
Semoga berguna...
*Aamiin aamiin Ya Robbal Aalamiin....*
READ MORE - ALQURAN MENJAWAB

BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN


148.Renungan Malam !!!
*KEUNTUNGAN BERBISNIS DENGAN ALLAH SWT*

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﺷْﺘَﺮَﻯ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻬُﻢْ
ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺄَﻥَّ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻳُﻘَﺎﺗِﻠُﻮﻥَ ﻓِﻲ
ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻴَﻘْﺘُﻠُﻮﻥَ ﻭَﻳُﻘْﺘَﻠُﻮﻥَ ﻭَﻋْﺪًﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﺣَﻘًّﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺠِﻴﻞِ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁَﻥِ ﻭَﻣَﻦْ
ﺃَﻭْﻓَﻰ ﺑِﻌَﻬْﺪِﻩِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺎﺳْﺘَﺒْﺸِﺮُﻭﺍ ﺑِﺒَﻴْﻌِﻜُﻢُ
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﺎﻳَﻌْﺘُﻢْ ﺑِﻪِ ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻔَﻮْﺯُ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ
Artinya: Sesungguhnya Allah membeli dari
orang-orang yang beriman akan jiwa dan harta mereka dengan (imbalan)
bahwasannya bagi mereka surga.
Mereka berperang di jalan Allah lantas membunuh atau terbunuh. Ini sebagai
janji yang benar dalam Taurat, Injil dan
Al-Qur’an. Dan, siapa yang lebih menunaikan janjinya dari pada Allah?
Maka bergembiralah dengan jual beli
yang kalian lakukan itu. Dan itulah keuntungan yang besar.( attaubat:111)
Dialog antara Abdullah dengan Rasulullah SAW di
atas menjadi sebab turunnya ( asbabul al nuzul)
firman Allah SWT:
Sesungguhnya Allah membeli dari
orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka
dengan memberikan surga untuk mereka ... (QS. At
Taubah: 111).
Ayat ini menjelaskan tentang penghargaan Allah SWT terhadap para syuhada.
Namun bila dimaknai dalam konteks kehidupan, ayat tersebut menjelaskan proses transaksi atau jual beli antara orang-orang mukmin dengan Allah SWT.
Rukun jual beli dalam ayat tersebut terpenuhi.
Pertama, penjual yakni orang-orang mukmin.
Kedua , pembeli yakni Allah SWT.
Ketiga, barang yang diperjual-belikan. Ayat di atas menjelaskan dua barang yang diperjual-belikan, yaitu diri ( anfusahum) dan harta ( amwaalahum).
Keempat, harganya yaitu
surga ( jannah).
Dan Kelima , harus ada ijab-qabulnya.
Melalui ayat 111 surat At Taubah tersebut,
sesungguhnya merupakan tawaran dari Allah SWT
kepada orang mukmin untuk menjual diri dan harta mereka dengan rela (ikhlas).
Menariknya, dalam jual beli yang menentukan harga
barang biasanya penjual dan pembeli yang menawar.
Namun, jual beli dengan Allah SWT sebaliknya,
pembelilah yang menentukan harga barang dan penjual tidak boleh lari dari harga yang ditawar.
Mengapa? Karena pembeli yaitu Allah SWT, telah
menawar diri dan harta orang Mukmin dengan harga yang sangat tinggi di dunia dan akhirat, yaitu surga.
Orang yang beriman tidak mungkin menawar harga
diri dan hartanya dengan harga yang sangat murah
berupa neraka.
Ingatlah, tidak semua diri dan harta manusia akan
dibeli oleh Allah SWT. Sebagaimana tidak semua
barang yang dijual di pasar akan dibeli oleh
pengunjung. Diri dan harta yang akan dibeli dengan
harga surga adalah, diri dan harta yang suci. Allah
SWT mengingatkan: Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan dirinya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya (QS. Asy Syams: 9-10).
Allah SWT menyeru: Bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi (QS. Ali Imran: 133). Dan, Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang
sebenarnya
(QS. At Tahrim: 8).
Rasulullah SAW
bersabda, Setiap anak Adam (manusia) bersalah,
sebaik-baik yang bersalah adalah yang bertobat
kepada Allah SWT
(HR. Ahmad)
Sedangkan menyangkut harta, Rasulullah SAW
mengingatkan:
”Barangsiapa yang mengumpulkan
harta haram lalu menyedekahkannya, ia tidak akan
mendapatkan pahala darinya dan dosanya
dibebankan kepadanya” (HR. Ibnu Hibban).
*Keutamaan Bersedekah diantaranya:*
1.Allah Pasti Membalasnya
Allah ta’ala berfirman,
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧﻔَﻘْﺘُﻢ ﻣِّﻦ ﻧَّﻔَﻘَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻧَﺬَﺭْﺗُﻢ ﻣِّﻦ ﻧَّﺬْﺭٍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻪُ
“Apapun infak yang kalian berikan atau nadzar apapun yang kalian canangkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
(QS. Al-Baqarah: 270)
2.Allah Pasti Menggantinya
Allah ta’ala berfirman,
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧﻔَﻘْﺘُﻢ ﻣِّﻦ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻳُﺨْﻠِﻔُﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﺯِﻗِﻴﻦَ
“Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti
akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik
pemberi rizki .”
(QS. Saba’: 39)
3.Memadamkan Kemurkaan Allah
Dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu’anhu ,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb [Allah] tabaroka wa ta’ala.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Kabir, lihat Shahih at-
Targhib [1/532])
*Kedermawanan Sahabat Utsman ra*
DULU, di Madinah, tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama :Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.
Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah, dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Di waktu waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya, dan rakyat Medinahpun terpaksa harus tetap membelinya. karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.
Melihat kenyataan ini, *Rasulullah* berkata, "kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga". Seorang sahabat nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya, dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.
Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma, "aku akan membeli setengah dari sumur mu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya" Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.
Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki. Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari kesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi. Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya. Tentu saja Usman harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.
Hari ini, sumur tersebut dikenal dengan nama Sumur Usman, atau The Well of Usman. Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara di dunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu, dan pendidikan. Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua di dunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang di saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun (atau setara 200 Milyar pertahun)
Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa?
Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama *Shadaqatun Jariyah* sedekah berkelanjutan.
Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.
Masya' Allah
*Semoga berguna... Aamiin.*
READ MORE - BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN
 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman