Jumat, 26 Agustus 2016

PENYESALAN MANUSIA




TAFSIR YASIN AYAT 28 SD 32


وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ  (٢٨) إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ (٢٩)يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ    (٣٠) أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لا يَرْجِعُونَ (٣١) وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ        (٣٢)
Terjemah Surat Yasin Ayat 28-32
28. [11]Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit[12] kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya[13].
29. Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati[14].
30. [15]Alangkah besar penyesalan[16] terhadap hamba-hamba itu[17], tiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya[18].
31. Tidakkah mereka[19] melihat[20] berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka[21].
32. Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada kami[22].
Tafsir Ayat Tersebut
[13] Karena tidak ada keperluan untuk itu. Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang demikian hebat, sedangkan manusia begitu lemah cukup dengan menimpakan sedikit azab yang dapat membinasakan mereka. Azab tersebut adalah satu teriakan saja yang dilakukan oleh sebagian malaikat Allah, yaitu malaikat Jibril ‘alahis salam.
[14] Mereka tidak bersuara dan tidak bergerak lagi setelah sebelumnya bersikap angkuh dan sombong, serta menyikapi makhluk yang mulia (para rasul) dengan sikap yang buruk.
[15] Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menaruh kasihan kepada hamba-hamba itu.
[16] Yakni alangkah besar kesengsaraan mereka.
[17] Yang mendustakan para rasul lalu mereka dibinasakan.
[18] Inilah sebab yang mebuat mereka dibinasakan dan mendapatkan penyesalan.
[19] Yakni mereka yang mendustakan rasul.
[20] Yakni memperhatikan dan mengambil pelajaran dari umat-umat sebelum mereka yang sama-sama mendustakan rasul, di mana Allah Subhaanahu wa Ta'aala membinasakan mereka dan menimpakan azab-Nya.
[21] Maksudnya mereka semua binasa dan tidak akan kembali ke dunia. Oleh karena itu, tidakkah mereka mengambil pelajaran.
[22] Di mauqif (padang mahsyar) setelah dibangkitkan untuk dihisab dan diberikan keputusan yang adil yang tidak ada kezaliman sedikit pun. Jika amalnya baik, maka Allah akan melipatgandakannya dan akan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya, dan jika amalnya buruk, maka Dia akan membalas dengan balasan yang sesuai.
وَمَا اَنْزَلْنَا عَلَئ قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ
Artinya: dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia [meninggal] suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
Perjuangan indah Habib an-Najjar telah selesai dan ia telah mendapatkan yang yang terbaik dari Allah Swt. Ayat ke 28 surat ini merupakan ketetapan Allah Swt kepada penduduk Antiokhiah setelah peninggalan Habib an-Najjar. Ketetapan tersebut adalah bahwa Allah akan memperlihatkan hasil dari apa yang telah dilakukan oleh penduduk Antiokhiah berupa azab. Karena memang tidak ada yang pantas untuk mereka terima selain itu. Di samping itu Allah juga ingin memperlihatkan kekuasaan-Nya kepada mereka dan umat-umat sesudahnya, kekuasaan yang di perlihatkan kepada mereka adalah bahwa Allah tidak perlu mengerahkan kekuatan langit [jundin min as-sama-i] untuk membinasakan mereka. Dan memang Kami tidak layak untuk menurunkanya.
اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خَمِدُوْنَ
Artinya: tidak adalah siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
Shaihatan sebagai mana telah penulis sebutkan diatas, dalam 13 kali kata tersebut diulang pada dasarnya ia dapat dibagi menjadi dua pengertian. Pertama, shaihatan bermakna azab dan yang kedua, tiupan sangkakala, baik sangkakal pertama [menghancurkan] maupun kedua [membangkitkan]. Dalam ayat diatas konteksnya adalah azab. Penggunaan kata shaihah sebagai azab hemat penulis lebih memperlihatkan kepada betapa mudahnya Allah untuk membinasakan mereka. Karena suara dalam pandangan umum manusia adalah sesuatu yang sangat lemah, apalagi untuk membinasakan. Apa yang Allah perbuat terhadap penduduk Antiokhiah hemat penulis sama dengan peristiwa yang menimpa pasukan Abrahah.
Kata shaihatan dalam ayat diatas di perkuat lagi oleh kata waahidatan. Suara yang menggambarkan sesuatu yang lemah, dan itu tidak perlu dilakukan dengan berulang-ulang, cukup dengan satu teriakan saja tiba-tiba mereka semuanya mati. Huruf Fa diatas, memberi kesan bahwa antara teriakan dan kematian berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
Kata khamiduun turut menambah kesan betapa dahsyatnya suatu teriakan tersebut yang membuat mereka dengan cepat mati sebagaimana padamnya nyala api, bahkan dalam surat al-Anbiya ayat 15 sebagaimana telah disebutkan diatas, Allah menggambarkan mereka dengan hashiidan khaamidiin yaitu tanaman yang telah dituai dan tidak mungkin hidup kembali.
يَحَسْرَةً عَلَئ الْعِبَادِ مَا يَأ تِيْهِمْ مِنْ رَسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهِ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Artinya: alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tidak datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-oloknya.
Ayat ini menggambarkan betapa besarnya penyesalan yang akan diderita oleh penduduk Antiokhiah karena perlakuan mereka memperolok-olok rasul. Mereka menolak hidayah yang seharusnya menjadi penuntun dalam kehidupan, dan sarana untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kembali kepada ayat diatas, kata yastahziun sebagaimana telah disebutkan di awal terulang sebanyak 14 kali dalam al-Quran. Hal-hal yang menjadi objek untuk mereka perolok-olok menurut informasi ayat-ayat diatas adalah, al-Quran, rasul, hari akhir, Azab/balasan Tuhan dan ayat-ayat Allah.
Gambaran penyesalan penduduk Antiokhiah sebagaimana di paparkan dalam ayat ke 30 diatas, tidak hanya bermuatan cerita masa lalu, melainkan sebuah cara Tuhan untuk mencegah manusia dari penyesalan yang tidak berguna. Penyesalan bisa menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat manakala kemunculannya lebih awal. Yang perlu di lakukan adalah meninjau kembali apa saja yang telah, sedang dan yang akan kita perbuat, apakah hal-hal tersebut benar-benar bermuara kepada kebaikan yang kita inginkan atau sebaliknya.
Dari ayat-ayat diatas dapat diambil kesimpulan yaitu:
1. Hal-hal yang menjadi penyebab mereka dibinasakan yaitu, karena dosa-dosa mereka, mereka berbuat zhalim/aniaya, melampaui batas, mereka tidak mau beriman, serta tidak mau mengikuti orang-orang yang memberikan peringatan.
2. Tujuannya adalah, menjadi pelita bagi manusia [basha-ir], petunjuk [hudan] rahmat dan agar mereka mengingat dan mengambil pelajaran serta tanda-tanda [ayat] bagi orang yang berakal. Lihat sajadah ayat 26 dan Thaha, ayat 128.
Annahum ilaihim laa yarji’uun, sesungguhnya mereka tidak kembali kepada mereka. Mereka penduduk Antiokhiah tersebut karena kebinasaan yang ditimpakan kepada mereka, akibatnya tidak dapat kembali kepada rasul-rasul itu. Ini berarti bahwa mereka tidak dapat kembali kepada kebenaran.
وَ ِانْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيْعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ
Artinya: dan tidaklah mereka semua kecuali dikumpulkan kepada Kami lagi di hadirkan
Ayat ini merupakan ancaman bagi para pendurhaka, bahwa mereka baik yang telah mati maupun yang hidup sekarang nanti di padang Mahsyar mereka semuanya akan dikumpulkan dan dihadirkan untuk di mintai pertanggung jawaban terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Kata muhdharun adalah isim maf’ul dari hadhara, yang berarti orang-orang yang di hadirkan. Kesan yang dimunculkan oleh kata ini sama dengan ayat-ayat sebelumnya dengan menyebutkan turja’un/ kalian akan dikembalikan. Karena mereka para pendurhaka tidak mungkin dengan kesadaran mau kembali kepada Allah, melainkan harus dikembalikan. Ini sebagaimana telah penulis sebutkan sebelumnya disebabkan karena mereka menganggap dunia dengan segala isinya lebih baik dari pada akhirat.
Sumber:1.https://jasdibahrun.wordpress.com

JAKARTA 26/8/2016

3 komentar:

  1. Kalau bahas masalah kubuh jadi ngeri. mudah udahan kita selamat dari kengerian akhiran aamiin ,


    http://www.obatmaagkronisampuh.web.id/khasiat-gamat-emas/

    BalasHapus
  2. Kunjungi website kami sangat bermanfaat https://goo.gl/bXBWzE

    BalasHapus
  3. http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/
    http://tokogamat.com/2017/01/09/penyebab-asam-lambung/

    BalasHapus

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman