Selasa, 09 Agustus 2016

NESIHAT ULAMA




PETUAH PARA ULAMA
     

لا يُقبل قول إلا بعمل، ولا يستقيم قول وعمل إلا بنية، ولا يستقيم قول وعمل ونية إلا بمتابعة السنة.
Tidak diterima ucapan tanpa perbuatan, tidak akan lurus (benar) ucapan dan perbuatan tanpa niat, dan tidak lurus (benar) ucapan, perbuatan dan niat, kecuali dengan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW”. (Imam Sufyan Ats-Tsauriy)
لايدرك النائم أنه يحلم إلا بعد أن يستيقظ  وكذلك الغافل عن الآخرة لايدرك ماضيع إلا بعد أن يأتيه الموت . اللهم لا تجعلنا من الغافلين
“Orang yang tidur tidak akan tahu kalau dirinya sedang bermimpi kecuali setelah bangun, begitu juga orang yang lupa (lalai) akan akhirat tidak akan tahu kalau dirinya sedang menyia-nyiakan amal akhirat, kecuali setelah datangnya kematian.
Ya Allah jangan jadikan kami orang-orang pelupa (lalai)”. (Syaikh Sami al-Musaithir)
اعلم ان الباب الاعظم الذي يدخل منه إبليس على الناس هو الجهل
“Ketahuilah, sesungguhnya pintu terbesar manusia yang dimasuki oleh iblis adalah kebodohan” (al-Hafidz Imam Ibnul Jauzi al-Hanbali)
من اشتغل بنفســه شغل عن الناس
“Barang siapa sibuk dengan dirinya sendiri maka orang tersebut akan jauh dari mencari kekurangan orang lain”. (Abu Sulaiman Ad-Darani)

غضب الاشراف يضهر فى افعالها # وغضب السفهاء يضهر فى السنتها
"Marahnya orang yang mulia bisa terlihat dari sikapnya, dan marahnya orang yang bodoh terlihat dari ucapan lisannya" (Imam Syafi’i)
وأفضل العلم علم الحال ... وأفضل العمل حفظ الحال
"Ilmu yang paling utama adalah ilmu hal (tingkah laku) ... dan amal yang paling utama adalah menjaga tingkah laku”.
(Syaikh Ahmad Az-Zarnuji berkata didalam Ta'lim Al Muta'allim)
من علامة اتباع الهوى المسارعة إلى نوافل الخيرات و التكاسل عن القيام بالواجبات
“Diantara tanda seseorang mengikuti nawa nafsu adalah bersegera melakukan amaliyah-amaliyah yang sunnah namun malas untuk menegakkan yang bersifat wajib” (Syaikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandariy)
إن ليلة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كانت ليلة شريفة عظيمة مباركة سعيدة على المؤمنين، طاهرة، ظاهرة الأنوار جليلة المقدار
Maulid Nabi menurut Ibnu Katsir: “Sungguh malam kelahiran Nabi SAW adalah malam yang sangat mulia dan banyak berkah dan kebahagiaan bagi orang mukmin dan malam yang suci, dan malam yang terang cahaya, dan malam yang sangat agung”.
[Lihat kitab Maulid iIbnu Katsir 19],

عن أبي هريرة، رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " كن ورعاً تكن أعبد الناس، وكن قنعاً تكن أشكر الناس؛ وأحب للناس ما تحب لنفسك تكن مؤمناً وأحسن من جاورك تكن مسلماً، وأقل الضحك، فن كثرة الضحك تميت القلب " .
“Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda "Jadilah orang wara' (menjaga diri dari dosa kecil dan perkara hina) maka kamu akan jadi orang yang paling giat beribadah, jadilah orang qana'ah (menerima dan ridla atas rizqi yang berikan Allah kepadanya) maka kamu akan menjadi orang yang paling bersyukur, cintailah orang lain sperti kami mencintari dirimu niscaya kamu akan jadi orang mukmin sejati, berbuat baiklah dengan tetangga niscaya kamu akan menjadi muslim sejati, kurangi tertawa, sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati” (RISALAH AL-QUSYAIRIYYAH)
انَّ اْلحَقَّ يَضْعُفُ بِاْلإِخْتِلاَفِ وَاْلإِفْتِرَاقِ وَاَنَّ اْلبَاطِلَ قَدْ يَقْوى بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِتِّفَاقِ
“Sesungguhnya kebenaran dapat menjadi lemah karena perselisihan dan perpecahan dan kebathilan sebaliknya dapat menjadi kuat dengan persatuan dan kekompakan" (Kalam Sayyidina 'Ali Karramallahu Wajhah, disebutkan didalam kitab Qanun Asasi Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari)

يحيى بن معاذ الرازي يقول : ليكن حظ المؤمن منك ثلاثة : إن لم تنفعه فلا تضره ، وإن لم تفرحه فلا تغمه ، وإن لم تمدحه فلا تذمه .
Yahya bin Mu'adz Ar-Razi menasehatkan : “Hendaknya kamu mempunyai tiga sikap terhadap sesama mukmin: kalau kamu belum mampu memberinya manfaat, maka janganlah kau beri dia kesusahan, kalau kamu mampu membuatnya gembira janganlah kau buat dia sedih, kalau kamu belum bisa memujinya maka janganlah kau mencela”.
وعلى عباد الله الصالحين: وهم القائمون بحقوق الله تعالى وحقوق العباد
“Orang-orang sholih adalah mereka yang memenuhi/menegakkan hak-hak Allah Ta'ala dan hak-hak sesama hamba”.
(Minhaj al-Qowim Ibnu Hajar al-Haitami hal 44)
العلم والعمل والاخلاص والخوف – فمن لم يعلم فهو أعمى ومن لم يعمل بماعلم فهو محجوب ومن لم يخلص العمل فهو مغبون ومن لم يلازم الخوف فهو مغرور. (روضة الطالبين – ج 1 / ص 3-4)
"Ilmu, amal, ikhlas, dan khauf (takut kepada Allah) – Barangsiapa yang tidak berilmu dia adalah buta, barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya dia adalah terhijab (tertutup), barangsiapa yang tidak ikhlas dalam beramal dia adalah terlena, dan barangsiapa yang tidak senantiasa khauf (takut kepada Allah) dia adalah tertipu" (Raudlatuth Thalibin - Taman Para Santri 1 : 3-4)

اعلم أن مذهبَ أهل الحق من المحدّثين والفقهاء والمتكلمين من الصحابة والتابعين ومن بعدهم من علماء المسلمين أن جميع الكائنات خيرها وشرَّها، نفعَها وضَرّها كلها من الله سبحانه وتعالى، وبإرادته وتقديره
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya Madzhab Ahlul haqq dari kalangan ahli hadits , ahli fiqih , ahli ilmu kalam dari kalangan shahabat , tabi'in dan orang-orang sesudah mereka dari kalangan Ulama'nya umat Islam adalah sesungguhnya semua yang ada (terjadi) , yang baik , yang buruk , yang manfaat , yang madlorrot , semuanya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dengan Irodah (Kehendak)Nya dan TaqdirNya" (Al-Adzkar | Imam al-Nawawiy al--Syafi'iy al-Asy'ariy)

والعمل الصالح هو وصف عام لك عمل يفيد العباد والبلاد وينفع المجتمع والفرد في الحال والإستقبال
"Adapun amal salih adalah sifat yang umum pada setiap perbuatan yang memberi faidah kepada sesama hamba dan negara, dan memberi manfa'at kepada masyarakat baik individu, sekarang dan masa datang" (Hadlratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari)
Sumber:http://www.madinatuliman.com
Jakarta 11/8/2016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman