Kamis, 27 Oktober 2016

ANEKA RIZKI


147.Renungan Pagi !!!
*MACAMNYA NIKMAT*

ﻟَﻘَﺪْ ﻣَﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺇِﺫْ ﺑَﻌَﺚَ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻣِّﻦْ
ﺃَﻧﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻳُﺰَﻛِّﻴﻬِﻢْ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻬُﻢُ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ
ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻭَﺇِﻥ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣِﻦ ﻗَﺒْﻞُ ﻟَﻔِﻲ ﺿَﻠَﺎﻝٍ ﻣُّﺒِﻴﻦٍ
“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada
orang-orang yang beriman ketika (Allah) mengutus
seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya,
mensucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan
kepada mereka Kitab (Al-Qur-an) dan Hikmah
(As-Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka
benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
[Ali ‘Imran: 164]
1.Teruji jihad dan kesabarannya
ﺃَﻡْ ﺣَﺴِﺒْﺘُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗَﺪْﺧُﻠُﻮﺍ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻟَﻤَّﺎ ﻳَﻌْﻠَﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺟَﺎﻫَﺪُﻭﺍ
ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻢَ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮِﻳﻦَ
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
Surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-
orang yang berjihad di antara kamu, dan belum
nyata orang-orang yang sabar.” [Ali ‘Imran/3: 142]
2.Islam/Shalat / jihad puncaknya
ﺭَﺃْﺱُ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻭَﻋَﻤُﻮْﺩُﻩُ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ ﻭَﺫِﺭْﻭَﺓُ ﺳَﻨَﺎﻣِﻪِ
ﺍﻟْـﺠِﻬَﺎﺩُ ﻓِـﻲ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ .
“… Pokoknya perkara adalah Islam, tiangnya
adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad fii
sabiilillaah.” [HR Ahmad]
*Mensyukuri Nikmat Allah swt.*
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓِ ﺍﻟْﻤَﺘِﻴﻦُ
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (QS. Adz Dzariyat:58)
Rezeki yang Allah berikan kepada makhluk ada dua
bentuk :
1. Rezeki yang sifatnya umum ( ﺍﻟﺮﺯﻕ ﺍﻟﻌﻢ )
Yakni segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi
badan,  berupa harta, rumah, kendaraan, kesehatan,
dan selainnya, baik berasal dari yang halal maupun
haram. Rezeki jenis ini Allah berikan kepada seluruh makhluk-Nya, baik orang muslim maupun orang kafir.
Banyaknya pemberian jenis rezeki yang pertama ini
tidak menunjukkan kemuliaan seseorang di sisi Allah.
Begitu pula sedikitnya rezeki dunia yang Allah berikan kepada seseorang tidak menunjukkan kehinaan orang
tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﺍﻟْﺈِﻧﺴَﺎﻥُ ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎ ﺍﺑْﺘَﻠَﺎﻩُ ﺭَﺑُّﻪُ ﻓَﺄَﻛْﺮَﻣَﻪُ ﻭَﻧَﻌَّﻤَﻪُ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺭَﺑِّﻲ
ﺃَﻛْﺮَﻣَﻦِ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎ ﺍﺑْﺘَﻠَﺎﻩُ ﻓَﻘَﺪَﺭَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺭِﺯْﻗَﻪُ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺭَﺑِّﻲ ﺃَﻫَﺎﻧَﻦِ
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu
dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi
rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku ”
(QS. Al Fajr :15-16)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah Ta’ala berfirman mengingkari keyakinan (sebagian) manusia. (Maksud ayat ini) bahwasanya jika Allah
meluaskan rezeki mereka tujuannya adalah untuk
menguji mereka dengan rezeki tersebut. Sebagian
orang meyakini bahwa rezeki dari Allah merupakan
bentuk pemuliaan terhadap mereka. Namun yang
benar bukanlah demikian, bahkan rezeki tersebut
merupakan ujian dan cobaan untuk mereka
sebagaimana firman Allah :
. ﻧُﺴَﺎﺭِﻉُ ﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺑَﻞ ﻟَّﺎ ﻳَﺸْﻌُﺮُﻭﻥَ . ﺃَﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻤَﺎ
ﻧُﻤِﺪُّﻫُﻢ ﺑِﻪِ ﻣِﻦ ﻣَّﺎﻝٍ ﻭَﺑَﻨِﻴﻦَ
“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti
bahwa),Kami bersegera memberikan kebaikan-
kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka
tidak sadar”
(QS. Al Mu’minun:55-56) .
Banyak sedikitnya rezeki duniawi adalah ujian semata,bukan standar kecintaan Allah terhadap hamba.
Rezeki harta sebagai ujian Allah atas hamba-Nya,
untuk mengetahui siapakah di antara hambanya yang
bersyukur dan bersabar.
2. Rezeki yang sifatnya khusus ( ﺍﻟﺮﺯﻕ ﺍﻟﺨﺎﺹ )
Yakni segala sesuatu yang membuat tegak agama
seseorang. Rezeki jenis ini berupa ilmu yang
bermanfaat dan amal shalih serta semua rezeki halal yang membantu seseorang untuk taat kepada Allah.
Inilah rezeki yang Allah berikan khusus kepada orang-orang yang dicintai-Nya. Inilah rezeki yang hakiki, yang
menghantarkan seseorang akan mendpat kebahagiaan
dunia akherat.
Rezeki jenis ini Allah khususkan bagi orang-orang mukmin. Allah menyemprunakan keutamaan bagi
mereka, dan Allah anugerahkan bagai mereka surga di hari akhir kelak. Allah Ta’ala berfirman,
ﻭَﻣَﻦ ﻳُﺆْﻣِﻦ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻳَﻌْﻤَﻞْ ﺻَﺎﻟِﺤﺎً ﻳُﺪْﺧِﻠْﻪُ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻣِﻦ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ
ﺍﻟْﺄَﻧْﻬَﺎﺭُ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺑَﺪﺍً ﻗَﺪْ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﺭِﺯْﻗﺎً
“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan
mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan
memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan
rezki yang baik kepadanya “ (QS. Ath Thalaq:11).
ﻭَﺁﺗَﺎﻛُﻢ ﻣِّﻦ ﻛُﻞِّ ﻣَﺎ ﺳَﺄَﻟْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻭَﺇِﻥ ﺗَﻌُﺪُّﻭﺍْ ﻧِﻌْﻤَﺖَ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻻَ ﺗُﺤْﺼُﻮﻫَﺎ
ﺇِﻥَّ ﺍﻹِﻧﺴَﺎﻥَ ﻟَﻈَﻠُﻮﻡٌ ﻛَﻔَّﺎﺭٌ
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu)
dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan
jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat
Allah). ” (QS. Ibrahim:34)
*Keutamaan bertasbih...*
ﻣَﻦْ ﺳَﺒَّﺢَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓِﻲ ﺩُﺑُﺮِ ﻛُﻞِّ ﺻَﻠَﺎﺓٍ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ ﻭَﺛَﻠَﺎﺛِﻴﻦَ ﻭَﺣَﻤِﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ
ﻭَﺛَﻠَﺎﺛِﻴﻦَ ﻭَﻛَﺒَّﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ ﻭَﺛَﻠَﺎﺛِﻴﻦَ ﻓَﺘْﻠِﻚَ ﺗِﺴْﻌَﺔٌ ﻭَﺗِﺴْﻌُﻮﻥَ ﻭَﻗَﺎﻝَ
ﺗَﻤَﺎﻡَ ﺍﻟْﻤِﺎﺋَﺔِ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ
ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﻏُﻔِﺮَﺕْ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻩُ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻣِﺜْﻞَ ﺯَﺑَﺪِ
ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ
“Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x,
bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x
setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga
berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang
keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu
laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa
‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan
diampuni meskipun sebanyak buih di lautan .” (HR. Muslim no. 597).
Malam harinya Rasul datang menemui Siti Fatimah, saat ia dan suaminya, Ali bin Abi Thalib hendak berbaring tidur. Sabda Rasul kepada Fatimah dan
Ali: ”Maukah kalian berdua aku ajarkan perkara yang
lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian telah
berada di tempat tidur bacalah takbir 33 kali, tasbih 33 kali dan tahmid 33 kali. Itu semua lebih baik buat kalian dari pada seorang pembantu.” (HR Bukhori).
Dalam hadis lain disebutkan. Pernah datang
sekelompok orang miskin mengadu kepada Nabi
SAW. Mereka mengadu karena orang-orang kaya
dengan hartanya bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Orang kaya dapat melaksankan shalat, seperti juga orang miskin
melakukannya. Orang kaya berpuasa, orang miskin
juga berpuasa. Namun orang-orang kaya memiliki
kelebihan disebabkan hartanya sehingga dapat
menunaikan ibadah haji dan umrah, juga dapat
bersedekah dan berjihad.
Mendengar aduan mereka, Rasul SAW bersabda,
“Maukah aku sampaikan kepada kalian amalan yang
dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada
yang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadi
yang terbaik di antara kalian dan mereka, kecuali
mengerjakan amalan berikut, yaitu, kalian baca
tasbih, tahmid, takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali…”
(HR Bukhori)
Dalam hadis riwayat lain disebutkan, bahwa ketiga
kalimat tersebut merupakan salah satu macam cara
untuk bersedekah sebagaimana aduan orang-orang miskin tentang orang kaya yang bisa mendermakan
hartanya. Sabda Nabi SAW: “Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah.” (HR Muslim)
*Semoga bermanfaat... Aamiin.*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman