Senin, 19 September 2016

TAFSIR YASIN AYAT 48 -59





Tafsir Yasin Ayat 48-59
HARI KEBANGKITAN DAN PERHITUNGAN AMAL


وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٨) مَا يَنْظُرُونَ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (٤٩) فَلا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (٥٠) وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (٥١) قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (٥٢) إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (٥٣) فَالْيَوْمَ لا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٥٤
Terjemah Surat Yasin Ayat 48-54
48. Dan mereka (orang-orang kafir) berkata[1], "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"
49. Mereka hanya menunggu satu teriakan,[2] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar[3].
50. Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat[4] dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya[5].
51. Lalu ditiuplah sangkalala[6], maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup) menuju (dengan segera) kepada Tuhannya.
52. [7]Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" [8]Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih[9] dan benarlah rasul- rasul(-Nya).
53. (Kebangkitan dari kubur) itu hanya dengan sekali teriakan saja, maka seketika itu mereka semua[10] dihadapkan kepada kami (untuk dihisab).
54. Maka pada hari itu seorang tidak akan dirugikan sedikit pun[11] dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan[12].
Keterangan

[1] Sambil mendustakan dan meminta disegerakan azab.
[2] Maksudnya, suara tiupan sangkalala pertama yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menghancurkan bumi ini.
[3] Yakni ketika mereka sedang lalai dan sibuk, baik dengan jual beli, tawar-menawar, makan, minum, dsb.
[4] Sedikit atau banyak.
[5] Dari pasar dan dari kesibukan mereka, bahkan mereka mati di tempat mereka berbisnis.
[6] Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua, di mana dengan tiupan ini bangkitlah orang-orang yang berada dalam kubur. Jarak antara tiupan pertama dengan tiupan kedua adalah 40, sebagaimana disebutkan dalam hadits. Wallahu a’lam, apakah 40 tahun, 40 bulan atau 40 hari.
[7] Pada hari itu, orang-orang yang mendustakan bersedih dan menampakkan penyesalan.
[8] Lalu dikatakan kepada mereka.
[9] Syaikh As Sa’diy berkata, “Jangan engkau kira bahwa disebutkan Ar Rahman (Yang Maha Pengasih) di sini hanya untuk memberitakan janji-Nya, bahkan untuk memberitahukan bahwa pada hari yang besar itu mereka akan melihat sebagian dari rahmat-Nya yang tidak pernah terlintas di pikiran dan tidak pernah disangka oleh orang-orang yang menyangka…dst.”
[10] Manusia dan jinnya.
[11] Yakni tidak akan dikurangi kebaikannya dan tidak akan ditambah keburukannya.
[12] Baik atau buruk. Barang siapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaknya ia memuji Allah terhadap hal itu, dan barang siapa yang mendapatkan kebalikannya, maka jangan ada yang ia cela selain dirinya.
Tafsirnya
Surah Yaa siin 51
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (51)
Setelah seluruh manusia mati pada tiupan sangkakala yang pertama, maka ditiuplah sangkakala kedua untuk membangkitkan seluruh manusia dari kuburnya.
Waktu itu bangkitlah seluruh manusia dan hidup kembali, mereka bangun dan bergegas-gegas menemui Allah Yang Maha Kuasa untuk menerima hisab mereka.
Ayat yang lain yang dimaksud dengan ayat ini ialah firman Allah SWT:

يوم يخرجون من الأجداث سراعا كأنهم إلى نصب يوفضون
Artinya:
(Yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia). (Q.S. Al Ma'arij: 43)

Surah Yaa siin 52
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (52)
Ayat ini menerangkan keheranan orang-orang kafir di waktu mereka dibangkitkan dari kubur, dengan mengatakan : "Aduhai celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?". Mereka heran dan tercengang karena mereka bangun dari tidur nyenyak mereka dan menghadapi malapetaka dan kesulitan yang mereka alami pada waktu itu.
Abu Saleh berkata: "Sesudah terjadi tiupan sangkakala pertama, maka diangkatlah azab dari segala isi kubur dan merasalah mereka seakan-akan sedang tidur nyenyak. Karena itu tatkala mereka dibangkitkan dari kubur setelah tiupan kedua, mereka bangun dan bertanya keheran-heranan" "Siapakah yang membangunkan kami dari tidur kami yang nyenyak itu?".
Menurut suatu riwayat bahwa yang dimaksud dengan bunyi sangkakala dalam ayat ini, ialah suara malaikat Israfil yang sangat keras yang menyerukan: "Wahai tulang belulang yang telah hancur lebur, Allah memerintahkan kamu semua supaya kamu berkumpul kembali seperti semula untuk menerima keputusan yang adil".
Dalam ayat ini orang-orang kafir menanyakan siapa yang membangkitkan itu dan menghidupkan kembali mereka pada hari berbangkit ini, tetapi pertanyaan mereka itu dijawab dengan menerangkan apa yang telah disampaikan kepada mereka dahulu waktu masih hidup di dunia.
Hal ini memberi pengertian bahwa seakan-akan Allah SWT menyuruh mereka mengingat apa yang pernah mereka lakukan dahulu terhadap para Rasul yang diutus kepada mereka.
Surah Yaa siin 53
إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (53)
Allah SWT menerangkan bagaimana mudahnya bagi-Nya membangkitkan seluruh manusia yang pernah ada dahulu sebelum datangnya Hari Kiamat.
Cukup dengan satu bunyi saja, maka hiduplah kembali seluruh manusia, dan berkumpul di hadapan Allah untuk diperhitungkan dan diputuskan perkara mereka.
Ayat yang lain yang maksudnya sama dengan ayat ini ialah; Firman Nya:

وما أمر الساعة إلا كلمح البصر أو هو أقرب إن الله على كل شيء قدير
Artinya:
Tidak adalah kejadian Hari Kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. An Nahl: 77)
Dan firman Nya:

فإنما هي زجرة واحدة فإذا هم بالساهرة
Artinya:
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (Q.S. An Naziat: 13-14)
Surah Yaa siin 54
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (54)
Kemudian Allah SWT menerangkan bahwa pada Hari Kiamat itu, setiap manusia akan menerima balasan semua perbuatan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, perbuatan baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda dan perbuatan buruk dan jahat akan dibalas dengan siksa yang seimbang dengan perbuatan itu. Sebagaimana sifat Allah SWT yang memberikan keputusan dengan adil maka pada hari itu pun Dia memberi keputusan dengan adil, karena itu seseorang tidak akan menerima pahala kebaikan yang dikerjakan orang lain, sebaliknya seseorang tidak akan menerima azab karena perbuatan jahat yang dilakukan orang lain.

 Surah Yaa siin 55
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (55)
Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang. beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan, di dalamnya mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar.
Waktu itu tidak terpikir olehnya azab yang sedang diderita orang-orang kafir yang terbenam dalam neraka. Yang dirasakan dan diingatnya hanyalah kegembiraan, kepuasan hati, bersama teman-temannya di dalam surga.


Surah Yaa siin 56
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (56)
Di dalam surga orang-orang yang beriman dan istri-istri mereka berada dalam taman-taman dengan pohon yang rindang, duduk di atas sofa dan tempat-tempat tidur, berbincang-bincang sambil menikmati berbagai macam rezeki yang mereka peroleh dari Tuhan mereka.
Dari perkataan "mereka dan istri-istri mereka" dipahami bahwa orang-orang yang beriman dalam surga memperoleh nikmat yang tiada taranya dan kenikmatan itu diperolehnya dalam berbagai macam bentuk. Ada yang dalam bentuk langsung mereka nikmati, seperti memperoleh tempat yang nyaman dan indah, merasakan makanan-makanan yang lezat dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan dan cita-cita mereka sebagai anggota atau kepala keluarga. Selama hidup di dunia mereka mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri yang cantik dart setia. Keinginan-keinginan mereka yang seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti.

Bahkan dalam ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, dan mereka dikumpulkan dengan orang-orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah SWT berfirman:

والذين ءامنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين
Artinya:
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.
Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (Q.S. At Tur: 21)


 Surah Yaa siin 57
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ (57)
Orang-orang yang beriman akan memakan bermacam-macam buah-buahan yang lezat di dalam surga, dan mereka akan memperoleh semua yang mereka inginkan.


Surah Yaa siin 58
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (58)
Yang mereka inginkan itu ialah salam dan Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka.
Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah SWT:

الذين تتوفاهم الملائكة طيبين يقولون سلام عليكم ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun alaikum", masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. An Nahl: 32)
Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.

 Surah Yaa siin 59
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ (59)
Dalam ayat ini Allah SWT, memerintahkan kepada orang-orang kafir agar segera berpisah dari orang-orang yang beriman dan masuk ke dalam neraka sebagai tempat yang telah disediakan bagi mereka.
Perintah ini disampaikan Allah SWT, sewaktu seluruh manusia telah selesai berhisab di padang mahsyar. Orang-orang yang beriman diperintahkan masuk ke dalam surga dan orang-orang kafir diperintahkan masuk ke dalam neraka.
Ayat lain yang searti dengan ayat ini, ialah firman Allah SWT:

احشروا الذين ظلموا وأزواجهم وما كانوا يعبدون من دون الله فاهدوهم إلى صراط الجحيم
Artinya:
(Kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka". (Q.S. As Saffat: 22-23)

Surah Yaa siin 60
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (60)
Keadaan mereka, (orang-orang kafir) digiring masuk neraka itu, Allah SWT menghardik dan mengingatkan mereka kepada perbuatan-perbuatan dosa yang pernah mereka kerjakan di dunia dengan mengatakan: "Bukankah dahulu pernah Aku wasiatkan kepadamu agar kamu jangan sekali-kali menyembah setan". Di samping itu telah Aka kemukakan kepadamu bukti-bukti yang kuat, akal pikiran, Aku utus Rasul kepadamu dengan membawa kitab yang berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sebenarnya dengan hidayah dan pengutusan Rasul itu telah cukup sebagai alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti keadaan sekarang ini".
Kemudian Allah SWT menerangkan sebab Dia melarang manusia mengikuti setan, yaitu karena Setan itu merupakan musuh yang nyata bagi manusia, permusuhan manusia dengan setan telah berlangsung sejak dahulu kala, yaitu sejak setan menyesatkan Adam dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan Allah SWT dari Surga. Sejak itu setan selalu berusaha dan berdaya upaya menyesatkan manusia.

Sumber:1.http://tafsiranmanusia.blogspot.co.id
2.http://www.tafsir.web.id
Jakarta 19/9/2016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman