Minggu, 24 Maret 2013

SIHIR-SANTET Membahayakan




                        BERLINDUNG Dari Sihir Dan Santet
“…dan dari kejelekan hembusan-hembusan para tukang sihir pada buhul-buhul”. (Al Falaq : 4)
“Siapa yang datang kepada paranormal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan/meyakini apa yang dikatakannya, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Bukhari)
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS Al-An’aam : 151)
Muqaddimah
Berkata Abu Muhammad Al Maqdisi rahimahullah di dalam Al Kaafi setelah menyebutkan ayat (yang artinya):
“…dan dari kejelekan hembusan-hembusan para tukang sihir pada buhul-buhul”. (Al Falaq : 4)
“Kalau sihir tidak ada hakekatnya niscaya Allah tidak akan memerintahkan agar memohon perlindungan kepada-Nya dari bahaya sihir”. (Fathul Majid hal. 335)
Sebagaimana Firman Allah SWT:
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.( Al-Baqarah ayat 102)
Sementara banyak hadist:
“Siapa yang datang kepada paranormal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan/meyakini apa yang dikatakannya, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Bukhari)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS 4:48)
Sihir merupakan sesuatu yang sangat dilarang karena semua yang berhubungan dengan sihir dikategorikan sebagai perbuatan syirik. Pelaku yang menekuni sihir (dukun/para normal/”orang pintar”) maupun orang yang datang untuk meminta bantuan ke “ahli’ sihir adalah tergolong orang musyrik. Allah tidak akan mengampuni dosa syirik jika terbawa mati.
Terkait tafsir Al-Baqarah ayat 102. Para mufassir berpendapat bahwa pada intinya penyelewengan yang dilakukan oleh syaithan, dengan mengklaim bahwa dia mengajari Nabi Sulaiman AS terhadapa ilmu sihir, sehingga Nabi Sulaiman menjadi sangat sukses. Ilmu yang dikuasai syaithan tersebut adalah ilmu sihir yang dapat menyebabkan “pasangan suami istri menjadi cerai”.
Dari  di Babylon, ilmu santet terus berkembang terus diajarkan dari generasi ke generasi berikutnya hingga kesuluruh dunia dan termasuk  juga di Aceh. Namun selaku muslim yang beriman kita tidak perlu takut dengan pengaruh santet atau guna-guna. Kita hanya berserah diri pada Allah SWT dan hanya kepada-NYAlah kita meminta pertolongangan. Kita berharap kedepan tidak ada aksi main  hakim sendiri apalagi  sampai menghilangkan nyawa orang lain yang sangat dimurkai Allah.
Pengertian Sihir
Sihir secara bahasa berarti ungkapan tentang suatu perkara yang disebabkan oleh sesuatu yang samar dan lembut. Sedangkan menurut  terminologi syariat  terbagi menjadi dua makna :
Pertama: Yaitu buhul-buhul dan mantera-mantera, maksudnya adalah bacaan-bacaan dan mantera-mantera yang dijadikan perantara oleh tukang sihir untuk minta bantuan para syaithan dalam rangka memberi kemudaratan kepada orang yang disihir.
Akan tetapi Allah ‘azza wa jalla telah berfirman:
“Dan mereka itu (ahli sihir) tidak akan mampu memberikan mudharat dengan sihirnya kepada siapa pun, kecuali dengan izin Allah”. (Al Baqarah :162)
Kedua: yaitu berupa obat-obatan atau jamu-jamuan yang berpengaruh terhadap orang yang disihir, baik secara fisik, mental, kemauan dan kecondongannya. Sehingga engkau dapati orang yang disihir tersebut berpaling dan berubah (dari kebiasaanya). (Al Qaulul Mufid karya Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah 1/489)
Hukum Sihir
Sihir dalam bentuk apapun, diharamkan oleh Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dan keharaman ini terbagi menjadi dua macam:
Pertama: Sihir yang termasuk perbuatan syirik, jika menggunakan perantara para syaithan (jin-jin kafir), di mana para tukang sihir tersebut beribadah dan mendekatkan diri kepada para syaithan supaya bisa menguasai orang yang akan disihir.
Kedua: Sihir yang termasuk perbuatan permusuhan dan kefasikan, jika tukang sihir hanya sebatas menggunakan perantara obat-obatan (ramuan) dan sejenisnya. (Al Qaulul Mufid 1/ 489)
Syariat Islam melarang terhadap pembunuhan
Islam mengharamkan setiap aksi pembunuhan dilakukan dalam bentuk apapun baik dengan sengaja atau tidak, terkecuali dalam keadaan perang, meskipun begitu perempuan dan anak-anak tidak boleh dibunuh, dalam hal ini penulis akan mengutip beberapa dalil Al-quran yang menjelaskan terkait dengan  pembunuhan.
Misalnya firman Allah SWT :
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS Al-An’aam : 151)
Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)…” (QS An-Nisaa : 92)
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS An-Nisaa : 29).
Sementara ganjaran bagi orang yang melakukan pembunuhan sangat berat hukumnya, kecuali sikeluarga korban dapat memaafkanya.
“Telah diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.” (QS Al-Baqarah : 178)
Penangkal Sihir Atau Santet
Sebagai muslim, tentu kita mengerti bahwa sihir dan sejenisnya dilarang oleh Islam. Para Ulama bahkan menganggapnya sebagai dosa besar. Ia dalam hadis Nabi digolongkan di antara tujuh perkara yang merusak. Kata Rasul: "'Jauhilah tujuh perkara yang merusak'. Para sahabat lantas bertanya: 'Apa (tujuh perkara) itu, wahai Rasulullah?' Jawab Rasul: 'Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang dilindungi Allah kecuali dengan cara yang haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari menghindar saat berkobarnya perang dan menuduh zina wanita yang dilindungi yang beriman dan yang lupa (yang tidak pernah membayangkan untuk melakukannya)." [HR. Bukhari 2560]

Namun begitu, banyak kaum muslimin (juga non muslim) yang melanggar ketentuan-ketentuan tersebut.

Dalam keadaan begini, apa yang sebaiknya kita lakukan? Ada tuntunan-tuntunan Islami yang dapat diamalkan untuk berjaga-berjaga dari kemungkinan gangguan sihir atau jin. Di antaranya yang terpenting adalah membiasakan bacaan-bacaan (dzikir-dzikir) yang disyari'atkan. Salah satunya adalah membaca ayat Kursi setiap selesai menunaikan ibadah salat fardlu; membacanya (ayat Kursi) ketika hendak tidur; membaca surat-surat al-Ikhlas, al-Falaq dan al-Naas setiap usai melaksanakan salat fardlu; membaca ketiga surat tadi setelah subuh (sebelum matahari terbit) dan di awal petang (setelah matahari terbenam. Juga dianjurkan setelah melakukan salat Subuh membaca dua ayat terakhir dari surat al-Taubat. Perlu juga memperbanyak membaca doa mohon perlindungan seperti "a'uudzu bikalimaatillaahittaammaati min syarri maa kholaq" (Saya berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari semua keburukan yang Allah ciptakan); "bismillaahilladzi laa yadlurru ma'asmihi syai un fil-ardli walaa fissamaai wahuwassamii'ul 'aliim" (Dengan nama Allah, tidak membahayakan apa saja yang di bumi dan di langit dengan disertai [membaca] nama Allah) 3X di awal pagi dan awal petang. Dan jangan lupa pula dengan semua doa-doa yang diajarkan al-Quran atau hadits.

Yang perlu Saudara sadari mula-mula adalah, bahwa anjuran untuk membaca bacaan-bacaan dzikir tersebut adalah dengan tujuan untuk mengingat Allah Swt. Jadi, upayakanlah jangan sekedar membaca namun hatinya kosong tanpa merasakan kehadiran Allah (Yang Maha Dekat), memohonlah dengan segala kekhusyukan, dan kesungguhan.

Adapun bacaan-bacaan yang selama ini Saudara amalkan adalah termasuk kategori dzikir-dzikir yang baik, yang tentu saja sangat berguna bagi Saudara sendiri maupun bagi segala sesuatu yang berhubungan dengan Saudara.

Berikut ini saya sebutkan beberapa do'a yang saudara minta. (Untuk lebih lengkap lagi bisa didapat dari buku-buku kumpulan dzikir yang biasanya banyak menyertakan bacaan-bacaan dzikir 'ma'tsuur' (sesuai yang diajarkan Rasul).

Doa saat hendak tidur: "bismillaahi amuutu wa ahyaa" (beserta Allah saya hidup dan mati) [HR. Bukhari]; membaca ayat kursi [HR. Bukhari], disusul dengan dua ayat terakhir al-Baqarah [HR. Bukhari-Muslim], dan "allaahumma aslamtu nafsii ilaika, wa wajjahtu wajhii ilaika, wa fawwadltu amrii ilaika, wa aljaitu dhohrii ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, laa malja'a walaa manjaa minka illaa ilaika, aamantu bikitaabika alladzii anzalta, wanabiyyika alladzii arsalta" (Ya Allah, aku pasrahkan jiwaku kepadaMU, memusatkan konsentrasiku kepadaMU, kupasrahkan semua urusanku kepadaMU, kepada Engkau pula badanku kuserahkan, tiada tempat berlindung kecuali kepadaMU, aku mengimani kitab yang Engkau turunkan, dan Nabi yang Engkau utus".) [HR. Bukhori-Muslim].

Dan wirid setelah salat, banyak hadis Rasul yang menerangkan tentang bacaan-bacaan setelah menjalankan salat. Di antaranya adalah berikut ini:
1. laa ilaaha illallah wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wa yumiitu wahuwa 'alaa kulli syaiin qodiir (Tiada Tuhan selain Allah satu-satunya, tiada sekutu bagiNYA, hanya Dia lah yang memiliki kekuasaan dan segala puji, Dia yang memberi hidup dan mati, dan Mahakuasa atas segala sesuatu) (untuk salat Subuh dan Maghrib 10x).
2. Kedua: ayat kursi.
3. Ketiga: subhaanallaah 33x, al hamdulillah 33x, Allaahu akbar 33x, kemudian disempurnakan seratusnya dengan "laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku waalahulhamdu wahuwa 'alaa kulli syaiin qadiir".
4. (sebagai pelengkap) Hasbunallaah wani'mal wakiil 20x atau semampunya.
5. astaghfirullaahal 'adziim 20x atau semampunya.
6. sholawat kepada rasul 10x atau semampunya.
7. astaghfirullaah al-'adziim alladzii laa ilaaha illaa huwa al-hayyu al-qoyyuum wa atuubu ilaih. 3x
8. Doa sebisanya untuk diri sendiri, keluarga dan yang lainnya. Kemudian diakhiri dengan membaca surat al-Fatihah.
Cara yang Syar’i dalam Mengobati Sihir
1. Mengeluarkan sihir tersebut dan membatalkannya, sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berdo’a kepada Allah ‘azza wa jalla dalam perkara sihir tersebut.  Maka Allah ‘azza wa jalla tunjukkan kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (tempat buhul-buhul tersebut), kemudian beliau mengeluarkannya (mengambil buhul-buhul tersebut) dari suatu sumur. Maka hilanglah apa yang ada pada beliau, seakan-seakan beliau lepas dari ikatan.
2.    Dengan diruqyah, yaitu dengan dibacakan Al Qur’an dan do’a-do’a (yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) kepada yang terkena sihir. Misalnya dengan dibacakan surat Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas, dan yang lainnya dari ayat-ayat Al Qur’an kemudian ditiupkan kepada yang sakit, maka insya Allah akan sembuh. (Zaadul Ma’ad 4/ 124-127)
Wallahu a’lamu bish shawab.
JAKARTA  25/3/2013
        

1 komentar:

  1. subahanallah segala puji bagi allah swt, terima kasih telah berbagi pengetahuan nya, alhamdulillah akhirnya saya memiliki keyakinan yang lebih kuat lagi karena referensi nya sangat luar biasa karena di ambil dari al-qur'an dan beberapa hadits.
    allahuakbar, allahuma shali allaihi

    BalasHapus

 

Majelis Ulama Indonesia

Dunia Islam

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Total Tayangan Laman