Rabu, 25 November 2015

TASAWUF SUNNI




MEMAHAMI TASAWUF SUNNI ?



Muqaddimah
Al-qur'an merupakan kitab Allah Yang di dalamnya terkandung Ajaran Muatan-Muatan Islam, baik aqidah, syari'ah maupun muamalah. Ketiga Muatan tersebut Banyak tercermin hearts ayat-ayat Yang termaktub dalam al-qur'an. Ayat-ayat al-qur'an ITU, di Satu Sisi memang ADA Yang Perlu dipahami SECARA tekstual-lahiriyah, tetapi di Sisi Lain JUGA ADA HAL Yang Perlu dipahami SECARA kontekstual-Rohaniyah. Sebab, jika ayat-ayat al-qur'an dipahami SECARA lahiriyah Saja, akan terasa Anda kaku, Dinamis Kurang, Dan TIDAK mustahil akan ditemukan Persoalan Yang TIDAK DAPAT diterima SECARA psikis.
SECARA Umum, Ajaran Islam mengatur Kehidupan Yang bersifat lahiriyah Dan batiniyah. Pemahaman Terhadap Unsur Kehidupan Yang bersifat batiniyah PADA gilirannya melahirkan tasawuf. 2 Unsur Kehidupan tasawuf Suami mendapat Perhatian Yang Cukup gede dari Sumber Ajaran Islam, al-qur'an Dan sunnah, Serta peraktek Kehidupan nabi Dan para sahabatnya.
Pengertian Tasawuf Sunni ?
Tasawwuf sunni ialah aliran tasaawuf  yang berusaha memadukan asapek hakekat dan syari'at,
yang senantiasa memelihara sifat kezuhudan dan mengkonsentrasikan pendekatan diri kepada allah, dengan berusaha sungguh-sugguh berpegang teguh terhadap ajaran al-Qur'an, Sunnah dan Shirah para sahabat.
Dalam kehidupan sehari-hari para pengamal tasawwuf ini berusaha untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat keduniawian, jabatan, dan menjauhi hal-hal yang  dapat mengganggu kekhusua’an ibadahnya.
Latar Belakang Timbulnya Tasawuf Sunni ?
Latar belakang munculnya ajaran ini tidak telepas dari pecekcokan masalah aqidah yang  melanda para ulama' fiqh dan tasawwuf lebih-lebih pada abad  kelima hijriah aliran syi'ah al-islamiyah yang berusaha untuk memngembalikan kepemimpinan kepada keturunan Ali Bin Abi Thalib. Dimana syi’ah lebih banyak mempengaruhi para sufi dengan doktrin bahwa imam yang ghaib akan pindah ketangan sufi yang layak menyandang gelar waliyullah, dipihak lain para sufi banyak yang dipengaruhi oleh filsafat Neo-Platonisme yang memunculkan corak pemikiran taawwuf falsafi yang tentunya sangat bertentangan dengan kehidupan para sahabat dan tabi’in. dengan ketegangan inilah muncullah sang pemadu syari’at dan hakekat yaitu Imam Ghazali yang selalu memagari pemikirannya dengan Al-Qur’an, Hadits dan ditambah dengan doktrin Ahlusunnah Wal jama’ah  .
Pada intinya tasawuf ini sangat menolak pendekatan kepada allah SWT dengan akal rasio, sebagaimana yang dikatakan Harun Nasution yang mengomentari pendapat Dzun An-Nun Misri tentang pengetahuan ( makrifat), Bahwa makrifat   yang paling tertinggi  ialah yang diperoleh oleh para wali Allah  ( sufi).
Pertentangan ini nampak jelas pada perkataan Junaid Al- Baqhdati ” seandainya aku jadi hakim niscaya akan aku penggal kepala orang yang mengatakan tidak ada yang maujud terkecuali Allah”
Tokoh-tokoh Tasawuf Sunni ?
Munculnya aliran-aliran tasawuf ini tidak terlepas dari tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya. Begitu juga sama halnya dengan Tasawuf sunni. Diantara sufi yang mempunyai ajaran sama dengan Tasawuf sunni ( berpegang teguh kepada Qurdis dan shirah nabawiyah) dan menjadi tokoh tasawuf sunni adalah:

1.   Hasan al-Basri.
Hasan al-Basri adalah seorang sufi angkatan tabi’in, seorang yang sangat taqwa, wara’ dan zahid. Nama lengkapnya adalah Abu Sa’id al-Hasan ibn Abi al-Hasan. Lahir di Madinah pada tahun 21 H tetapi dibesarkan di Wadi al-Qura. Setahun sesudah perang Shiffin dia pindah ke Bashrah dan menetap di sana sampai ia meninggal tahun 110 H. setelah ia menjadi warga Bashrah, ia membuka pengajian disana karena keprihatinannya melihat gaya hidup dan kehidupan masyarakat yang telah terpengaruh oleh duniawi sebagai salah satu ekses dari kemakmuran ekonomi yang dicapai negeri-negeri Islam pada masa itu. Garakan itulah yang menyebabkan Hasan Basri kelak menjadi orang yang sangat berperan dalam pertumbuhan kehidupan sufi di bashrah. Diantara ajarannya yang terpenting adalah zuhud serta khauf dan raja’.
Dasar pendiriannya yang paling utama adalah zuhud terhadap kehidupan duniawi sehingga ia menolak segala kesenangan dan kenikmatan duniawi.
Prinsip kedua Hasan al-Bashri adalah al-khouf dan raja’. Dengan pengertian merasa takut kepada siksa Allah karena berbuat dosa dan sering melalakukan perintahNya. Serta menyadari kekurang sempurnaannya. Oleh karena itu, prinsip ajaran ini adalah mengandung sikap kesiapan untuk melakukan mawas diri atau muhasabah agar selalu memikirkan kehidupan yang akan dating yaitu kehidupan yang hakiki dan abadi.

2.   Rabiah Al-Adawiyah
Nama lengkapnya adalah Rabiah al-adawiyah binti ismail al Adawiyah al Bashoriyah, juga digelari Ummu al-Khair. Ia lahir di Bashrah tahun 95 H, disebut rabi’ah karena ia puteri ke empat dari anak-anak Ismail. Diceritakan, bahwa sejak masa kanak-kanaknya dia telah hafal Al-Quran dan sangat kuat beribadah serta hidup sederhana.
Cinta murni kepada Tuhan adalah puncak ajarannya dalam tasawuf yang pada umumnya dituangkan melalui syair-syair dan kalimat-kalimat puitis. Dari syair-syair berikut ini dapat diungkap apa yang ia maksud dengan al-mahabbah:
Kasihku, hanya Engkau yang kucinta,
Pintu hatiku telah tertutup bagi selain-Mu,
Walau mata jasadku tak mampu melihat Engkau,
Namun mata hatiku memandang-Mu selalu.
Cinta kepada Allah adalah satu-satunya cinta menurutnya sehingga ia tidak bersedia mambagi cintanya untuk yang lainnya. Seperti kata-katanya “Cintaku kepada Allah telah menutup hatiku untuk mencintai selain Dia”. Bahkan sewaktu ia ditanyai tentang cintanya kepad Rasulullah SAW, ia menjawab: “Sebenarnya aku sangat mencintai Rasulullah, namun kecintaanku pada al-Khaliq telah melupakanku untuk mencintai siapa saja selain Dia”. Pernyataan ini dipertegas lagi olehnya lagi mealui syair berikut ini: “Daku tenggelam dalam merenung kekasih jiwa, Sirna segalanya selain Dia, Karena kekasih, sirna rasa benci dan murka”.
Bisa dikatakan, dengan Al-Hubb ia ingin memandang wajah Tuhan yang ia rindu, ingin dibukakan tabir yang memisahkan dirinya dengan Tuhan.

3.   Dzun Al-Nun Al-Misri
Nama lengkapnya adalah Abu al-Faidi Tsauban bin Ibrahim Dzu al-Nun al-Mishri al-Akhimini Qibthy. Ia dilahirkan di Akhmin daerah Mesir. Sedikit sekali yang dapat diketahui tentang silsilah keturunan dan riwayat pendidikannya karena masih banyak orang yang belum mengungkapkan masalah ini. Namun demikian telah disebut-sebut oleh orang banyak sebagai seorang sufi yang tersohor dan tekemuka diantara sufi-sufi lainnya pada abad 3 Hijriah.

4. Abu Hamid Al-Ghazali
Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad. Karena kedudukan tingginya dalam Islam, dia diberi gelar Hujjatul Islam.Ayahnya, menurut sebagian penulis biografi, bekerja sebagai pemintal wol. Dari itulah, tokoh sufi yang satu ini terkenal dengan al-Ghazzali (yang pemintal wol), sekalipun dia terkenal pula dengan al-Ghazali, sebagaimana diriwayatkan al-Sam’ani dalam karyanya, al-Ansab, yang dinisbatkan pada suatu kawasan yang disebut Ghazalah. Al-Ghazali lahir di Thus, kawasan Khurasan, tahun 450 H (diriwayatkan pula dia lahir pada 451 H). menurut periwayatan al-Subki, dia serta saudaranya menerima pendidikan mistisnya dirumah seorang sufi sahabat ayahnya, setelah ayahnya meninggal dunia.
Di bidang tasawuf, karya-karya Al-Ghazali cukup banyak, yang paling penting adalah Ihya’ ‘Ulum al-Din. Dalam karyanya tersebut, dia menguraikan secara terinci pendapatnya tentang tasawuf, serta menghubungkannya dengan fiqh maupun moral agama. Juga karya-karya lainnya, al-Munqidz min al-Dhalal, dimana ia menguraikan secara menarik kehidupan rohaniahnya, Minhaj al-‘Abidin, Kimia’ al-Sa’adah, Misykat al-Anwar  dan sebagainya.

KARAKTERISTIK AJARAN POKOK DAN TOKOH ?

Karakteristik ajaran pokok para tokoh tasawuf sunni  yaitu tasawuf yang benar-benar mengikuti Al-qur’an dan Sunnah, terikat, bersumber, tidak keluar dari batasan-batasan keduanya, mengontrol prilaku, lintasan hati serta pengetahuan dengan neraca keduanya.
Sebagaimana ungkapan Abu Qosim Junaidi al-Bagdadi: “Mazhab kami ini (Tasawuf) terikat dengan dasar-dasar Al-qur’an dan Sunnah”, perkataannya lagi: “Barang siapa yang tidak hafal (memahami) Al-qur’an dan tidak menulis (memahami) Hadits maka orang itu tidak bisa dijadikan qudwah dalam perkara (tarbiyah tasawuf) ini, karena ilmu kita ini terikat dengan Al-Qur’an dan Sunnah.”. Tasawuf ini diperankan oleh kaum sufi yang mu’tadil (moderat) dalam pendapat-pendapattnya, mereka mengikat antara tasawuf mereka dan Al-qur’an serta Sunnah dengan bentuk yang jelas. Boleh dinilai bahwa mereka adalah orang-orang yang senantiasa menimbang tasawuf mereka dengan neraca Syari’ah..

Tasawuf ini berawal dari zuhud, kemudian tasawuf dan berakhir pada akhlak. Mereka adalah sebagian sufi abad kedua, atau pertengahan abad kedua, dan setelahnya sampai abad keempat hijriyah. Dan personal seperti Hasan Al-Bashri, Imam Abu Hanifa, al-Junaidi al-Bagdadi, al-Qusyairi, as-Sarri as-Saqeti, al-Harowi, adalah merupakan tokoh-tokoh sufi utama abad ini yang berjalan sesuai dengan tasawuf sunni. Kemudian pada pertengahan abad kelima hijriyah imam Ghozali membentuknya ke dalam format atau konsep yang sempurna, kemudian diikuti oleh pembesar syekh Toriqoh. Akhirnya menjadi salah satu metode tarbiyah ruhiyah Ahli Sunnah wal jamaah. Dan tasawuf tersebut menjadi sebuah ilmu yang menimpali kaidah-kaidah praktis.
        
Karakteristik dari ajaran tasawuf ini adalah
·         Ajarannya bener-bener menurut al-qur’an dan sunnah,terikat dan tidak keluar dari ajaran-ajaran syariah islamiah.
·         Lebih cenderung pads prilaku atau moral keagamaan dan pada pemikiran.
·         Banyak dikembangkan oleh kaum salaf.
·         Termotivasi untuk membersihkan jiwa yang lebih berorientasi pada aspek dalam yaitu  cara hidup yang lebih mengutamakan rasa,dan lebih mementingkan keagungan tuhan dan bebas dari egoisme.

Adapun  karakteristik ajaran para tokoh-tokoh tasawuf ini antara lain adalah:
•    Al Bashri Hasan
Karakteristik dasar pendiriannya yang paling utama adalah zuhud terhadap kehidupan dunawi sehingga ia menolak segala kesenangan dan kenikmatan duniawi. kedua adalah al-khouf dan raja’. Dengan pengertian merasa takut kepada siksa Allah karena berbuat dosa dan sering melalakukan perintahNya. Serta menyadari kekurang sempurnaannya. Oleh karena itu, prinsip ajaran ini adalah mengandung sikap kesiapan untuk melakukan mawas diri atau muhasabah agar selalu memikirkan kehidupan yang akan dating yaitu kehidupan yang hakiki dan abadi.
    1.Rabiah Al Adawiyah
Karakteristik ajarannya adalah Ia merupakan orang pertama yang mengajarkan al hubb dengan isi dan pengertian yang khas tasawuf.Cinta murni kepada Tuhan merupakan puncak ajarannya dalam tasawuf yang pada umumnya dituangkan melalui syair-syair dan kalimat-kalimat puitis. Bisa dikatakan, dengan al-hubb ia ingin memandang wajah Tuhan yang ia rindu, ingin dibukakan tabir yang memisahkan dirinya dengan Tuhan.
    2.Dzu Al Nun Al Misri
Karekteristik ajaran yang paling besar dan menonjol dalam dunia tasawuf adalah sebagai peletak dasar tentang jenjang perjalanan sufi menuju Allah,yang disebut Al maqomat. Beliau banyak memberikan petunjuk arah jalan menuju kedekatan dengan Allah sesuai dengan Pandangan sufi.
    3.Abu Hamid Al-Ghazali
Inti tasawuf Al Ghazali adalah jalan menuju Allah atau ma’rifatullah. Oleh karena itu,serial Al maqomat dan al ahwal,pada dasarnya adalah rincian dari metoda pencapaian
   4. Al-Qusyairi An-Naisabur
Imam Al-Qusyairy pernah mengkritik para sufi aliran Syathahi yang mengungkapkan ungkapan-ungkapan penuh kesan tentang terjadinya Hulul (penyatuan) antara sifat-sifat kemanusiaan, khususnya sifat-sifat barunya, dengan Tuhan. Al-Qusyairy juga mengkritik kebiasaan para sufi pada masanya yang selalu mengenakan pakaian layaknya orang miskin. Ia menekankan kesehatan batin dengan perpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Hal ini lebih disukainya daripada penampilan lahiriah yang memberi kesan zuhud, tapi hatinya tidak demikian. Dari sini dapat dipahami, Al-Qusyairy tidak mengharamkan kesenangan dunia, selama hal itu tidak memalingkan manusia dari mengingat Allah. Beliau tidak sependapat dengan para sufi yang mengharamkan sesuatu yang sebenarnya tidak diharamkan agama.

Tasawuf Abad ke 4/5 ?

Tahap keempat Yaitu PADA Abad ke-5 Hijriyah, PADA Abad Suami muncullah imam al-Ghazali Yang sepenuhnya Hanya MENERIMA tasawuf Yang berdasarkan al-qur'an dan al-Sunnah Serta bertujuan asketisme, Kehidupan sederhana, jiwa pelurusan Dan Pembinaan moral. Pengetahuan TENTANG tasawuf dikajinya DENGAN BeGiTu Mendalam. Di Sisi berbaring besarbesaran
melancarkan kritikan Tajam Kepada para filosof, kaum Mu'tazillah dan 16 Al-Ghazali lah Yang BERHASIL memancangkan perinsip-perinsip tasawuf Yang moderat bathiniyah., Yang seiring DENGAN Aliran ahlussunnah wal jamaah, Dan bertentangan DENGAN tasawuf al-Hallaj Dan Abu Yazid al-Bustami. 17 Tasawuf PADA Abad ke-5 H cenderung mengalami Pembaharuan, yakni DENGAN mengembalikannya KE Landasan al-qur'an dan al-sunnah.
Tahap Kelima, Yaitu Abad ke-6 Hijriyah. PADA ABAD Suami tasawuf sunni Semakin meluas Dan menyebar KE Seluruh pelosok duna Islam. Hal inisial Akibat Dari pengaruh Kepribadian al-Ghazali Yang BeGiTu gede tasawuf Bagi halaman WordPress. Keadaan Suami Memberi Peluang munculnya para tokoh sufi Yang mengembangkan tarekat-tarekat hearts Rangka mendidik para muridnya, seperti sayyid Ahmad al-Rifa'i (w.570 H), Dan sayyid Abdul Qadir Jaelani (w. 651 H) Yang Sangat terpengaruh Diposkan Garis tasawuf al-Ghazali. PILIHAN Yang sama dilakukan Generasi berikut, ANTARA berbaring Yang memucat menonjol Adalah Syeikh Abu Hasan al-Syadzili (w.650 H) Dan muridnya Abu Abbas al-Mursi (w. 686 H) Serta Ibnu attha Illah al-Sakandari (w. 709 H ). 18
Al-Ghazali dipandang sebagi pembela Terbesar tasawuf sunni. Pandangan tasawufnya seiring DENGAN para shufi Aliran Pertama, para shufi Abad ke-3 dan ke-4 Hijriyah. Ia Sering diklaim SEBAGAI Seorang shufi Terbesar Dan terkuat pengaruhnya hearts Khazanah ketasawufan di Dunia Islam. 19
Footnote
16.Diantara HAL-HAL Yang Menjadi kritkan Dan ketidaksetujuan (bahkan Memandang SEBAGAI Ahli bid'ah) al-Ghazali Terhadap para filosof...
17Prof. Dr. M. Solihin, M.Ag Dan Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, op.cit. hlm 65-66.
19. Prof. Dr. M. Solihin, M.Ag Dan Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, op.cit. hlm. 67.

Sumber:1.ubaidillahbekasi.blogspot.com

2.http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id
Jakarta 26/11/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman