Jumat, 22 Maret 2013

SOMBONG Warisan IBLIS




                    JANGAN  Meremehkan Orang Lain !

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”. (QS. 16 : 23). 

الكبر بطر الحق وغمط الناس 

“Takabur adalah menolak barang yang hak dan menghina serta meremehkan orang lain”. 

Muqaddimah

Takabur adalah sumber segala kedengkian dan persengketaan di antara individu-individu di dalam masyarakat. Mengagungkan diri atau menghina orang lain akan membentuk sifat yang amat tercela, yaitu membuat pelakunya merasa benci terhadap orang lain. 

Sifat takabur ini dapat merusak diri sendiri, karena penyebab utamanya ialah perasaan kagum terhadap dirinya sendiri. Barang siapa merasa kagum terhadap dirinya, ia akan besar kepala; tidak mau mendengar nasihat orang lain dan keras kepala dengan pendapatnya sendiri, sehingga akan menyeret pelakunya kepada kerugian. 

Pengertian Sombong

Sombong atau istilah bahasa Arabnya Al-Bathar, dalam kamus Lisan Al Arab dikatakan, bahwa arti dari kata Bathar sama dengan Tabakhtur (takabur). Dan ada juga yang mengatakan arti sombong di kala mendapat nikmat atau sombong karena kaya. Orang yang sombong berarti tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan kepadanya. 

Gejala Kesombongan
Gejala-gejala sombong sangat banyak ragamnya. Di antaranya ialah besar diri, menghina orang lain, tidak mau menurut nasihat orang lain yang benar, tidak mau disamakan dengan orang lain dan lain sebagainya. Rasulullah SAW memberi penjelasan mengenai gejala-gejala sifat sombong, diantaranya ialah tidak mau tunduk kepada barang yang hak. 
Adapun faktor yang menyebabkan seseorang berlaku sombong, mungkin dikarenakan seseorang merasa dirinya lebih istimewa dari pada orang lain, baik dari segi pengetahuannya, pekerjaannya, keturunannya, kekayaannya, pangkatnya, kekuasaannya, banyaknya para pengikuti, atau kecantikannya. Gejala terakhir ini kebanyakan berlaku di kalangan kaum wanita. 

Takabur dapat menimbulkan malapetaka pada masyarakat. Sejarah telah membuktikan bahaya perbuatan ini bagi masyarakat yang tak terhitung banyaknya. Sifat takabur tumbuh dari perasaan egoisme yang menyolok, membuat dari kita tidak mau mencintai orang lain atau membaktikan diri pada masyarakat. 

Takabur atau sombong terhadap orang lain, lama kelamaan akan bersikap takabur terhadap Allah. Apabila sudah sampai ke taraf ini, berarti kerusakan yang nyata bagi pelakunya. Ketika iblis takabur terhadap nabi Adam dengan perkataannya : “Aku lebih baik dari padanya (Adam)”. Akhirnya ia berbuat takabur terhadap Allah dan melanggar perintah-Nya. Ia tidak mau bersujud kepada Adam, akhirnya ia terkutuk selama-lamanya. Lalu Allah mengusir Iblis dari surga. 

Berikut ini ayat Al-Qur’an yang menceritakan tentang pengusiran Iblis dari surga : “Allah berfirman : Turunlah kamu dari surga ini; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. (QS. 7 : 13). 

Sombong Dengan Apa ?

Namun yang patut diingat, ketika orang yang disebut kaya itu lahir mereka tidak memiliki apa-apa. Ketika mati juga tidak membawa apa-apa kecuali kain yang melekat di badan. Pada saat mati tidaklah berguna segala harta dan apa yang telah mereka kerjakan.

”Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” [Al Lahab:2]

Sebagaimana Qarun, harta yang kita miliki tak lain milik Allah yang dititipkan kepada kita. Ketika kita mati kita akan berpisah dengan ”harta” kita.

”Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al Maa-idah:120]

Sering orang sombong karena kekuasaan atau jabatan. Padahal kekuasaan dan jabatan juga tidak kekal. Ketika mati, maka kekuasaan pun hilang. Kita diganti dengan yang lain.

”Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Ali ’Imran:26]

Fir’aun raja Mesir yang sombong saat ini telah menjadi mayat yang tidak berdaya. Alexander the Great atau Iskandar Agung yang kerajaannya meliputi sebagian Afrika, Eropa, dan Asia saat ini tinggal tulang-belulang belaka. Hitler yang dulu ditakuti juga telah tiada begitu pula dengan musuh-musuhnya.

Hanya Allah Maha Perkasa yang tetap kekal dan hidup abadi selama-lamanya. Lalu apa yang membuat manusia pantas untuk merasa sombong?

Penjelasan Nabi Tentang Kesombongan
Di antara sabda-sabda Rasulullah mengenai perbuatan takabur ialah :

 ان الله لا ينظر الى من يجر ازاره بطرا لا يدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من كبر, قيل يا رسول الله : ان الرجل يحب ان يكون ثوبه حسنا ونعله حسنا, قال : ان الله جميل يحب الجمال, الكبر بطر الحق وغمط الناس (رواه مسلم

“Sesungguhnya Allah tidak akan memberi rahmat-Nya kepada orang yang suka menyeret selendangnya karena sombong. Tak akan bisa masuk surga seseorang yang dalam hatinya rasa takabur sekalipun seberat biji sawi”. Beliau ditanya : “Wahai Rasulullah, seseorang tentu menyenangi baju baik dan sandal yang baik”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya Allah itu cantik dan mencintai kecantikan; yang dinamakan takabur ialah menolak barang yang baik, dan menghina orang lain”( Hadits riwayat Muslim). 

 لا يزال الرجل يتكبر ويذهب بنفسه حتى يكتب فى الجبارين فيصيبه ما أصابهم 

 “Seseorang yang terus-menerus berlaku takabur di mana saja berada, dalam tulisan amalnya ia akan dimasukkan ke dalam orang-orang yang takabur sehingga ia akan mendapat (siksaan) seperti mereka.( Hadits riwayat Muslim )

 من نعظم فى نفسه واختال فى مشيته لقي الله وهو عليه غضبان (رواه الامام احمد

“Barangsiapa merasa besar diri dan berlaku sombong , kelak ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan marah kepadanya.( Hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Khamsah ) 

Balasan Orang Sombong

Mengapa Iblis yang dulu begitu mulia dan rajin bertasbih dan beribadah kepada Allah di surga dengan para malaikat akhirnya diusir Allah dari surga dan dikutuk selama-lamanya? Karena Iblis itu sombong:

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.”
Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk.
Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” [Shaad 75-78]

Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]
Dari al-Aghar dari Abu Hurarirah dan Abu Sa’id, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman; Kemuliaan adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”. [HR Muslim]
”Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al Maa-idah:120]
JAKARTA  22/3/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman