Selasa, 03 Februari 2015

DZIKIR TAHLIL




BERIKRAR  LAA ILAAHA ILLALLAH ?
مَنْ كَانَ اٰخِرَ كَلاَمِهِ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya : “Barangsiapa yang akhir ucapannya kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah” (QS. Muhammad, 47:19)

“Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan demikian pula yang diucapkan para nabi sebelumku adalah LAA ILAAHA ILLALLAH…” (HR. Tirmidzi)
Barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dan mengingkari seluruh sesembahan selain Allah maka harta dan darahnya haram dan hisabnya diserahkan kepada Allah (HR. Muslim)
Muqaddimah
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya LAA ILAAHA ILLALLAH (Tidak ada Tuhan selain Allah) dan mohonlah ampun bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad, 47:19)

Ayat ini menjadi sababun nuzul bagi adanya talqin (pembelajaran) dzikir untuk tujuan tertentu, yakni wushul (sampai) kepada Allah.

Masih di dalam kitab Sirrul Asrar, Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs menerangkan, di dalam kitab Bustanusy Syariah, orang pertama yang menginginkan jalan terdekat kepada Allah, terunggul tetapi termudah melalui Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib r.a.

Ketika Saidina Ali ra meminta, Rasul tidak langsung menjawab, tetapi menunggu wahyu. Maka datanglah Jibril dan mentalqinkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH tiga kali dan Nabi mengucapkannya tiga kali. Selanjutnya Nabi mentalqin Ali ra. (sebagaimana Nabi ditalqin oleh Jibril). Selanjutnya Nabi mendatangi para sahabat dan Nabi mentalqin mereka secara berjamaah.
Keutamaan Kalimat Tahlil ?
Kalimat yang agung ini mempunyai banyak keutamaan, dalam risalah yang berjudul Kalimatul Ikhlas Al Hafidz ibnu Rajab menyebutkan sebagiannya, antara lain:
    1. Ia merupakan harga surga
    2. Barangsiapa mengucapkannya di akhir hayatnya, ia pasti masuk surga
    3. Ia menjadi penyelamat dari kekekalan neraka
    4. Ia menjadi sebab diampuninya seluruh dosa
    5. Ia merupakan kebajikan yang terbaik
    6. Ia dapat menghapus dosa dan kesalahan
    7. Ia mampu memperbaharui iman dan qalbu
    8. Ia mampu membuka tabir sampai berjumpa dengan Allah Ta’ala bagi orang yang jujur dalam mengucapkannya
    9. Ia merupakan doa terbaik yang diucapkan oleh para Nabi
    10. Ia merupakan dzikir yang paling utama
    11. Ia adalah amalan yang paling utama dan paling banyak pahalanya yang menyamai pahala membebaskan beberapa budak
    12. Ia dapat menjaga dari gangguan syetan
    13. Ia menjadi pengaman kesengsaraan kubur dan kedahsyatan hari dikumpulkannya seluruh mahluk
    14. Ia menjadi syiar orang-orang mukmin tatkala dibangkitkan dari kubur
    15. Ia menjadi kunci dibukanya delapan pintu surga, hingga bisa masuk lewat pintu manapun yang disukai
    16. Ia dapat mengeluarkan seseorang dari siksa neraka sekecil apapun amalnya
Fadhilah Bertahlil menurut Rasulullah saw ?
Rasulullah saw pernah bersabda : “Perbaruilah imanmu sekalian! Kemudian ditanyakan oleh para sahabat  : “Bagaimana cara memperbarui iman kita Ya Rasulullah? Maka Rasulullah menjawab : Perbanyaklah mengucapkan kalimat   لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ   (HR. Ahmad dan Al Hakim)
Kalimat tahlil  yang berarti : “Tidak ada Tuhan kecuali Allah” mengandung beberapa keutamaan, antara lain:
1. Orang yang membaca kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  hanya untuk mencari ridha Allah, akan diharamkan oleh Allah masuk neraka. Rasulullah saw bersabda:
اِنَّ الله قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  يَبْتَغِى بِذٰلِكَ وَجْهَ اللهِ (رواه البخارى ومسلم)
Artinya : “Sesungguhnya  Allah   mengharamkan   masuk  neraka   orang  yang  mengucap  kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  dengan tujuan mencari ridha Allah. (HR. Bukhari-Muslim)
2. Kalimat tahlil لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  merupakan benteng Allah dan orang yang masuk benteng Allah akan selamat    dari siksaNya. Rasul bersabda :
حَدَّ ثَنِى جِبْرِيْلُ قَالَ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  حِصْنِى فَمَنْ دَخَلَ اَمِنَ مِنْ عَذَابِى (رواه ابن عساكر عن على رضي الله عنه)
Artinya : “Malaikat Jibril bercerita kepadaku Jibril berkata : “Allah ta’ala berfirman kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  adalah bentengKu, maka barang siapa masuk ke bentengKu, niscaya selamat dari siksaKu (HR. Ibnu Asakir dari Ali RA)
3. Orang yang membaca لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  seratus kali, akan dibangkitkan oleh Allah   pada hari kiamat wajahnya seperti bulan purnama, Rasulullah saw bersabda :
لَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقُوْلُ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  مِائَةَ مَرَّةٍ اِلاَّ بَعَثَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلَمْ يَرْفَعْ لِاَحَدٍ يَوْمَئِدٍ عَمَلٌ اَفْضَلُ مِنْ عَمَلِهِ اِلاَّ قَالَ مِثْلَ قَوْلِهِ اَوْزَادَ (رواه الطبران)
Artinya : “Tidak ada seorang hamba yang mengucap kalimat  لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ seratus kali kecuali Allah membangkitkannya pada hari kiamat sedang wajahnya seperti bulan purnama. Dan tidak ada amal seorang hamba yang melebihi keutamaannya pada hari kiamat daripada amalnya keculai orang yang mengucap seperti ucapannya atau melebihinya. (HR. Thobroni)
4. Orang yang bisa mengucap kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  ketika mau meninggal dunia akan masuk surga. Rasulullah saw. bersabda :
مَنْ كَانَ اٰخِرَ كَلاَمِهِ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya : “Barangsiapa yang akhir ucapannya kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
5. Kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  merupakan dzikir yang paling utama. Rasulullah saw bersabda :
اَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  وَاَفْضَلُ الدُّعَاءِ اَلْحَمْدُ ِللهِ (رواه الترميد والنسائى)
Artinya : “Seutama-utama dzikir adalah لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  dan seutama-utama do’a ialah    اَلْحَمْدُ ِللهِ (HR. At Turmudzi dan An Nasai)
6. Kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  timbangannya paling berat dibanding amalan yang lain. Rasulullah saw pernah menceritakan bahwa nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah : Wahai Tuhanku, beritahukanlah kepadaku sesuatu yang dengan itu aku bisa mengingatMu. Maka Allah berfirman : “Ucapkanlah لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  . Nabi Musa a.s. berkata : Wahai Tuhanku, seluruh hamba-Mu mengucapkan yang demikian, tetapi saya mengharapkan sesuatu yang dengan sesuatu itu Engkau berkenan melindungi aku. Selanjutnya Allah berfirman :
يَامُوْسَ لَوْاَنَّ السَّمٰوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرُ هُنَّ غَيْرِى وَاْلاَرَضِيْنَ السَّبْعَ جُعِلَتْ فِى كَفَّةٍ وَلاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ فِى كَفَّةٍ لَمَالَتْ بِهِنَّ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ (رواه النسائى)
Artinya : “Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya selain Aku dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu timbangan dan kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  diletakkan dalam timbangan yang lain, niscaya kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  lebih berat timbangannya (HR. An-Nasa’i)
Ikhtitam
اِنَّ الله قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  يَبْتَغِى بِذٰلِكَ وَجْهَ اللهِ (رواه البخارى ومسلم)
Artinya : Sesungguhnya  Allah   mengharamkan   masuk  neraka   orang  yang  mengucap  kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  dengan tujuan mencari ridha Allah. (HR. Bukhari-Muslim)
Sumber:1.Al-Qur’an Hadits 2.http://mbalikincool.blogspot.com 3.https://madinalmanshur.wordpress.com. Jakarta 4/2/2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman