Rabu, 25 November 2015

WIRID AL-FATIHAH






KEAJAIBAN SURAT AL-FATIHAH ?

Muqaddimah
Surat ini disebut Al Fatihah karena sebagai pembuka dalam mushaf. Al Fatihah adalah surat pertama dalam mushaf Al Qur’an. Surat ini disebut pula Sab’ul Matsaani karena terdiri dari tujuh ayat. Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam ayat,
وَلَقَدْ آَتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآَنَ الْعَظِيمَ
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.” (QS. Al Hijr: 87). Surat Al Fatihah itulah yang disebut sab’ul matsaani. Dalam Zaadul Masiir disebutkan bahwa yang dimaksudkan sab’ul matsaani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) adalah Fatihatul Kitab. Pendapat ini dipilih oleh ‘Umar bin Al Khottob, ‘Ali bin Abi Tholib, salah satu pendapat Ibnu Mas’ud dan pendapat yang banyak dinukil dari Ibnu ‘Abbas, juga menjadi pendapat Abu Hurairah, Al Hasan Al Bashri dan Sa’id bin Jubair dalam salah satu pendapatnya dan lainnya.
Al Fatihah disebut pula dengan Al Matsaani karena surat tersebut dibaca berulang kali dalam setiap raka’at. Begitu pula surat tersebut disebut Ummul Qur’an (induk Al Qur’an) karena induknya sesuatu berarti yang menjadi tempat rujukan. Makna Al Qur’an semuanya kembali pada surat ini.
Antara Aku dan hambaKu ?
Al Fatihah disebut pula Ash Shalah karena surat Al Fatihah disebutkan dalam hadits qudsi berikut dengan penyebutan tersebut,
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ
Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat menjadi dua bagian antara Aku dan antara hamba-Ku. Bagi hamba-Ku apa yang mereka minta ….” (HR. Muslim no. 395).
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِدَاجٌ – ثَلاَثًا – غَيْرُ تَمَامٍ ». فَقِيلَ لأَبِى هُرَيْرَةَ إِنَّا نَكُونُ وَرَاءَ الإِمَامِ. فَقَالَ اقْرَأْ بِهَا فِى نَفْسِكَ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَىَّ عَبْدِى – فَإِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ ».
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang shalat lalu tidak membaca Ummul Qur’an (yaitu Al Fatihah), maka shalatnya kurang (tidak sah) -beliau mengulanginya tiga kali-, maksudnya tidak sempurna.” Maka dikatakan pada Abu Hurairah bahwa kami shalat di belakang imam. Abu Hurairah berkata, “Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan ’alhamdulillahi robbil ‘alamin (segala puji hanya milik Allah)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmanir rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyebah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’, Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin’ (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”  (HR. Muslim no. 395).
Tafsir ayat ke 5 ?


Faedah berikutnya kita kaji dari ayat iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ayat ini mengandung makna di antaranya bahwa kita hanya beribadah kepada Allah saja, tidak boleh berbuat syirik kepada-Nya dengan sesuatu apa pun.
Berikut ayat yang kita kaji faedahnya kali ini,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah: 5)
Dalam ayat iyyaka na’bud, hanya kepadaMu-lah kami beribadah terdapat kandungan tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Sedangkan dalam ayat iyyaka nasta’in (hanya kepadaMu-lah kami meminta pertolongan) terdapat kandungan tauhid rububiyah.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah adalah mengesakan Allah dalam perbuatan hamba yaitu ibadah hanya ditujukan pada Allah saja. Kandungan tauhid ini terdapat dalam iyyaka na’budu karena ayat ini berarti kita hanya menyerahkan ibadah kepada Allah saja.
Adapun tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah dalam perbuatan Allah, yaitu dalam hal penciptaan, pemberian rizki, pengatur alam semesta, dan penguasa jagad raya. Dan memberi pertolongan termasuk dalam perbuatan Allah. Pembahasan tauhid rububiyah ini terdapat dalam iyyaka nasta’in karena ayat ini berarti kita hanya meminta pertolongan pada Allah semaata. Sehingga dalam ayat kelima dari surat Al Fatihah terdapat kandungan dua macam tauhid yaitu tauhid uluhiyah dan tauhid rububiyah. Sehingga kita mesti mengesakan Allah dalam ibadah dan juga dalam perbuatan Allah.
Keistimewaan al-Fatihah ?
Adapun keistimewaan dan khasiat membaca surat Al-Fatihah jika dibandingkan dnegan surat yang lainnya.
1.      Kebaikan orang tersbeut diterima oleh Allah SWT.
2. Seluruh dosanya yang ada di dunia diampuni.
3. Akan selamat lidah mereka dari api neraka yang sangat panas.
4. Akan terhindar dari murka Allah SWT.
5. Mampu berjumpa dengan Allah SWT.
6. Terbebas dari azab ketika ia dikubur nanti.
7. Mendapat derajat yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak membaca, nanti ketika di surga.
8. Keutamaan dan khasiat membaca surat Al-Fatihah sebelum tidur mampu membuat seseorang aman dari segala hal, kecuali kematian.
9. Rumah yang sering dibacakan Al-Fatihah dan Al-Ikhlas akan bebas dari kefakiran, serta akan berlimpah kebaikan.
10. Membaca Al-Fatihah sudah seakan-akan menyedekah emas di jalan Allah.
11. Satu ayat dari surat Al-Fatihah menutup satu pintu neraka bagi orang tersbeut.
12. Membaca surat Al-Fatihah dengan ayat kursi dan dua ayat surat aL-Imran ketika shalat akan dibalas di surga.
13. Manfaat membaca Al-Fatihah yang terakhir adalah kita seakan telah membaca kitab injil, zabur, taurat. Quran, suhuf Ibrahim dan suhuf Idris sebanyak 7 kali.
Khasiyat al-Fatihah ?
Nabi Muhammad saw pernah bersabda:
"Membaca Faatihah Al-Quran (surat al-Fatihah) pahalanya seperti sepertiga Al-Quran"
"Faatihah itu pembukaan maksud bagi orang-orang mukmin."
Di bawah ini beberapa khasiat dari surat al-Fatihah:

1.        Barang siapa membaca surah Al-Fatihah dalam kondisi berwudhu sebanyak 70 kali setiap hari selama tujuh hari lalu ditiupkan pada air yang suci lalu diminum maka ia akan memperoleh ilmu dan hikmah serta hatinya dibersihkan dari pikiran yang rusak.

2.        Barang siapa yang membaca 'Al-Faatihah' diwaktu hendak tidur, Surah 'Al-Ikhlas' sebanyak 3 kali dan Mu'awwidzatain (Al muawwidzatain artinya dua surat terakhir dari Al-qur'an yaitu: Surat 113: Al-Falaq dan Surat 114 : An-Naas) maka ia akan aman dari segala hal selain ajal. Dan siapa berhajat (berkeinginan sesuatu) kepada Allah swt maka olehnya dibaca surah Al-Faatihah sebanyak 41 kali diantara shalat sunat Subuh dan shalat fardu Subuh sampai 40 hari (tidak lebih) kemudian memohon kepada Allah swt maka InsyaAllah ia penuhi kebutuhan hidupnya.

3.        Barangsiapa membaca Faatihah serta Bismillah diantara sunat Subuh dan fardu Subuh dengan Istiqomah maka kalau ia inginkan pangkat terkabullah itu, dan kalau ia fakir maka akan kaya, serta jika ia punya hutang maka mampu membayarnya, dan kalau ia sakit maka akan sembuh serta kalau ia punya anak maka anaknya itu menjadi anak yang sholeh, berkat surah Al-Faatihah.

4.        Barang siapa mengamalkan bacaan surat Al-Fatihah sebanyak 20 kali setiap selesai sholat fardu lima waktu maka Allah swt luaskan rezekinya, memperbaiki akhlaknya, memudahkan urusannya, hilangkan keperihatinannya dan kesusahannya, menganugerahkan apa yang ia angan-angankan, mendapatkan berbagai berkat dan kemuliaan, jadikan ia berwibawa, berpangkat luhur, berpenghidupan baik dan anak-anaknya terlindung dari kemudharatan dan kerusakan serta dianugerahi kebahagiaan dan sebagainya.
Doa untuk Pengobatan ?
Pada zaman sekarang di kalangan kaum santri, Surat Al Fatihah sering juga dibaca ketika melakukan ruqyah pada seseorang yang sakit. Tapi ternyata pada zaman Rasulullah Saw, surat al Fatihah pernah digunakan untuk mengobati orang yang sakit parah karena disengat kalajengking, sebagaimana telah masyhur dalan suatu riwayat hadits shahih.
dalam riwayat hadits shahih, Surat Al Fatihah ini pernah dibacakan ketika para sahabat Rasulullah Saw mencoba menyembuhkan orang yang terkena sengatan kalajengking, dan inilah manfaat surat Al Fatihah untuk penyembuhan pada masa itu. Karena dengan izin Allah SWT maka orang yang terkena sengatan kalajengking tadi sembuh setelah dibacakan Surat Al Fatihah.
Alasan lain mengapa seorang Muslim disarankan banyak membaca surat al Fatihah dalam masa hidupnya adalah karena ternyata surat Al Fatihah memiliki kandungan do’a untuk meminta petunjuk langsung kepada Allah, doa itu dipanjatkan kepada Allah untuk kebaikan diri si pembaca dan umat Islam demi lancarnya urusan kebaikan.
Untuk mendapatkan pemahaman dari khasiat dan atau manfaat bacaan surat Al Fatihah bisa dilakukan dengan melakukan pengkajian mendalam terhadap tafsir surat Al Fatihah. Sudah banyak ulama Islam yang telah menuliskan penjelasannya dalam beberapa kitab tafsir yang secara khusus membahas surat Al Fatihah ini. Dari beberapa kajian dan penjelasan para Ulama Islam, ternyata banyak yang bisa diambil manfaatnya dari surat Al Fatihah. Melalui pengkajian kitab-kitab tersebut, kita bisa lebih mengetahui keutamaan dan khasiat membaca surat Al Fatihah.
Sumber:1.http://www.islam-institute.com
2.http://rumaysho.com 3.www.dream.co.id
4.doawiridamalan.blogspot.com
Jakarta 26/11/2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman