Jumat, 10 Juli 2015

KISAH ABU NAWAS




HUMOR SUFI ?


1.Pertanyaan yang berkenaan dengan seputar puasa.

Apakah berkumur-kumur dapat membatalkan puasa?
TIDAK, berkumur-kumur dengan air putih sangat dianjurkan apalagi niatnya untuk wudhu, yang membatalkan adalah berkumur-kumur dengan es buah, es kelapa muda, kuah pempek, dsb.

Apakah mencicipi masakan dapat membatalkan puasa?
TIDAK, selama tidak ditelan dengan sengaja, tapi... kalau mencicipi masakan sampai habis sepanci penuh, itu baru membatalkan puasa...

Apakah mencium istri/suami dapat membatalkan puasa?
TIDAK, terkecuali mencium istri/suami tetangga... nah itu baru batal...

Apakah mimpi basah dapat membatalkan puasa?
TIDAK, cukup mandi wajib apalagi sudah masuk waktunya shalat dan bisa dilanjutkan tidur lagi... Tapi saat anda tidur lagi ternyata mimpi lagi (kali ini basah seluruh tubuh), itu berarti anda disiram emak pake air se-ember... makanya bangun, jangan tidur mulu...

Apakah benar tidurnya orang berpuasa bernilai pahala?
BENAR, asal seperlunya, karna yg terbaik adalah mengisinya dengan amal ibadah, TAPI... puasa anda akan batal apabila tidur diawal bulan Ramadhan dan terbangunnya ... di bulan Syawal

2.Warung Makan Warteg Buka Waktu Puasa
Lokasi Warteg pinggir jalan, siang hari di bulan Ramadhan.

Udin : (tampang serem) "Woi! mana nih yang punya warteg??!!!"

Pemilik warteg : "Aa.. ada apa, Pak?"

Udin : (membentak) "Bapak yang punya warteg ini?!!!"

Pemilik Warteg : "Ii..iya pak."

Udin : "Ini kan bulan Ramadhan, bulan yang suci hormati dong orang yang lagi puasa, kalo jualan boleh aja tapi pake penutup tirai kek supaya gak keliatan."

Beberapa menit kemudian. Pemilik warteg memasang tirai penutup. Kemudian Udin masuk ke dalam Warteg.

Udin : "Nah gitu dong, Pesen es Tehnya satu ya..."

Pemilik warteg : "???!!"

3.Renungan untuk Berbuka Puasa
RENUNGAN UNTUK BERBUKA (dikutip bukan dari ayat dan bukan pula dari hadist):

"Barangsiapa di kala berbuka ia masih bekerja, niscaya ia tergolong dalam orang-orang yang lembur " ( HR Department)

"Sesungguhnya sunnah dan berpahala seseorang itu bila ia berbuka dengan kurma. Dan sesungguhnya akan datanglah siksaan baginya jika....
Tertelan bijinya... "

"Barangsiapa yang apabila sudah berbuka puasa dia masih di jalan, maka dia terkena macet " (HR Rasuna Said)

"Barangsiapa yang menginginkan barang yang belum menjadi miliknya, hendaklah mereka membeli sesuai kemampuannya."
(Al-Famart)

"Barangsiapa yang di bulan Ramadhan tidak dapat menahan dirinya berbelanja sebelum waktu THR tiba, sesungguhnya mereka itu termasuk di dalam golongan orang-orang yang mampu." (Kyai Al-Tajirr)

4.Sembuh Jika Berkeringat
Pada suatu hari, Abu Nawas pergi menjenguk seorang temannya yang terkenal sangat kikir. Begitu masuk ke rumahnya, ia menjumpai seorang tabib sedang memeriksa penyakitnya. Akhirnya terdengar tabib itu berkata: "Tak masalah Pak, asal sekujur badanmu mengeluarkan banyak keringat, maka suhu badanmu tentu akan segera turun."

Abu Nawas yang berada di sampingnya segera berkata dengan tersenyum: "Ini mudah saja! Hari ini mari kita semua berkumpul makan malam di sini, ia pasti kalang kabut dan dengan sendirinya akan mengeluarkan banyak keringat!"

5.Mengawal Kotoran Raja
Alkisah, Abunawas bertugas menjadi pengawal raja, kemanapun Raja pergi Abunawas selalu ada didekatnya .

Raja membuat Undang Undang kebersihan lingkungan, yang pada salah satu fasalnya berbunyi, Dilarang berak di sungai kecuali Raja atau seijin Raja, pelanggaran atas fasal ini adalah hukuman mati.
Suatu hari Raja mengajak Abunawas berburu ke hutan, ndilalah Raja kebelet berak, karena di hutan maka Raja berak di sungai yang airnya mengalir ke arah utara.

Raja berak di suatu tempat, eee Abunawas ikut berak juga di sebelah selatan dari Raja, begitu Raja melihat ada kotoran lain selain kotoran nya, raja marah, dan diketahui yang berak adalah Abunawas .

Abunawas dibawa ke pengadilan, Abunawas divonis hukuman mati, sebelum hukuman dilaksanakan, Abunawas diberi kesempatan membela diri, kata Abunawas

"Raja yang mulia, aku rela dihukum mati, tapi aku akan sampaikan alasanku kenapa aku ikut berak bersama raja saat itu, itu adalah bukti kesetiaanku pada paduka raja, karena sampai kotoran Rajapun harus aku kawal dengan kootoranku, itulah pembelaanku dan alasanku Raja. Hukumlah aku."

Abunawas yang divonis mati, diampuni dan malah diberi hadiah rumah dan perahu kecil untuk tempat kotoran nya mengawal kotoran raja.

Sumber:http://www.ketawa.com
Jakarta 10/7/2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman