Kamis, 27 Oktober 2016

BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN


148.Renungan Malam !!!
*KEUNTUNGAN BERBISNIS DENGAN ALLAH SWT*

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﺷْﺘَﺮَﻯ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻬُﻢْ
ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺄَﻥَّ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻳُﻘَﺎﺗِﻠُﻮﻥَ ﻓِﻲ
ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻴَﻘْﺘُﻠُﻮﻥَ ﻭَﻳُﻘْﺘَﻠُﻮﻥَ ﻭَﻋْﺪًﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﺣَﻘًّﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺠِﻴﻞِ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁَﻥِ ﻭَﻣَﻦْ
ﺃَﻭْﻓَﻰ ﺑِﻌَﻬْﺪِﻩِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺎﺳْﺘَﺒْﺸِﺮُﻭﺍ ﺑِﺒَﻴْﻌِﻜُﻢُ
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﺎﻳَﻌْﺘُﻢْ ﺑِﻪِ ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻔَﻮْﺯُ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ
Artinya: Sesungguhnya Allah membeli dari
orang-orang yang beriman akan jiwa dan harta mereka dengan (imbalan)
bahwasannya bagi mereka surga.
Mereka berperang di jalan Allah lantas membunuh atau terbunuh. Ini sebagai
janji yang benar dalam Taurat, Injil dan
Al-Qur’an. Dan, siapa yang lebih menunaikan janjinya dari pada Allah?
Maka bergembiralah dengan jual beli
yang kalian lakukan itu. Dan itulah keuntungan yang besar.( attaubat:111)
Dialog antara Abdullah dengan Rasulullah SAW di
atas menjadi sebab turunnya ( asbabul al nuzul)
firman Allah SWT:
Sesungguhnya Allah membeli dari
orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka
dengan memberikan surga untuk mereka ... (QS. At
Taubah: 111).
Ayat ini menjelaskan tentang penghargaan Allah SWT terhadap para syuhada.
Namun bila dimaknai dalam konteks kehidupan, ayat tersebut menjelaskan proses transaksi atau jual beli antara orang-orang mukmin dengan Allah SWT.
Rukun jual beli dalam ayat tersebut terpenuhi.
Pertama, penjual yakni orang-orang mukmin.
Kedua , pembeli yakni Allah SWT.
Ketiga, barang yang diperjual-belikan. Ayat di atas menjelaskan dua barang yang diperjual-belikan, yaitu diri ( anfusahum) dan harta ( amwaalahum).
Keempat, harganya yaitu
surga ( jannah).
Dan Kelima , harus ada ijab-qabulnya.
Melalui ayat 111 surat At Taubah tersebut,
sesungguhnya merupakan tawaran dari Allah SWT
kepada orang mukmin untuk menjual diri dan harta mereka dengan rela (ikhlas).
Menariknya, dalam jual beli yang menentukan harga
barang biasanya penjual dan pembeli yang menawar.
Namun, jual beli dengan Allah SWT sebaliknya,
pembelilah yang menentukan harga barang dan penjual tidak boleh lari dari harga yang ditawar.
Mengapa? Karena pembeli yaitu Allah SWT, telah
menawar diri dan harta orang Mukmin dengan harga yang sangat tinggi di dunia dan akhirat, yaitu surga.
Orang yang beriman tidak mungkin menawar harga
diri dan hartanya dengan harga yang sangat murah
berupa neraka.
Ingatlah, tidak semua diri dan harta manusia akan
dibeli oleh Allah SWT. Sebagaimana tidak semua
barang yang dijual di pasar akan dibeli oleh
pengunjung. Diri dan harta yang akan dibeli dengan
harga surga adalah, diri dan harta yang suci. Allah
SWT mengingatkan: Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan dirinya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya (QS. Asy Syams: 9-10).
Allah SWT menyeru: Bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi (QS. Ali Imran: 133). Dan, Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang
sebenarnya
(QS. At Tahrim: 8).
Rasulullah SAW
bersabda, Setiap anak Adam (manusia) bersalah,
sebaik-baik yang bersalah adalah yang bertobat
kepada Allah SWT
(HR. Ahmad)
Sedangkan menyangkut harta, Rasulullah SAW
mengingatkan:
”Barangsiapa yang mengumpulkan
harta haram lalu menyedekahkannya, ia tidak akan
mendapatkan pahala darinya dan dosanya
dibebankan kepadanya” (HR. Ibnu Hibban).
*Keutamaan Bersedekah diantaranya:*
1.Allah Pasti Membalasnya
Allah ta’ala berfirman,
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧﻔَﻘْﺘُﻢ ﻣِّﻦ ﻧَّﻔَﻘَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻧَﺬَﺭْﺗُﻢ ﻣِّﻦ ﻧَّﺬْﺭٍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻪُ
“Apapun infak yang kalian berikan atau nadzar apapun yang kalian canangkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
(QS. Al-Baqarah: 270)
2.Allah Pasti Menggantinya
Allah ta’ala berfirman,
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧﻔَﻘْﺘُﻢ ﻣِّﻦ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻳُﺨْﻠِﻔُﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﺯِﻗِﻴﻦَ
“Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti
akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik
pemberi rizki .”
(QS. Saba’: 39)
3.Memadamkan Kemurkaan Allah
Dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu’anhu ,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb [Allah] tabaroka wa ta’ala.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Kabir, lihat Shahih at-
Targhib [1/532])
*Kedermawanan Sahabat Utsman ra*
DULU, di Madinah, tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama :Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.
Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah, dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Di waktu waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya, dan rakyat Medinahpun terpaksa harus tetap membelinya. karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.
Melihat kenyataan ini, *Rasulullah* berkata, "kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga". Seorang sahabat nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya, dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.
Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma, "aku akan membeli setengah dari sumur mu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya" Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.
Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki. Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari kesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi. Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya. Tentu saja Usman harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.
Hari ini, sumur tersebut dikenal dengan nama Sumur Usman, atau The Well of Usman. Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara di dunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu, dan pendidikan. Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua di dunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang di saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun (atau setara 200 Milyar pertahun)
Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa?
Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama *Shadaqatun Jariyah* sedekah berkelanjutan.
Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.
Masya' Allah
*Semoga berguna... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman