Jumat, 11 November 2016

HAUL DAN MILAD


Seputar Haul dan Milad

ﻣﺎ ﺟﻠﺲ ﻗﻮﻡ ﻳﺬﻛﺮﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻴﻘﻮﻣﻮﻥ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﺎﻝ
ﻟﻬﻢ ﻗﻮﻣﻮﺍ ﻗﺪ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻜﻢ ﺫﻧﻮﺑﻜﻢ ﻭﺑﺪﻟﺖ ﺳﻴﺌﺎﺗﻜﻢ
ﺣﺴﻨﺎﺕ . ‏[ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ ﻭﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ‏]
Artinya : “Tiada suat kaum yang berkumpul dalam satu majelis untuk berdzikir kepada Allah kemudian mereka bubar
sehingga diundangkan kepada mereka “bubarlah
kamu”, sungguh Allah telah mengampuni dosa-dosamu
dan kejahatan-kejahatanmu telah diganti dengan kebaikan-kebaikan”.
(HR. Thabarani danBaihaqi)
ﺫﻛﺮ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻛﻔﺎﺭﺓ،
ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺻﺪﻗﺔ، ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻳﻘﺮﺑﻜﻢ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻨﺔ .
‏[ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺪﻳﻠﻤﻲ ‏] ﺍﻫـ ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ : 158
Artinya : “Menyebut-nyebut para Nabi itu termasuk ibadah,
menyebut-nyebut para shalihin itu bisa menghapus
dosa, mengingat kematian itu pahalanya seperti
bersedekah dan mengingat alam kuburitu bisa
mendekatkan kamu dari surga”. (HR. Dailami)
*Pengertian Haul*
Haul dalam pembahasan ini diartikan dengan
makna setahun. Jadi peringatan haul maksudnya ialah suatu peringatan yang diadakan setahun sekali bertepatan dengan wafatnya seseorang yang
ditokohkan oleh masyarakat, baik tokoh perjuangan atau tokoh agama/ulama kenamaan.
*Tujuan Diadakannya Peringatan Haul*
Peringatan haul ini diadakan karena adanya
tujuan yang penting yaitu mengenang jasa dan hasil
perjuangan para tokoh terhadap tanah air, bangsa
serta umat dan kemajuan agama Allah, seperti
peringatan haul wali songo, para haba'ib dan ulama
besar lainnya, untuk dijadikan suri tauladan oleh
generasi penerus.
*Rangkaian Kegiatan yang dilaksanakan dalam Acara
Haul*
a. Ziarah ke makam sang tokoh dan membaca
dzikir , tahlil, kalimah thayyibah serta membaca Al- Qur’an secara berjama’ah dan do’a b er s ama dimakam;
b. Diadakan majlis ta'lim, mau'idzoh hasanah dan
pernbacaan biografi sang tokoh/manaqib s eorang
wali/ulama atau haba’ib;
c. Dihidangkan sekedar makanan dan minuman
dengan niat selamatan/shodaqoh ‘anil mayit.
*Hukum Mengadakan Peringatan Haul*
Selama dalam peringatan haul itu tidak ada hal
yang menyimpang dari tujuan sebagaimana yang
disabdakan oleh Nabi atau yang difatwakan oleh para
ulama, maka haul hukumnya jawa z (boleh). Jadi, salah besar jika ada orang yang mengatakan bahwa secara mutlak peringatan haul itu hukumnya haram atau
mendekati syirik.
Peringatan Haul ini dilaksanakan dengan
berdasarkan hadits fi’ly Nabi Muhammad
SAW.
ﻋﻦ ﺍﻟﻮﺍﻗﺪﻯ ﻗﺎﻝ : ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﻳﺰﻭﺭ ﺷﻬﺪﺁﺀ ﺃﺣﺪ ﻓﻰ ﻛﻞ
ﺣﻮﻝ ﻭﺍﺫﺍ ﺑﻠﻎ ﺭﻓﻊ ﺻﻮﺗﻪ ﻓﻴﻘﻮﻝ : ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﻤﺎ
ﺻﺒﺮﺗﻢ ﻓﻨﻌﻢ ﻋﻘﺒﻰ ﺍﻟﺪﺍﺭ . ﺛﻢ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻳﻔﻌﻞ ﻣﺜﻞ ﺫﻟﻚ
ﺛﻢ ﻋﻤﺮ ﺛﻢ ﻋﺜﻤﺎﻥ . ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻰ .
Artinya :Al Waqidi berkata : Nabi Muhammad SAW. selalu mengunjungi /
berziarah ke makam Syuhada’ perang Uhud,
setelah beliau sampai beliau mengeraskan
suara seraya berdo’a “keselamatan bagimu
(wahai ahli uhud) dengan kesabaran – kesabaran yang telah kalian perbuat,inilah (surge) sebaik – baik tempat kembali.
(kemudian)Sayyidina Abu Bakar pun melakukannya setiap tahun, (begitu juga)
Sayyidina Umar dan Utsman”
(HR. Imam Bukhori).
Dapat dipahami dari hadits tersebut, bahwa
mengadakan peringatan Haul hukumnya
sunnah karena mengikuti sunnah Nabi, dan
pada dasarnya peringatan Haul adalah mendoakan mayyit pada setiap ulang tahun kematiannya.
*Makna Milad*
ﻭَﺇِﺫْ ﺗَﺄَﺫَّﻥَ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻟَﺌِﻦْ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻟَﺄَﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ ۖ ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺇِﻥَّ
ﻋَﺬَﺍﺑِﻲ ﻟَﺸَﺪِﻳﺪٌ
Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan,
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku
akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika
kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-
Ku sangat berat. [Ibrâhîm/14:7]
Baik milad, maulid, maulud berasal dari bahasa arab
yang dibentuk dari kata dasar yang sama yakni
walada. Kata maulid dan milad merupakan nomina
waktu (isim zaman) yang bermakna 'masa kelahiran,
waktu kelahiran'. Kata milad lazim digunakan
organisasi keislaman. Kata itu juga bermakna waktu
kelahiran. Namun penggunaannya lebih umum dari pada maulid.
Dalam organisasi Muhammadiyah dan
anak organisasi kemahasiswaannya digunakan milad
untuk menyatakan hari kelahiran organisasi tersebut.
Sementara itu, maulid dalam bahasa Arab merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan masa
kelahiran Nabi MuhammadSAW.
*Menurut Din Syamsuddin* (Ketua Umum PP
Muhammadiyah) menjelaskan, lahirnya
Muhammadiyah yakni saat tahun 1912 masehi serta
th. ini berumur 101 th.. Menurut dia, walau umur
Muhammadiyah sudah beberapa ratus tahun, tetapi organisasi kemasyarakatan tersebut tetap terus eksis sampai waktu ini.
Din Syamsuddin menambahkan saat di Gedung PP
Muhammadiyah, Menteng, Jakarta "Muhammadiyah
mau menetapkan prinsip untuk gerakan pencerajan
untuk membantu penduduk keluar dalam kegelapan
untuk mencapai kecerahan.
*Acara syukuran* itu di isi oleh beragam hiburan
yang memiliki nuansa Islami. Tarian Saman
memulai rangkaian Syukuran Milad 101-104 tahun Muhammadiyah yang lalu diikuti oleh tampilan dari
gabungan nada mahasiswa-mahasiswai Kampus Muhammadiyah Jakarta.
Haul yang diadakan oleh warga NU bertujuan memperingati seorang tokoh masyarat,ulama yang sangat berjasa terhadap pembinaan umat dan bangsa menuju manusia yang mulia dan bertaqwa kepada Allah swt dengan acara yang islami khususnya mengenang jasa jasanya dan mendoakannya.
Sedangkan Milad bertujuan memperingati kelahiran suatu organisasi tertentu seperti Muhammadiyah dengan acara yang islami dan rasa syukur kepada Allah swt sekaligus mengaminkan doa hasanah dunia dan akhirat serta selamat dari api neraka.
Jadi haul memperingati tokoh ulama tertentu seperi haulnya Gus Dur dll. Sedangkan milad yang diperingati adalah organisasinya seperti milad Muhammadiyah.
*Semoga bermanfaat... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman