Kamis, 26 November 2015

PEMBENARAN TASAWUF (1)




MENGENALI TASAWUF YANG BENAR (1) ?

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu sesuatu yang diyakini (kematian)” (QS. Al Hijr: 99).
Muqaddimah
Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa Arab: تصوف , ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Tarekat (pelbagai aliran dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau kombinasi dari beberapa tradisiPemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia.
Banyak pendapat yang pro dan kontra mengenai asal-usul ajaran tasawuf, apakah ia berasal dari luar atau dari dalam agama Islam sendiri. Berbagai sumber mengatakan bahwa ilmu tasauf sangat lah membingungkan.
Sebagian pendapat mengatakan bahwa paham tasawuf merupakan paham yang sudah berkembang sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah. Dan orang-orang Islam baru di daerah Irak dan Iran (sekitar abad 8 Masehi) yang sebelumnya merupakan orang-orang yang memeluk agama non Islam atau menganut paham-paham tertentu. Meski sudah masuk Islam, hidupnya tetap memelihara kesahajaan dan menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan keduniaan. Hal ini didorong oleh kesungguhannya untuk mengamalkan ajarannya, yaitu dalam hidupannya sangat berendah-rendah diri dan berhina-hina diri terhadap Tuhan. Mereka selalu mengenakan pakaian yang pada waktu itu termasuk pakaian yang sangat sederhana, yaitu pakaian dari kulit domba yang masih berbulu, sampai akhirnya dikenal sebagai semacam tanda bagi penganut-penganut paham tersebut. Itulah sebabnya maka pahamnya kemudian disebut paham sufi, sufisme atau paham tasawuf. Sementara itu, orang yang penganut paham tersebut disebut orang sufi.
Beberapa definisi sufisme ?
  • Yaitu paham mistik dalam agama Islam sebagaimana Taoisme di Tiongkok dan ajaran Yoga di India (Mr. G.B.J Hiltermann & Prof.Dr.P.Van De Woestijne).
  • Yaitu aliran kerohanian mistik (mystiek geestroming) dalam agama Islam (Dr. C.B. Van Haeringen).
Pendapat yang mengatakan bahwa sufisme/tasawuf berasal dari dalam agama Islam:
  • Asal-usul ajaran sufi didasari pada sunnah Nabi Muhammad. Keharusan untuk bersungguh-sungguh terhadap Allah merupakan aturan di antara para muslim awal, yang bagi mereka adalah sebuah keadaan yang tak bernama, kemudian menjadi disiplin tersendiri ketika mayoritas masyarakat mulai menyimpang dan berubah dari keadaan ini. (Nuh Ha Mim Keller, 1995)
  • Seorang penulis dari mazhab Maliki, Abd al-Wahhab al-Sha’rani mendefinisikan Sufisme sebagai berikut: “Jalan para sufi dibangun dari Qur’an dan Sunnah, dan didasarkan pada cara hidup berdasarkan moral para nabi dan yang tersucikan. Tidak bisa disalahkan, kecuali apabila melanggar pernyataan eksplisit dari Qur’an, sunnah, atau ijma.” [11. Sha’rani, al-Tabaqat al-Kubra (Kairo, 1374), I, 4.]
Pendapat Ulama tentang Tasawuf ?
1.Imam Abu Hanifah
(85 H -150 H) (Nu'man bin Tsabit - Ulama gede pendiri mazhab Hanafi)

Beliau Adalah murid Dari Ahli Silsilah Tarekat Naqsyabandi Yaitu Imam Jafar Shadiq sebagai ra. Berkaitan DENGAN HAL Suami, Jalaluddin Suyuthi sebagai Didalam kitab Durr al Mantsur, meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah Berkata, "Jika tidak KARENA doa Tahun, aku Telah celaka. KARENA doa Tahun Saya Bersama Sayyidina Imam Jafar Shadiq sebagai, Maka Saya get ilmu spiritual Yang MEMBUAT Saya LEBIH mengetahui jalan Yang benar ".
2.IMAM Maliki

(Malik bin Anas - Ulama gede pendiri mazhab Maliki) JUGA murid Imam Jafar Shadiq sebagai ra, mengungkapkan pernyataannya Yang mendukung Terhadap ilmu tasawuf SEBAGAI berikut:

"Man tasawaffa wa lam yatafaqa faqad tazandaqa, wa man tafaqaha wa lam yatasawaf faqad tafasaq, wa man tasawaffa wa taraqaha faqad tahaqaq".

Yang artinya: "Barangsiapa mempelajari / mengamalkan tasawuf Tanpa fiqih Maka dia Telah zindik, Dan barangsiapa mempelajari fiqih Tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa Yang mempelari tasawuf DENGAN Disertai fiqih dia Meraih Kebenaran Dan Realitas hearts Islam." (Ali al-Adawi hearts kitab Ulama fiqih, juz 2, hal. 195 Yang meriwayatkan Dari Imam Abul Hasan).
3.IMAM SYAFI'I (Muhammad bin Idris, 150-205 H)

Ulama gede pendiri mazhab Syafi'i Berkata, "Saya berkumpul Bersama sufi orang-orangutan Dan MENERIMA 3 ilmu:

1. Mereka mengajariku bagaimana berbicara

2. Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orangutan berbaring DENGAN kasih sayang Dan kelembutan hati

3. Mereka membimbingku KE hearts jalan tasawuf. "

(Riwayat Dari kitab Kasyf al-Khafa Dan Muzid al Albas, Imam 'Ajluni, juz 1, hal. 341)
4.IMAM AHMAD BIN Hanbal (164-241 H)

Ulama gede pendiri mazhab Hanbali Berkata, "Anakku, kamu Harus Duduk Bersama sufi orang-orangutan, KARENA mereka Adalah mata ilmu udara Dan mereka Selalu mengingat Allah hearts hati mereka.
Mereka Adalah orang-orangutan zuhud Yang memiliki kekuatan spiritual Yang tertinggi. Aku Tidak Melihat hal orangutan Yang Lebih Baik Dari mereka "(Ghiza al Albab, juz 1, HAL 120;.. Tanwir al Qulub, HAL 405, Syaikh Amin al Kurdi)
5. Imam Ghazali TENTANG tasawuf: "Saya industri tahu DENGAN Benar bahwa para Sufi Adalah para pencari jalan Allah, Dan bahwa mereka melakukan Yang Terbaik, Dan jalan mereka Adalah Jalan Terbaik, Dan akhlak mereka pagar suci. Mereka membersihkan hati mereka Dari selain Allah Dan mereka menjadikan mereka SEBAGAI jalan Bagi sungai untuk review mengalirnya kehadiran Ilahi [al-Munqidh min ad-dalal, hal. 131].
6.IMAM AL Qusyairi (465 H. / 1072 M)

Imam al-Qusyairi TENTANG Tasawuf: "Allah MEMBUAT golongan Suami Yang Terbaik Dari wali wali- Nya Dan Dia Mengangkat mereka di differences Seluruh hamba-hamba-Nya Sesudah para Rasul Dan Nabi, Dan Dia Memberi hati mereka rahasia Kehadiran Ilahi-Nya Dan Dia memilih Diantara mereka Umat-Nya Yang MENERIMA cahaya-Nya.
Mereka Adalah sarana Kemanusiaan, Mereka menyucikan Diri Dari Segala Hubungan DENGAN halaman WordPress Dan Dia Mengangkat mereka KE kedudukan tertinggi hearts penampakan (kasyaf).

7.IBNU Khaldun (733-808 H)

Ulama gede Dan filosof Islam Berkata, "Jalan sufi Adalah jalan salaf, yakni jalannya para ulama terdahulu di ANTARA para sahabat Rasulullah Saww, tabi'in, tabi'it-tabi'in Dan.
Asasnya Adalah Beribadah Kepada Allah Dan Meninggalkan Perhiasan Serta kesenangan halaman WordPress. "(Muqadimah ibn Khaldun, hal. 328)
8.Syeikh RASYID RIDHA

Dia Berkata, "Tasawuf Adalah shalat Satu pilar Dari agama pilar-pilar. Tujuannya Adalah untuk review membersihkan Diri danmempertanggung jawabkan Perilaku Sehari-hari Dan untuk review menaikan Manusia Menuju maqam spiritual Yang Tinggi "[Majallat al-Manar, Tahun Pertama hal. 726].
9.DR. YUSUF AL-Qardhawi

(Ketua Ulama Islam Internasional Dan JUGA Guru Besar Universitas Al Azhar - beliau merupakan shalat Seorang ulama Islam terkemuka Abad inisial) Didalam kumpulan fatwanya mengatakan: "Arti tasawuf hearts agama ialah memperdalam KE Arah Bagian ruhaniah, ubudiyyah, Dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan ITU."
Ajaran Tasawuf ?
1.AjaranTasawuf-Al-Ghazali
Di dalam tasawufnya, Al-Ghazali memilih tasawuf sunni berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi ditambah dengan doktrin Ahlu Al Sunnah wa Al-jama’ah. Corak tasawufnya adalah psikomoral yang mengutamakan pendidikan moral yang dapat di lihat dalam karya-karyanya seperti Ihya’ullum, Al-Din, Minhaj Al-‘Abidin, Mizan Al-Amal, Bidayah Al Hidayah, M’raj Al Salikin, Ayyuhal Wlad. Al Ghazali menilai negatif terhadap syathahat dan ia sangat menolak paham hulul dan utihad (kesatuan wujud), untuk itu ia menyodorkan paham baru tentang ma’rifat, yakni pendekatan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah) tanpa diikuti penyatuan dengan-Nya:

a. Pandangan Al-Ghazali tentang Ma’rifat
Menurut Al-Ghazali, ma’rifat adalah mengetahui rahasia Allah dan mengetahui peraturan-peraturan Tuhan tentang segala yang ada, alat untuk memperoleh ma’rifat bersandar pada sir-qolb dan roh. Pada saat sir, qalb dan roh yang telah suci dan kosong itu dilimpahi cahaya Tuhan dan dapat mengetahui rahasia-rahasia Tuhan, kelak keduanya akan mengalami iluminasi (kasyf) dari Allah dengan menurunkan cahayanya kepada sang sufi sehingga yang dilihatnya hanyalah Allah, di sini sampailah ia ke tingkat ma’rifat.

b. PandanganAl-Ghazalitentang-As-As’adah
Menurut Al-Ghazali, kelezatan dan kebahagiaan yang paling tinggi adalah melihat Allah (ru’yatullah) di dalam kitab Kimiya As-Sa’adah, ia menjelaskan bahwa As-Sa’adah (kebahagiaan) itu sesuai dengan watak (tabiat). Sedangkan watak sesuatu itu sesuai dengan ciptaannya; nikmatnya mata terletak pada ketika melihat gambar yang bagus dan indah, nikmatnya telinga terletak ketika mendengar suara merdu.

BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman