Rabu, 21 September 2016

BERPEGANG TEGUH DENGAN AL-QUR'AN




BERPEDOMAN PADA AL-QUR’AN

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ ’{ال عـمران 103}

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya agar kamu mendapat petunjuk” (Q.S. Ali Imron ayat 103)
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. (QS al-Hujurat [49]: 10)
«اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضاً وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ»
Seorang mukmin untuk mukmin lainnya seperti satu bangunan, saling memperkuat satu bagian dengan bagian yang lain, dan beliau mengeratkan jari-jemari beliau[al-Hadits]
Muqaddimah
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah (QS Ali Imran [3]: 110)
“Rasulullah SAW bersabda: ‘Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang selama kalian berpegang teguh kepada keduanya maka niscaya kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnahku.’” (Riwayat Hakim)
Sebagai umat akhir zaman yang hidup di tengah-tengah fitnah yang semakin sulit diredam, baik yang terjadi akibat kesalahan kita sendiri ataupun akibat perbuatan orang lain, kita umat Islam mungkin perlu mengingat kembali pesan-pesan penting dalam warisan Rasulullah Muhammad SAW, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Karena memang hanya dengan kembali kepada dua sumber ajaran Islam itulah kita akan memperoleh panduan keselamatan dari Allah SWT, baik keselamatan dari fitnah perpecahan umat Islam itu sendiri; fitnah kesesatan dan penyimpangan aqidah; fitnah beragam berita rekayasa dan cerita dusta yang menyesatkan; ataupun fitnah-fitnah lain yang mengancam kemaslahatan kita umat Islam.
Maksud Hablillah
“tali Allah” adalah Al-Qur’an sesuai dengan hadits Harits Al A’war dari Ali yang diriwayatkan secara marfu’ tentang sifat Al-Qur’an disebutkan bahwa,

"
هُوَ حَبْلُ اللهِ المَتِيْنُ وَصِرَاطُهُ الْمُسْتَقِيْمَ"

(Al-Qur’an itu adalah tali Allah yang kokoh dan jalan-Nya yang lurus. )

Dalam hadits Abdullah yang di riwatkan oleh Ibnu mardawaih, bahwasannya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa salam bersabda:

[size=12]"
اِنََ هَذاَالْقُرْأَنَ هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمَتِيْنُ وَهُوَ النُّوْرُ الْمُبِيْنُ وَهُوَ الشِّفاَءُ النَّافِعُ عِصْمَةَ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِهِ وَنَجَاةً لِمَنِ اتَّبَعَهُ "[/size]

(“Sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali Allah yang kokoh, cahaya yang menerangi, penawar yang memberi manfaat, sebagai penjaga bagi orang yang berpegang teguh dengannya dan penyelamat bagi yang mengikutinya“)

Abu Ja’far Ath-Thobari meriwayatkan hadits ‘Athiyyah bin Abi Sa’id, bahwasannya Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda:

[size=12]"
كَتَبَ اللهُ هُوَ حَبْلُ اللهُ المَمْدُودُ مِنَ السَّـمَاءِ اِلَى الآَرْضِ"[/size]

(“Kitab Allah itu adalah tali Allah yang di ulurkan dari langit ke bumi “) Tafsir Ibnu Katsir I/388-389.

Menurut Ibnu Mas’ud, yang dimaksud “tali Allah” adalah Al-Jama’ah, Al-Qurthubi menyatakan, sesungguhnya Allah memerintahkan supaya bersatu padu dan melarang berpecah belah, karena perpecahan itu adalah kerusakan dan persatuan (Al-Jama’ah) itu adalah keselamatan. (Tafsir Qurthubi IV/159)

Sebagian Ulama ada yang mengatakan bahwa “tali Allah” itu adalah Dinnullah, menurut sebagian Ulama yang lain; Taat kepada Allah, Ikhlas dalam bertaubat, janji Allah. Al-Imaam Fakhrur Razi menyimpulkan bahwa seluruh penafsiran tersebut pada hakekatnya saling melengkapi, karena Al-Qur’an, janji Allah, Dinnullah, taat kepada Allah dan Al-Jama’ah dapat menyelamatkan orang yang berpegang teguh dengannya supaya tidak terjatuh kedalam dasar Neraka Jahannam, maka hal-hal tersebut dijadikan sebagai tali Allah agar mereka berpegang teguh dengannya (Tafsir Al-Kabir VIII/162-163).
Tafsir
Dalam Tafsir Jalalain diterangkan bahwa Allah berfirman: berpegang teguhlah kalian dengan agama Allah semuanya dan janganlah kalian berpecah-belah setelah Islam. Ingatlah nikmat Allah kepada kalian dimana kalian sebelum Islam bermusuhan lalu Allah mempersatukan hati kalian dengan Islam.   Sehingga dengan nikmat Allah itu kalian menjadi bersaudara dalam agama dan wilayah kekuasaan.  

Dalam Tafsir Al Wajiz  diterangkan bahwa Allah befirman kepada kaum Aus dan Khazraj, dua bangsa penyusun golongan sahabat Nabi yang merupakan penduduk pribumi kota Madinah yang dikenal sebagai kaum Anshar: Berpegang teguhlah kalian kepada dinullah dan janganlah kalian berpecah-belah sebagaimana keadaan kalian di zaman jahiliyah yang saling bunuh tanpa dasar agama Allah. Ingatlah nikmat Allah ke-pada kalian berupa dienul Islam.  Dimana di zaman jahiliyah kaum Aus berperang dengan kaum Khazraj sampai Allah SWT mempersatukan hati mereka dengan Islam sehingga hilang kedengkian dan mereka menjadi saudara yang saling menyayangi. Jadi pada zaman jahiliyah itu kalian berada di tepi jurang neraka, maka Allah menyelamatkan kalian dengan Islam dan Nabi Muhammad Saw. 

Al ustadz Muhammad Ali Asshabuniy dalam Shafwatut Tafaasiir  menerangkan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin: berpegang teguhlah dengan dienullah dan kitab-Nya semuanya dan janganlah kalian berpecah-belah dan janganlah berbeda-beda dalam agama sebagaimana perbedaan kaum sebelum kalian, yakni Yahudi dan Nasrani. Wahai orang-orang Arab, ingatlah nikmat-nikmat Allah kepada kalian ketika sebelum Islam kalian bermusuhan secara sengit lalu Allah SWT mempertautkan hati kalian dengan Islam dan mempersatukan  kalian dengan iman.  Dan hampir-hampir kalian jatuh ke dalam jurang neraka jahannam. Lalu Allah SWT menyelamatkan kalian dengan Islam.   Demikian terang penjelasan Allah, seperti itulah Allah menerangkan seluruh ayat-ayat-Nya. Semoga kalian mendapatkan petunjuk jalan kepada kebahagiaan dunia akhirat.
Az Zuhailiy dalam tafsirnya Al Munir menerangkan bahwa Allah SWT menjelaskan ayat wa'tashimu bihablillah jami'an dengan ayat waltakun minkum (QS. Ali Imran 104) dan menerangkan ayat walaa tafarraquu dengan ayat walaa takuunuu kalladziina tafarraqqu (QS. Ali Imran 105). Allah memerintahkan kita untuk berpegang teguh kepada Al Qur'an dan dinul Islam dan melarang berpecah-belah, kemudian menjelaskan kepada kita jalan persatuan dengan dakwah kepada Islam dan amar ma'ruf nahi munkar, yang mengingatkan kepada Allah dan hari akhir, serta memberikan petunjuk kepada syariat Islam, menghindarkan masyarakat dari penyimpangan, dengan tujuan untuk menjaga kesatuan umat, menjamin kehidupan dan kebutuhan masing-masing individu yang semua itu mengarah kepada kekuatan, kemajuan, dan keunggulan umat ini. 
 Imam Muslim meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah Saw. bersabda: Perumpamaan kaum mukmin dalam kehangatan, kasih sayang, dan saling merasakan dalam kehidupan meraka seperti satu tubuh.  Jika satu anggota tubuh mengeluh, maka seluruh jasad ikut mengaduh dengan demam dan tidak bisa tidur”.
Jakarta 22/9/2016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman