Selasa, 22 November 2016

PENGAKUAN BERSALAH


205.Renungan Siang !!!
*ANCAMAN HUKUM ALLAH SWT*

1.Ingat balasan
ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﺇِﻥْ ﺗَﻚُ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝَ ﺣَﺒَّﺔٍ ﻣِﻦْ ﺧَﺮْﺩَﻝٍ
ﻓَﺘَﻜُﻦْ ﻓِﻲ ﺻَﺨْﺮَﺓٍ ﺃَﻭْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﺃَﻭْ ﻓِﻲ
ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻳَﺄْﺕِ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻄِﻴﻒٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ
“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan)
seberat biji sawi, dan berada dalam batu
atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya
(membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha
Halus lagi Maha Mengetahui”
(QS. Luqman: 16).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ini adalah
wasiat yang amat berharga yang Allah ceritakan tentang Lukman Al Hakim supaya setiap orang bisa mencontohnya …
Kezholiman dan dosa apa pun walau seberat biji sawi, pasti Allah akan
mendatangkan balasannya pada hari kiamat
ketika setiap amalan ditimbang. Jika amalan
tersebut baik, maka balasan yang diperoleh
pun baik. Jika jelek, maka balasan yang diperoleh pun jelek”
( Tafsir Al Qur’an Al
‘Azhim , 11: 55)
2.Berbuat jahat pasti terbalas
ﻣَﻦْ ﻳَﻌْﻤَﻞْ ﺳُﻮﺀًﺍ ﻳُﺠْﺰَ ﺑِﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺠِﺪْ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟِﻴًّﺎ ﻭَﻟَﺎ
ﻧَﺼِﻴﺮًﺍ
“Barangsiapa yang melakukan kejahatan (maksiat dan dosa), niscaya akan diberi pembalasan dengan
kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan
tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah”. (QS An Nisa’ 123)
Para shahabat menyatakan bahwa inilah ayat Al
Qur’an yang paling berat bagi mereka, sebagaimana
diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Aisyah
mengatakan kepada Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bahwa inilah ayat Al Qur’an yang terasa paling berat bagi dirinya. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 hal 558)
4.Pengakuan bersalah
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻇَﻠَﻤْﻨَﺎ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻨَﺎ ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺗَﺮْﺣَﻤْﻨَﺎ ﻟَﻨَﻜُﻮﻧَﻦَّ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮِﻳﻦَ
“Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami
sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami
termasuk orang-orang yang merugi”.
(QS Al A’raf 23)
"MENENTUKAN SIKAP"
Ketika orang senyum ramah dan bersikap respek pada Anda, spontan Anda akan membalas dengan senyuman, respek dan merasa bahagia.
Ketika orang berbicara ketus, bersikap menghina, Anda pun membalas dengann ketus, balik menghina dan sakit hati.
Anda telah MEMBIARKAN orang lain MENENTUKAN  sikap Anda.
Anda menjadi baik karena orang baik pada Anda.
Anda menjadi jahat karena orang menjahati Anda.
Anda jujur karena lingkungan jujur.
Anda licik karena lingkungan licik.
Anda berjudi karena orang berjudi.
Anda beramal karena orang beramal kepada Anda.
Anda baik bukan karena Anda baik,tapi karena orang lain baik.
Anda kejam bukan karena Anda jahat,tapi karena orang lain kejam lalu Anda menjadi kejam.
Di mana diri Anda?
Di mana kesadaran dan kepribadian Anda?
Anda tidak mempunyai kepribadian,orang lain yang menentukan kepribadian Anda.
Anda tidak punya sikap, lingkungan yang memberi Anda sikap.
Anda tidak menjadi tuan bagi diri Anda, orang lain dan lingkungan yg menjadi tuan atas diri Anda.
Inilah bedanya dengan orang bijak:
ORANG BIJAK melakukan kebaikan bukan karena dunia baik padanya,
ORANG BIJAK melakukan kebaikan walaupun dunia menjahatinya.
BILA ADA ORANG MENJAHATI ANDA, ITU URUSAN ORANG TERSEBUT.
BILA KITA MELAKUKAN KEBAIKAN, ITU KARENA KESADARAN KITA AKAN MANFAAT KEBAIKAN ITU SENDIRI.
BUKAN ORANG LAIN, TAPI ANDA SENDIRI YANG MENENTUKAN SIKAP DAN PERBUATAN ANDA!!
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA!
*Semoga berguna... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman